Jokowi: Jembatan Kecil Juga Penting

234
ANTARDESA: Presiden Jokowi bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Bupati Temanggung Bambang Sukarno melintasi jembatan gantung Kali Geleh yang diresmikan, Sabtu (17/6) lalu. (Ahsan fauzi/radar kedu)
ANTARDESA: Presiden Jokowi bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Bupati Temanggung Bambang Sukarno melintasi jembatan gantung Kali Geleh yang diresmikan, Sabtu (17/6) lalu. (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG – Presiden Joko Widodo meresmikan jembatan gantung Kali Galeh di Kampung Karangsono Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung, Sabtu (17/6) lalu. Jembatan tersebut menghubungkan lingkungan Karangsono Kelurahan Parakan Kauman dengan Dusun Sanggen Desa Gandurejo Kecamatan Bulu.

Selain Jembatan Kali Galeh, Jokowi sekaligus meresmikan Jembatan Gantung Soropadan Pringsurat dan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Parakan Wetan. Orang nomor satu di Indonesia ini juga menyempatkan meninjau beberapa proyek infrastruktur di Kabupaten Temanggung, seperti gedung rawat inap RSUD lantai tujuh dan beberapa bendungan.

“Biasanya Presiden meresmikan jembatan, pasar atau pabrik yang gede-gede, yang besar-besar. Kalau saya tidak, jembatan yang gede diresmikan, yang kecil juga diresmikan, karena dinikmati langsung oleh rakyat,” kata Jokowi di hadapan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, Bupati Temanggung Bambang Sukarno beserta pejabat Pemkab Temanggung dan ratusan tamu undangan.

Mantan Guberrnur DKI Jakarta itu mengatakan, meski jembatan ini kecil, manfaatnya sangat besar. Baik untuk transportasi orang, barang dan komoditas sehingga ada efisiensi secara biaya dan waktu. Menurutnya, jembatan itu penting sekali karena menghubungkan antardesa atau antarkecamatan. “Saya sering mendapat keluhan dari rakyat yang menginginkan jembatan seperti ini (jembatan gantung, red),” ucapnya.

Saat ini pemerintah memrioritaskan jembatan-jembatan kecil dan sudah dimulai sejak 2015 silam. Nilai proyek pembangunannya berkisar antara Rp 3 miliar sampai Rp 6 miliar. “Sudah saya sampaikan pada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar jembatan gantung diberi prioritas. Tahun ini membangun sekitar 60 jembatan dan tahun depan akan diperbanyak lagi,” katanya.

M Sirojul Umam, warga Parakan Kauman Kecamatan Parakan mengaku sangat senang atas dibangunnya jembatan gantung di desanya. “Saya berharap, dengan adanya jembatan ini, bisa menumbuhkan perekonomian warga,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Temanggung Bambang Sukarno mengaku tengah serius merampungkan berbagai proyek strategis bagi masyarakat luas. Antara lain rusunawa, gedung rawat inap RSUD lantai tujuh, dan beberapa bendungan.

Selain itu, Pemkab Temanggung juga berupaya membangun sektor pertanian dan perkebunan. Seperti memenuhi target menopang 30 persen kebutuhan bawang putih nasional hingga mengembangkan tanaman vanili.

“Mumpung Pak Presiden Jokowi hadir ke Temanggung, mohon bisa membantu memperbanyak pembangunan. Jika sekarang, kami punya 4 gedung rusunawa, kalau berkenan, Pak Presiden menambah 3 sampai 5 lagi. Selain itu, kami juga berharap, Bapak bisa ikut membantu mengurangi masuknya tembakau impor,” pintanya.

Usai meresmikan jembatan, Jokowi juga menyerahkan Kartu Indonesia Pintar kepada 1.231 siswa yatim piatu di Temanggung. Penyerahan kartu berlangsung di Gedung Pemuda Temanggung, Sabtu (17/6) sore. Turut mendampingi Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy.

Muhadjir merinci, dari 1.231 siswa tersebut, 425 orang merupakan siswa setingkat SD, 428 tingkat SMP, 103 tingkat SMA, 232 tingkat SMK, 52 KBM Paket B, dan 152 siswa KBM Paket C. “Selain mereka, masih ada juga 274 siswa dari tingkat SMA/SMK lain yang berhak mendapat kesempatan percepatan pencairan KIP,” jelasnya.

Besaran bantuan bagi masing-masing siswa berbeda, disesuaikan tingkatannya. Untuk siswa SD tiap tahun mendapat Rp 450.000, SMP Rp 750.000 dan SMA/SMK sebesar Rp 1.000.000.

Pada kesempatan ini Jokowi meminta agar KIP yang diterima siswa dapat digunakan secara tepat. Presiden juga mengancam akan mencabut hak kepemilikan KIP apabila siswa terbukti menyalahgunakannya untuk keperluan di luar sekolah. “Kalau buat beli peralatan dan perlengkapan sekolah boleh. Tapi kalau buat beli pulsa gak boleh. Akan kami cabut,” kata Jokowi. (san/ton)

Tinggalkan Komentar: