SMKN Jateng Luluskan 233 Siswa

Buktikan dari Ekonomi Kurang, Bisa Ukir Berprestasi

385
WISUDA: Gubernur Ganjar Pranowo saat pengalungan samir dan pemberian piagam kepada 233 wisuda SMAN Jateng di Kota Semarang, Sabtu (17/6) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISUDA: Gubernur Ganjar Pranowo saat pengalungan samir dan pemberian piagam kepada 233 wisuda SMAN Jateng di Kota Semarang, Sabtu (17/6) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 233 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Jateng mengikuti Prasetya Alumni yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di lapangan sekolah, Sabtu (17/6) kemarin. Sebanyak 233 siswa tersebut terdiri atas 118 SMKN Jateng Semarang, 48 SMKN Pati dan 67 SMKN 3 Purbalingga. Wisuda ini merupakan kelulusan angkatan pertama bagi SMKN Jateng Semarang sejak diresmikan oleh Mendikbud Muhammad Nuh tahun 2014 lalu.

”Ternyata mereka yang tidak mampu, kalau diberikan kesempatan bisa. Dengan dibiayai negara dan boarding school, hasilnya luar biasa,” ungkap Ganjar saat ditemui media usai prosesi wisuda.

Ganjar mencontohkan 5 siswa mendapatkan nilai seratus dalam pelajaran matematika. Bahkan, salah satu lulusan terbaik SMKN Jateng diterima di UGM jurusan teknik mesin. Hal ini dijadikan bahan evaluasi dari kelulusan pertama dan tingkat keterserapannya di lapangan kerja sampai 70 persen.

”Sedangkan yang sedikit belum keterima itu, karena beberapa perusahan memang memiliki prosedur atau syarat penerimaan karyawan seperti tinggi badan atau usia,” bebernya.

Dalam Prasetya Alumni yang dihadiri perwakilan beberapa perusahaan ternama itu, Ganjar menyampaikan harapannya kepada industri untuk membuka diri atau memberikan kesempatan yang lebih luas dan akomodatif bagi lulusan SMKN Jateng. Karena rata-rata sekolah kejuruan dipersiapkan untuk masuk lapangan kerja.

Ganjar berharap agar masing-masing SMK meningkatkan terus kreativitasnya. Kemudian dibuatkan Link and Match dengan industrinya. Jika lulusan ingin masuk ke sebuah perusahaan, lulusan tersebut telah memiliki ukuran-ukuran tersendiri.

”Umpama kawasan industri yang sedang berkembang di Kendal, mereka komunikasikan kepada SMK ingin tenaga kerja yang seperti apa. Ayo kerjasama dengan kami, sehingga praktiknya nanti lulusan sudah sesuai dengan keinginan perusahaan/industri tersebut,” kata dia.

Pada acara sore itu, para wisudawan dan wisudawati lengkap dengan seragam dan pakaian kedinasan secara khidmat mengikuti setiap prosesi wisuda. Cuaca Semarang sore itu yang masih cukup panas, membuat beberapa wisudawan jatuh pingsan lantaran dalam kondisi puasa.

Ditemui oleh Jawa Pos Radar Semarang, salah satu lulusan terbaik SMK tersebut Kiswoyo, 19, menceritakan awal mulanya ia mendaftar di SMK yang memiliki konsep boarding school tersebut. Ia mengaku hampir putus sekolah lantaran masalah keluarga yang membuatnya harus tinggal bersama sang kakak dan kekurangan biaya. ”Saya sudah sempat daftar di SMK 1 Adiwerna, tetapi pengumumannya lebih dulu di sini. Akhirnya saya ambil sini yang kebetulan juga gratis,” ungkap lulusan asal Tegal itu.

Kiswoyo merupakan lulusan terbaik Jurusan Teknik Kendaraan Ringan yang kini telah bekerja di Nasmoco Purwokerto sebagai teknisi. Selama menjalani pendidikan, ia memiliki sejumlah prestasi selama menjadi siswa di SMKN Jateng. Beberapa kejuaraan yang diikutinya antara lain Olimpiade Sains Terapan Nasional tahun 2016 Bidang Kimia Terapan Juara 1 tingkat Kota Semarang dan Tingkat Provinsi Jawa Tengah,

”Untuk masuk di dunia kerja sangat terbuka, karena sudah ada bidangnya masing-masing. Namun lulusan SMK masih bisa kuliah seperti teman saya yang berhasil diterima di UGM dan Polines,” ujarnya mantap.

Lulusan terbaik lainnya yakni Ardan Widi, siswa asal Magelang telah diterima di Prodi Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang (Polines) Semarang melalui beasiswa Bidikmisi. Ardan mengaku tidak langsung bekerja karena ingin meningkatkan kualifikasinya sebagai lulusan SMK. ”Saya pilih politeknik, karena banyak porsi praktiknya. Jadi saya ambil jurusan teknik mesin, linear dengan keseharian saya selama menjalani pendidikan di sini,” tandas aktivis pramuka dan OSIS itu.

Seperti diketahui, keunikan SMKN Jateng adalah sistem boarding school alias beasiswa penuh selama tiga tahun masa pendidikan. Yang berhak mengikuti pendidikan adalah anak yang berasal dari keluarga sangat lemah secara ekonomi. Bahkan, saat penjaringan, dilakukan home visit demi memastikan calon siswa tersebut benar-benar dari keluarga yang tidak mampu. Home visit dilakukan setelah calon siswa lolos seleksi akademis, kesehatan dan assessment psikologi. Tidak hanya itu, selama pendidikan, para siswa mendapatkan tempaan karakter. Hasilnya, para siswa SMKN Jateng memiliki sikap hormat, santun, dan peduli dengan keberadaan orang lain maupun lingkungan sosialnya. (tsa/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here