Disukai karena Unik dan Banyak Aliran

Modifikasi Custom yang Sedang Hits

1631
KLASIK : Motor Royal Enfield tipe Classic Battle Green yang dipoles dengan sentuhan custom garapan bengkel Jabrique Custom Garage. (Foto-foto : Ricky Fitriyanto/jawa pos radar semarang)
KLASIK : Motor Royal Enfield tipe Classic Battle Green yang dipoles dengan sentuhan custom garapan bengkel Jabrique Custom Garage. (Foto-foto : Ricky Fitriyanto/jawa pos radar semarang)

Modifikasi bergaya custom makin digemari para penghobi otomotif. Dengan modifikasi ini, tunggangan roda dua bisa “disulap” jauh berbeda dengan motor keluaran pabrik. Modif custom juga memiliki banyak aliran. Pemilik motor bebas memilih aliran yang disukai.

RIAN Hari Irawan, pemilik bengkel Jabrique Custom Garage mengatakan aliran yang banyak disukai diantaranya Japstyle, Cafe Racer, Street Cub, Bobber, Chopper, hingga Street Tracker. Modifikasi gaya Japstyle misalnya biasa dilakukan pada motor sport bergaya Jepang. “Japstyle hampir seperti Café Racer, bedanya tanpa fairing seperti buntut tawon di belakang,” kata pria yang akrab dipanggil Rian Jabrik ini.

Sementara Bobber biasa dikenali dengan ban ukuran besar. Adapun modif bergaya Street Cub biasa diterapkan pada motor bebek seperti Honda C70, C800, Astrea Star, Astrea Prima, Astrea Grand, hingga motor Tiongkok, Jialing.

Rian menambahkan ciri modifikasi custom adalah mengubah body secara keseluruhan. “Intinya bentuk standarnya sudah hilang semua. Ban dan velg diganti, termasuk rangka, hingga aksesoris. Beda gaya modifikasi, beda pula penampilannya,” ujarnya saat ditemui di bengkelnya di Jalan Kumudasmoro Selatan No 30 Semarang.

Dia mencontohkan modif bebek Street Cub biasanya dilakukan dengan mengubah tempat duduk menjadi single jok. Ban dan velg diganti yang diameternya besar. Setang dan mesin pun tak luput dirombak. “Mesin biasanya di bore up sedikit karena butuh tenaga lebih untuk memutar ban besar,” katanya.

Keunggulan modifikasi custom adalah keunikannya. Sebab setiap pernik dan aksesoris motor kerap dibuat secara handmade. Tidak asal beli lantas dipasang. “Ini memadukan teknik mesin dan seni rupa,” ujar Rian yang awak bengkelnya terdiri dari ahli mesin hingga praktisi seni rupa ini.

Sentuhan seni diantaranya dilakukan dengan engraving metal dan grafir di blok mesin. Blok mesin yang semula polos “diukir” sehingga memunculkan kesan garang. Motif yang ditorehkan biasanya tribal, lidah api, atau tengkorak. “Gambarnya kita cari dari internet atau sesuai keinginan klien,” paparnya.

Untuk motor sport, yang dimodifikasi sebagian besar berbasis Honda GL, CB. Megapro, hingga Honda Tiger. Menurutnya banyak klien yang menginginkan motor sport nya disulap bergaya Bobber dengan tangki yang dibuat sendiri.

Jabrique Custom Garage juga memodifikasi sebuah motor Royal Enfield tipe Classic Battle Green. Bentuk klasik motor tersebut dipertahankan, hanya diberi beberapa sentuhan agar lebih garang. Yang paling mencolok penggantian jok menjadi single seater yang dihiasi engraving leather dengan motif tengkorak.

Setang dan knalpot juga diganti. Sementara lampu sein diganti yang berukuran kecil. Motor berwarna hijau tersebut dimodif dengan tema Nazi, ala tunggangan tentara Jerman saat Perang Dunia II. Emblem Nazi ditempel di spatbor belakang. Sedangkan di spatbor depan dipasang ornamen bertuliskan tahun 1955.

Rian mengungkapkan, biaya modifikasi custom bervariasi, tergantung tingkat kesulitan dan onderdil yang digunakan. Biaya modif gaya Street Cub misalnya mencapai Rp 5-8 juta. Sedangkan gaya Bobber bisa mencapai Rp 10 juta. “Biasanya klien melakukan modifikasi secara bertahap, menyesuaikan isi kantong,” tandasnya. (ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here