Gandeng Guru TPQ, Sosialisasi Keuangan Syariah

773
SOSIALISASI : Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKB, Fathan Subchi memberikan sosialisasi keuangan Syariah kepada guru TPQ, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI : Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKB, Fathan Subchi memberikan sosialisasi keuangan Syariah kepada guru TPQ, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB Fathan Subchi bersama Bank Indonesia (BI), Minggu sore (18/6) kemarin, memberikan sosialisasi keuangan Syariah kepada para guru taman pendidikan Alquran (TPQ) dan Madrasah Diniyyah (Madin). Ini diperlukan supaya para guru yang setiap hari mendidik Alquran kepada anak-anak tersebut dapat memahami bisnis Syariah.

Fathan menyampaikan, Bank Syariah sejak didirikan beberapa tahun lalu baru tumbuh 5 persen. Bahkan, kini informasi yang berkembang, kredit macet yang di Bank Syarih justru mencapai sekitar 3 persen.

“Ternyata banyak perusahaan yang semula mengajukan kredit di bank konvensional yang tidak mendapatkan pinjaman, kemudian mengajukan hal serupa ke Bank Syariah. Nah, kalau analis Bank Syariah tidak jeli, tentu yang terjadi adalah rawan kredit macet,” katanya.

Dia menambahkan, sejauh ini perbankan juga masih memprioritaskan pengusaha besar dibandingkan usaha UMKM. “Tidak semua UMKM bermental tidak bagus. Mestinya, UMKM juga dapat diberi porsi yang besar untuk mendapatkan kredit usaha,” katanya.

Deputi Direktur Pengembangan Profesi dan Ekonomi BI, Dian Nugraha mengatakan bahwa adanya sosialisasi terkait sistem keuangan syariah kepada guru TPQ dinilai tepat. Dengan demikian, para guru TPQ dapat lebih memahami seputar keuangan syariah. “Kami berharap, guru TPQ tahu sistem keuangan tersebut,” jelasnya.

Ketua Badko TPQ Demak, Taufik Rifai mengungkapkan, guru TPQ merupakan pendidik garda terdepan yang berjuang tanpa pamrih. Menurutnya, kesejahteraan guru TPQ dalam dua tahun terakhir tidak menentu. Ini karena bantuan dari pemerintah macet lantaran aturan yang tidak membolehkan guru TPQ dan Madin dapat bantuan upah. “Kami terus memperjuangkan hak guru TPQ ini, termasuk melalui perda,” katanya. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here