33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Lailatul Qadar dan Tanggungjawab Kebangsaan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

PUASA dikenal sebagai ibadah yang sangat personal, tidak ada orang lain mengetahui hakekat dan kualitasnya kecuali Allah. Apalagi jika dilihat dari aspek moral sebagai pengejawantahan pengendalian diri, puasa benar-benar ikhtiar mengelola nafsu untuk menjadi manusia yang unggul, sosok yang dicita-citakan al-Qur’an sebagai muttaqin, sosok unggul dan berkualitas. Berpuasa berarti mengelola diri sendiri, mengalahkan keinginan diri sendiri yang sesungguhnya lebih sulit daripada menundukkan orang lain. Maka, ketika Nabi menyebut melalui sebuah hadis seusai Perang Badar. “Kita baru menyelesaikan jihad kecil untuk menuju jihad besar, jihad melawan hawa nafsu.” Kemampuan mengelola hawa nafsu inilah yang pada gilirannya mengantarkan seseorang menggapai lailaltul qadar.

Sering orang menyebut lailatul qadar sebagai malam kemuliaan, sebagai malam yang agung karena malam diturunkannya al-Quran, juga malam yang lebih utama daripada seribu bulan, yang dipenuhi rahmat dan keberkahan hingga terbit fajar. Semua orang Islam mendambakan berjumpa dengan maloam yang memiliki lompatan kebaikan berlipat yang tak terhingga ini. Hal ini sangat wajar mengingat perjumpaan dengannya berkualitas ibadah yang lebih baik dari 83 tahun beribadah biasa. Beribadah dan beramal saleh pada malam kemuliaan pahalanya jauh lebih besar dan lebih baik daripada beribadah dan beramal saleh dalam seribu bulan yang tidak menjumpai lailatul qadar.

Menjadi orang yang berkualitas adalah sebuah proses panjang, yang melalui tahapan-tahapan ritual dan penghayatan yang berkualitas pula. Demikian pula untuk mendapatkan kemuliaan tidak dapat diperoleh dengan spontan tanpa kekuatan andasan dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan bekal menjalani kehidupan di akhirat. Dengan melaksanakan praktik-praktik ibadah secara maksimal di bulan Ramadan, sesungguhnya seseorang telah memulai mencapaian lailatul qadar. Karena mempersiapkan diri menjadi insan yang unggul dengan kualitas yang berlipat.

Setidaknya ada empat aspek yang menggambarkan manusia berkualitas, yang disarikan dari pemaknaan terhadap al-Qur’an. Empat hal itu adalah kualitas iman, ilmu pengetahuan, kualitas amal saleh, dan kualitas sosial. Seseorang yang memiliki kualitas iman yang unggul, akan memperlihatkan kualitas perilaku, kualitas wawasan, kualitas amal salah, dan kualitas sosialnya dengan penuh ketulusan dalam setiap ranah kehidupan pribadi maupun kehidupan masyarakat luas. Manusia akan berperilaku, bekerja, dan bermasyarakat sesuai dengan fitrah kejadiannya yang condong kepada kebenaran dan kedamaian. Manusia berkualitas akan berjuang melawan penindasan, tirani, dan tidak membiarkan kediktatoran atau tindakan sewenang-wenang. Karena imam memberikan pula kedamaian jiwa, kedaimaian berperilaku, dan kedamaian amal saleh.

Makna lailatul qadar dalam realitas keseharian adalah menghadirkan pribadi yang berkualitas dengan juga mengorientasikan ibadah hanya kepada Allah dan melakukannya dengan prinsip-prinsip kerja sistematis, terencana, cerdas, yang menggabungkan olah pikir, olah raga dan olah jiwa. Seseorang yang bekerja misalnya, mulai dari nol bekerja keras setiap hari berangkat pagi pulang sore bahkan malam, bekerja bertahun-tahun, ia akan mendapatkan hasil dari kerjanya. Namun, dengan semangat lailatul qadar, satu malam lebih baik dari seribu bulan, ia akan melakukan pekerjaannya dengan stategi, semangat dan komitmen lompatan hasil pekerjaan untuk hasil yang lebih produktif dan berkualitas. Dalam hal belajar, semangat lailatul qadar dapat memompa rasa ingin tahu yang mendalam terhadap ilmu, berdoa dengan penuh keyakinan dan iktiar dengan tenaga dan pikir maksimal, tentu akan mendapatkan oengetahuan, wawasan, skill dan hasil yang lebih optimal.

Mendapat lailatul qadar bagi putra dan putri negeri ini berarti adanya perubahan sikap dan perilaku, khususnya dalam membangun bangsa dn menghisinya dengan tindakan dan program-program yang maslahah, menjaga kerukunan hidup beragama dengan landasan etika al-Qu’ran. Lailatul qadar merupakan proses menjadi (becoming), menjadi lebih baik, lebih rukun, lebih santun, lebih damai dan lebih positif dalam mengelola utrusan-urusan masyarakat dan negara. Lailatul Qadar juga sebagai media belajar umat Islam membentuk diri menjadi manusia utuh, sadar, kebersamaan dan tercerahkan dalam bertingkah laku positif, khususnya dalam konteks kebangsaan yang identik dengan beragam perbedaan. Sikap menjaga bersama dan saling mengawal NKRI sebagai negara-bangsa menjadi komitmen kuat memperjuangkan kerukunan, kedamaian, dan keharmonisan di bumi Indonesia. (*/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Suarakan Lagu Perlawanan terhadap Berita Hoax

Mini album ”Bad Mantra Ep Showcase” mengawali perjalanan Band Indie asal Semarang, Olly Oxen. Lagu ini menyuarakan tentang protes atau perlawanan terhadap berita-berita hoax...

Nyeri Lutut, Posisi Semrawut

Tanya dr Andi: RADARSEMARANG.COM - Lutut saya sering sakit, katanya kurang oli di sendi lutut dan ada pengapuran. Saya seorang istri usia 47 tahun. Untuk...

Dianiaya, Dibuang di JLS, Tewas Tertabrak Truk

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Teka – teki mengenai penemuan mayat di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. Mayat tersebut ternyata korban penganiayaan...

Jika Aplikatif, Gubernur Siap Beli Jaring Apollo

PEKALONGAN–Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mendorong para kreator dan inovator untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Sehingga hasil kreasinya, tidak hanya menjadi prototipe untuk memenuhi perpustakan...

Di Lereng Merapi, Jadi Sekolah Siaga Bencana

RADARSEMARANG.COM, SLEMAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyiapkan 46 sekolah siaga bencana. Tujuannya, membekali para guru dan siswa-siswi ilmu mitigasi. Harapannya, jika...

Perlindungan Hukum Penumpang Taksi Online

Ibu Dini S Purwono yang saya hormati. Saya adalah konsumen setia taksi online. Saya pernah membaca, beberapa kali ada kasus penumpang taksi online yang...