Gandeng Psikolog Profesional, Berikan Solusi dengan Gratis

Mahasiswa Psikologi Unissula Ciptakan Aplikasi Android Antigalau

PAMERKAN HASIL KARYA: Nurlita Wijayanti (tengah) memamerkan Aplikasi Android Lift Up yang mereka buat. (IST)
PAMERKAN HASIL KARYA: Nurlita Wijayanti (tengah) memamerkan Aplikasi Android Lift Up yang mereka buat. (IST)

Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Unissula) menciptakan Aplikasi Android Lift Up. Yakni, aplikasi yang berisi tentang informasi dan prevensi kesehatan mental yakni stres, cemas, depresi yang bisa menjauhkan penggunanya dari kegalauan. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

APLIKASI Android Lift Up sengaja dikembangkan mahasiswa Unissula setelah melihat kecenderungan masyarakat yang dimudahkan akses internet. Akibatnya, khususnya para remaja saat ini bisa dibilang tak pernah lepas dari gadget. Efek negatifnya dari perkembangan teknologi ini, membuat generasi muda sekarang lebih apatis dengan lingkungan sekitar. Bahkan kalau ada masalah mereka lebih suka curhat di media sosial (medsos) dibandingkan bercerita dengan teman sebaya ataupun orang tua.

Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua Tim Pembuat Aplikasi Android Lift Up, Nurlita Wijayanti. Dalam mengembangkan aplikasi tersebut, dirinya tidak sendiri, tapi bersama Fikri Tahta Nurul Fiqih, Rusmal Firmansyah, dan Moh Rifky Anugrah Pratama. Karena aplikasi tersebut bagian dari pengembangan Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) yang mendapatkan dana pengembangan dari Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), tim tersebut didampingi juga oleh dosen pembimbing Retno Setyaningsih.

Timnya, kata Nurlita, menganalisis bahwa curhat di media sosial, tidak mendapatkan solusi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah. Kebanyakan hanya akan mendapatkan feedback (umpan balik) berupa like atau komentar yang tidak solutif. Oleh karena itu, perlu adanya wadah yang sesuai dengan kebutuhannya. ”Karena itulah, Aplikasi Android Lift Up ini dibuat sebagai wadah curhat. Dan pengguna aplikasi bisa langsung mendapatkan feedback dan masukan yang solutif dari permasalahannya,” jelasnya.

Untuk bisa memberikan feedback yang solutif tersebut, pihaknya bekerja sama dengan dosen-dosen di lingkungan Fakultas Psikologi Unissula. Tapi kerja sama tersebut dalam program ini, sifatnya sukarela. Meski begitu, konsultasi diberikan oleh psikolog dan konselor yang sudah profesional. ”Saat ini, Aplikasi Android Lift Up sudah bisa diunduh secara gratis di Playstore secara gratis,” tuturnya.

Kini dengan aplikasi tersebut, bisa memfasilitasi masyarakat, khususnya para remaja dihubungkan dengan para psikolog langsung, dalam mengatasi persoalan hidupnya. Hal ini sekaligus bagian dari sosialisasi di tengah masyarakat yang selama ini minim informasi tentang psikolog. ”Soalnya yang ada di dalam benak mereka, psikolog itu mahal. Karena itulah, kami membuka peluang agar masyarakat dan remaja dapat berkonsultasi secara langsung sebagai upaya preventif dalam membangun kesehatan mental,” bebernya.

Moh Rifky Anugrah Pratama menambahkan bahwa aplikasi yang mereka buat punya fitur unik yang mampu mendeteksi emosi serta mampu menghadirkan psikolog secara nyata melalui media yang ada. Sampai saat ini, sudah ada 458 user atau pengguna Aplikasi Android Lift Up ini.

”Kami juga melakukan promosi secara online dan offline ke sekolah-sekolah. Selain promosi, kami juga mengadakan seminar dan pelatihan bertemakan kesehatan mental. Alhamdulillah respons para user sangat positif. Sebagian besar pengguna mengaku lebih tenang setelah berkonsultasi,” imbuhnya.

Dirinya berharap dengan aplikasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membangun kesehatan mental. Pihaknya berharap, project ini bisa dikembangkan agar bermanfaat bagi masyarakat. ”Setelah dikembangkan, kami ingin aplikasi ini lebih berguna untuk masyarakat luas,” tambahnya. (*/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here