Bertekad Ciptakan Sumber Daya Tangguh

919
Esti Widyandasari
Esti Widyandasari

Memiliki background pendidikan di bidang psikologi membuat Esti Widyandasari terjun di dunia sumber daya manusia. Istri dari Ariwan Ardianto ini punya riwayat pekerjaan sebagai Manager HRD di beberapa perushaan yang ada di Indonesia.

PENGALAMAN itulah yang menarik dia membuat perushaan yang bekerja mencetak sumber daya manusia handal di dunia kerja dengan mendirikan PT Deta Sukses Makmur yang terletak di Jalan Lampersari Raya No 12 C Semarang. Perusahaan itu bergerak di bidang penyedia tenaga kerja outsourcing sejak 2005 silam.

Baca Juga :

Ditemui Jawa Pos Radar Semarang, ia mengaku tergerak mengembangkan manusia yang siap kerja dan memiliki karakter kuat berupa soft skill maupun hard skill. Baginya dengan sumber daya manusia yang kuat nantinya akan bisa mengurangi pengangguran ataupun bisa bersaing dengan tenaga kerja asing. “Saya sudah terjun di dunia HRD sejak tahun 1996. Banyak pengalaman yang saya dapat. Sayangnya banyak masyarakat yang belum bisa memanfaatkan peluang yang ada sehingga banyak sekali pengangguran,” katanya.

Wanita kelahiran Semarang, 2 September 1971 ini menjelaskan, banyaknya pengangguran saat ini lantaran ada perbedaan dengan generasi sebelumnya atau generasi X yang sudah bekerja dan duduk sebagai manager ataupun pemimpin perushaan. Sementara generasi yang saat ini sedang mencari petualangan di dunia kerja adalah generasi Y yang dibesarkan dengan kemudahan teknologi. “Mereka (generasi Y) cenderung generasi yang lebih menginginkan kemudahan dan mencari sesuatu yang instan. Sehingga hal ini harus diubah, belum lagi dengan generasi Z yang saat ini sedang menimba ilmu,” tuturnya.

Ia mengambil contoh sumber daya manusia yang lahir pada generasi Y lebih sering berpindah-pindah kerja karena menganggap dunia kerja lebih banyak. Sayangnya banyak dari mereka yang belum siap terutama dengan tantangan budaya dan teknologi yang lebih dimudahkan dibandingkan generasi sebelumnya. “Generasi ini harus punya motivasi dan tujuan yang lebih jelas. Perlu adanya pengembangan karakter guna membangun karier agar bisa fokus ke karier. Pengembangan softskill pun perlu dilakukan agar bisa bersaing dengan dunia luar, misalnya faktor bahasa dan lainnya,” jelasnya.

Karena alasan itulah ibu dari Taffara Rach Ardy dan Defi Luthifka Arsyanda ini punya visi untuk¬† menciptakan manusia Indonesia yang tangguh dan memiliki daya saing. Bahkan perusahaan yang ia dirikan punya tagline ‘we build people, not just hire‘. Ia percaya jika kesejahteraan dan keterkaitan antara karyawan dan perusahaan adalah kunci dari produktivitas. “Kesejahteraan bukan berarti memenuhi segala ‘keinginan’ karyawan, tetapi memenuhi kebutuhan dasar materi dan spiritual karyawan,” bebernya.

Menurutnya  tentang pemenuhan keinginan karyawan, mereka harus mencari dan mengusahakannya sendiri melalui prestasi, mengejar karier hingga top level dan mengasah skill,

knowledge, attitude. Dengan demikian antara karyawan dan perusahaan bisa bertumbuh bersama. “Jadi perusahaan juga tidak boleh egois, karyawan pun sama. Keduanya harus melakukan pengembangan berupa pelatihan agar kualitas karyawannya juga mumpuni,” ujarnya

Baginya mendirikan perusahaan di bidang outsourcing tersebut adalah salah satu cara memberikan jalan bekerja bagi orang lain. Apalagi perusahaan yang ia dirikan membangun orang dari berbagai sisi sumber daya manusia yang dibutuhkan di dunia kerja. “Banyak sukanya daripada dukanya, yakni membangun karakter memberikan inside terhadap pembangunan sumber daya manusia yang ada di Indonesia sehingga bisa mengurangi pengangguran,” ujarnya bangga.

Ke depan Esti punya obsesi lebih, yakni ingin membangun pabrik manusia dalam arti mencetak karakter yang tangguh dan siap kerja. “Perusahaan saya saat ini juga punya lembaga pelatihan kerja di perhotelan dan kapal pesiar, ke depannya tentu akan dikembangkan lebih baik lagi agar menjangkau kalangan yang lebih luas,” tutupnya. (adennyar wycaksono/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here