Hukum Menikah di Bulan Ramadan

878

Assalamu’alaikum Bapak Kyai Ahmad Izzuddin yang saya hormati, Saya ingin bertanya apa hukumnya melaksanakan pernikahan di bulan Ramadhan ? Mohon penjelasannya . Terimakasih.

Rizky 089685272373

Waalaikumussalam Warahmatulullah Bapak Rizky yang saya hormati dan dimuliakan Allah. Pernikahan atau nikah dalam Islam dapat dikaitkan sebagai Ijab Qobul. Ijab Qobul atau akad nikah adalah kegiatan yang mengharuskan hubungan antar sepasang manusia untuk mengucapkan kata-kata yang ditujukan untuk pernikahan, sesuai dengan aturan agama Islam. Allah menjadikan manusia itu saling berpasangan, menghalalkan pernikahan dan mengharamkan zina.

Pada dasarnya, menurut syari’at Islam menikah itu tidak pernah ada hubungannya dengan masalah waktu. Namun masih ada sebagian di masyarakat kita yang masih membawa kepercayaan nenek moyang dan adat istiadat setempat. Merujuk pendapat Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, tidak terdapat larangan syari’at untuk menikah di bulan Ramadan disebabkan posisi bulan ini sebagai bulan Ramadhan. Tidak juga terlarang di bulan-bulan lainnya. Bahkan menikah itu dibolehkan di hari apa saja sepanjang tahun.

Akan tetapi orang yang berpuasa di bulan Ramadan wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Karena itu jika mampu menahan diri dan tidak ditakutkan akan melakukan hal-hal yang dapat merusak puasanya, maka boleh saja menikah di bulan Ramadhan. Yang umum terjadi, seringnya orang yang ingin memulai kehidupan rumah tangga di bulan Ramadhan, tidak mampu bersabar untuk tidak mendatangi istri yang baru dinikahinya di sepanjang siang. Sehingga dikhawatirkan akan terjatuh pada hal-hal yang diharamkan dan melanggar kehormatan bulan yang mulia ini. Kemudian bisa saja melakukan dosa besar, disampng itu wajib mengganti puasa yang ditinggalkan dan membayar kaffarah yang berat, yakni memerdekakan budak dan sebagainya.

Jika khawatir tidak akan mampu menguasai dirinya terhadap hal-hal yang merusak bulan Ramadhan baiknya menunda pernikahannya hingga setelah Ramadhan. Ada dua catatan yang perlu diperhatikan bagi mereka yang ingin menikah di bulan Ramadan. Pertama, tidak boleh diyakini bahwa menikah di  bulan Ramadhan memiliki nilai keutamaan khusus dibandingkan bulan lannya, kecuali jika di sana ada dalil yang menyebutkan keutamaan khusus menikah di bulan Ramadhan. Kedua, pasangan suami istri yang menikah di bulan Ramadhan harus bisa memastikan bahwa mereka tidak akan membatalkan puasa melalui jalur syahwat, dalam bentuk hubungan badan atau mengeluarkan mani dengan melakukan mukadimah jima’. Karena mengeluarkan mani dengan sengaja, termasuk membatalkan puasa. Demikian jawaban dari saya, Allahu A’lam, semoga ada manfaatnya dan barokah. Amiin. (*/smu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here