Bagikan Paket Sembako ke 300 Pekerja Informal

240
BAGI-BAGI : Sekda Gunawan Wibisono saat memberikan paket sembako kepada 300 pekerja informal di pendopo Bupati Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAGI-BAGI : Sekda Gunawan Wibisono saat memberikan paket sembako kepada 300 pekerja informal di pendopo Bupati Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Pemkab Semarang membagi paket sembako dan uang tunai kepada 300 pekerja informal di Kabupaten Semarang. Ratusan pekerja yang menerima paket tersebut antaralain berprofesi sebagai tukang parkir tepi jalan umum, petugas kebersihan, dan nelayan di sekitar Rawa Pening.

Pembagian dilakukan langsung oleh Sekda Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono di pendopo Bupati, Minggu (18/6) kemarin. “Perlu diingat, keberhasilan meraih piala Adipura beberapa waktu lalu, tidak lepas dari peran para petugas kebersihan dan tukang parkir yang mengatur Kota Ungaran dan Ambarawa serta tempat lainnya agar tertata rapi dan bersih,” ujar Sekda yang akrab disapa Soni tersebut.

Demikian pula dengan para nelayan di seputaran Rawa Pening juga ikut serta menggerakkan roda perekonomian daerah lewat pekerjaan rutinnya. Salah satu bentuk perhatian itu, lanjutnya, dengan memberikan bingkisan lebaran setiap tahun. Sehingga memudahkan para pekerja informal itu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Kepala Diskominfo Sunarto mengatakan para pekerja informal yang menerima bantuan paket sembako dan uang tunai diantara berprofesi sebagai nelayan di sekitar Rawa Pening. Mereka berasal dari Kecamatan Bawen, Tuntang, Banyubiru dan Ambarawa. Selain itu, para juru parkir tepi jalan umum serta petugas kebersihan di bawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup. “Bantuan diharapkan dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan harian menjelang Idul Fitri kali ini,” kata Sunarto.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perparkiran Dinas Perhubungan Triatmo Nugroho menjelaskan para juru parkir yang mendapat bantuan itu melayani jasa parkir yang tersebar di 60 titik. Dijelaskannya, pada 2017 ini pendapatan retribusi parkir di tepi jalan umum ditarget Rp 180 juta. Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu yang hanya Rp 131.500.000. “Meski tahun lalu hanya terealisasi 93 persen, namun tahun ini Kami optimis bisa mencapai target,” tegas Triatmo.

Menyinggung tentang kesejahteraan juru parkir tepi jalan umum, Triatmo menjelaskan pendapatan mereka ditentukan dari hasil kesepakatan pembagian hasil pungutan parkir tepi jalan. “Bantuan semacam ini sangat membantu untuk menambah kesejahteran mereka,” tegasnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here