33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Lailatul Qadar dan Tanggungjawab Kebangsaan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

PUASA dikenal sebagai ibadah yang sangat personal, tidak ada orang lain mengetahui hakekat dan kualitasnya kecuali Allah. Apalagi jika dilihat dari aspek moral sebagai pengejawantahan pengendalian diri, puasa benar-benar ikhtiar mengelola nafsu untuk menjadi manusia yang unggul, sosok yang dicita-citakan al-Qur’an sebagai muttaqin, sosok unggul dan berkualitas. Berpuasa berarti mengelola diri sendiri, mengalahkan keinginan diri sendiri yang sesungguhnya lebih sulit daripada menundukkan orang lain. Maka, ketika Nabi menyebut melalui sebuah hadis seusai Perang Badar. “Kita baru menyelesaikan jihad kecil untuk menuju jihad besar, jihad melawan hawa nafsu.” Kemampuan mengelola hawa nafsu inilah yang pada gilirannya mengantarkan seseorang menggapai lailaltul qadar.

Sering orang menyebut lailatul qadar sebagai malam kemuliaan, sebagai malam yang agung karena malam diturunkannya al-Quran, juga malam yang lebih utama daripada seribu bulan, yang dipenuhi rahmat dan keberkahan hingga terbit fajar. Semua orang Islam mendambakan berjumpa dengan maloam yang memiliki lompatan kebaikan berlipat yang tak terhingga ini. Hal ini sangat wajar mengingat perjumpaan dengannya berkualitas ibadah yang lebih baik dari 83 tahun beribadah biasa. Beribadah dan beramal saleh pada malam kemuliaan pahalanya jauh lebih besar dan lebih baik daripada beribadah dan beramal saleh dalam seribu bulan yang tidak menjumpai lailatul qadar.

Menjadi orang yang berkualitas adalah sebuah proses panjang, yang melalui tahapan-tahapan ritual dan penghayatan yang berkualitas pula. Demikian pula untuk mendapatkan kemuliaan tidak dapat diperoleh dengan spontan tanpa kekuatan andasan dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan bekal menjalani kehidupan di akhirat. Dengan melaksanakan praktik-praktik ibadah secara maksimal di bulan Ramadan, sesungguhnya seseorang telah memulai mencapaian lailatul qadar. Karena mempersiapkan diri menjadi insan yang unggul dengan kualitas yang berlipat.

Setidaknya ada empat aspek yang menggambarkan manusia berkualitas, yang disarikan dari pemaknaan terhadap al-Qur’an. Empat hal itu adalah kualitas iman, ilmu pengetahuan, kualitas amal saleh, dan kualitas sosial. Seseorang yang memiliki kualitas iman yang unggul, akan memperlihatkan kualitas perilaku, kualitas wawasan, kualitas amal salah, dan kualitas sosialnya dengan penuh ketulusan dalam setiap ranah kehidupan pribadi maupun kehidupan masyarakat luas. Manusia akan berperilaku, bekerja, dan bermasyarakat sesuai dengan fitrah kejadiannya yang condong kepada kebenaran dan kedamaian. Manusia berkualitas akan berjuang melawan penindasan, tirani, dan tidak membiarkan kediktatoran atau tindakan sewenang-wenang. Karena imam memberikan pula kedamaian jiwa, kedaimaian berperilaku, dan kedamaian amal saleh.

Makna lailatul qadar dalam realitas keseharian adalah menghadirkan pribadi yang berkualitas dengan juga mengorientasikan ibadah hanya kepada Allah dan melakukannya dengan prinsip-prinsip kerja sistematis, terencana, cerdas, yang menggabungkan olah pikir, olah raga dan olah jiwa. Seseorang yang bekerja misalnya, mulai dari nol bekerja keras setiap hari berangkat pagi pulang sore bahkan malam, bekerja bertahun-tahun, ia akan mendapatkan hasil dari kerjanya. Namun, dengan semangat lailatul qadar, satu malam lebih baik dari seribu bulan, ia akan melakukan pekerjaannya dengan stategi, semangat dan komitmen lompatan hasil pekerjaan untuk hasil yang lebih produktif dan berkualitas. Dalam hal belajar, semangat lailatul qadar dapat memompa rasa ingin tahu yang mendalam terhadap ilmu, berdoa dengan penuh keyakinan dan iktiar dengan tenaga dan pikir maksimal, tentu akan mendapatkan oengetahuan, wawasan, skill dan hasil yang lebih optimal.

Mendapat lailatul qadar bagi putra dan putri negeri ini berarti adanya perubahan sikap dan perilaku, khususnya dalam membangun bangsa dn menghisinya dengan tindakan dan program-program yang maslahah, menjaga kerukunan hidup beragama dengan landasan etika al-Qu’ran. Lailatul qadar merupakan proses menjadi (becoming), menjadi lebih baik, lebih rukun, lebih santun, lebih damai dan lebih positif dalam mengelola utrusan-urusan masyarakat dan negara. Lailatul Qadar juga sebagai media belajar umat Islam membentuk diri menjadi manusia utuh, sadar, kebersamaan dan tercerahkan dalam bertingkah laku positif, khususnya dalam konteks kebangsaan yang identik dengan beragam perbedaan. Sikap menjaga bersama dan saling mengawal NKRI sebagai negara-bangsa menjadi komitmen kuat memperjuangkan kerukunan, kedamaian, dan keharmonisan di bumi Indonesia. (*/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PSHT dan RFC Bagi Takjil Ramadan

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA–Para Pendekar Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan komunitas RFC mengadakan bakti sosial pembagian takjil, Minggu sore (3/6) kemarin. Mereka membagikan ratusan...

Sejak SD Sudah Suka Klakson Telolet

James Destino Vito Nugroho, sejak masih duduk di bangku SMP, menyukai bunyi klakson angkutan truk dan bus. Kesukaan itu mengantarkannya menyukai desain berbagai otobus....

Eksplorasi Ranting di Zaman Now

“NAAAH ini dia, kayaknya ranting ini oke juga jika dibuat menjadi karya seni,” gumam Ayu sambil matanya langsung berbinar begitu mengamati ranting kayu yang...

Dorong Perbesar Alokasi Kredit Produktif

SEMARANG - Bank Jateng didesak mendukung ketentuan Bank Indonesia (BI) supaya memperbesar alokasi kredit produktifnya. Bank sentral tersebut memberi skema komposisi 60:40. Untuk penyaluran...

Seribu Calon Jamaah Umrah Tertipu

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Jumlah calon jamaah umrah yang menjadi korban penipuan penyedia jasa biro umrah Hannien Tour and Travel membengkak. Dari awalnya hanya 400...

Gadis Diperkosa Bergilir 6 Pemuda

RADARSEMARANG.COM, BREBES –  Seorang gadis berumur 21 tahun diperkosa oleh enam remaja yang sedang pesta minuman keras. Berlokasi di lapangan sepak bola di Desa...