33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Kuota Kurang, Digelar PPDB Tahap II

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah akan menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahap II. Pasalnya, kuota peserta didik baru sejumlah SMA/SMK negeri belum terpenuhi. Namun secara makro, pelaksanaan PPDB online pertama dinilai lancar dengan tidak adanya kendala teknis yang berarti.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Gatot B Hastowo, mengatakan, PPDB online gelombang II rencananya akan dimulai pada hari yang sama dengan pengumuman hasil tahap I, yakni Senin (19/6) hingga Selasa (20/6) tepat pukul 10.00. Hal ini dilakukan sebagai langkah pemenuhan jumlah kuota penerimaan SMA/SMK yang belum tercapai.

”Nanti setelah pengumuman hasil PPDB online tahap I sudah bisa diakses mulai pukul 00.01, jam 10.00 pagi kita mulai buka PPDB online tahap II. Ini dilakukan sebab masih ada kuota yang belum terpenuhi. Misalnya, di Magelang, ada satu sekolah yang kelas MIPA-nya memiliki daya tampung 128 siswa, tapi baru terisi 60,” ungkap Gatot saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (16/6).

Nantinya, sejumlah sistem saat PPDB online pertama akan dihilangkan, sehingga siswa mendaftar murni menggunakan SHUN atau NEM saja. Sistem rayonisasi, penambahan nilai untuk siswa dengan kondisi tertentu akan dihilangkan, sehingga diharap PPDB online kedua akan menutup kekurangan kuota tersebut.

”Yang pasti kami terbuka kepada masyarakat bahwa masih ada sejumlah kuota yang belum terisi. Ini juga menjadi evaluasi bagi kami, kok bisa sampai terjadi sisa kuota, mengingat ini pelaksaan pertama oleh kami,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gatot juga menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah terkait keluhan orang tua siswa terhadap penambahan poin pendaftar yang melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang dinilai tidak fair karena menggeser siswa dengan NEM murni saja.

Gatot mengatakan, pihaknya tidak bisa menyalahkan siapa pun, termasuk camat yang mengeluarkan SKTM. Sebab, dalam Permendikbud sudah jelas bahwa dalam penerimaan siswa baru diberikan kuota khusus minimal 20 persen. ”Berdasarkan Permendikbud  pasal 16 ayat 1 itu harus ada kuota miskin paling sedikit 20 persen. Itu paling sedikit ya berarti tidak boleh ditambah lagi,” kata dia.

Namun, dirinya menyayangkan oknum orang tua siswa maupun calon siswa yang membawa SKTM, padahal sebetulnya dirinya mampu. Agaknya Gatot mengamini beberapa orang tua yang memalsukan data diri dan secara sengaja menggunakan SKTM untuk mendapat tambahan nilai.

”Yang pasti, mulai penutupan kemarin saya telah instruksikan kepada sekolah-sekolah untuk membentuk tim verifikasi agar mendatangi dan cek langsung. Jika sampai terbukti sanksinya sudah jelas dalam pasal 16 ayat (3) Permendikbud Nomor 17 tahun 2017,” paparnya.

Sementara berdasarkan data saat ini, persentase secara kumulatif se-Jawa Tengah calon peserta didik dari keluarga miskin untuk SMA Negeri sebanyak 10.076 (8,24 persen) dari total daya tampung yang tersedia 112.792 orang. Sedangkan, SMK Negeri sebanyak 12.777 (12,24 persen) dari total daya tampung 98.100 orang. ”Dengan data tersebut, terlihat bahwa persebaran calon peserta didik dari keluarga miskin kurang merata. Sehingga, dengan alasan tersebut, Disdikbud Provinsi Jateng segera melakukan persiapan kaitannya dengan pelaksanaan PPDB online tahap II,” katanya. (tsa/adv/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gus Yusuf Tunggu Putusan DPP

"Kami mengapresiasi tawaran tersebut. Artinya, ada perhatian pada PKB, bukan pribadi saya. Saya serahkan prosesnya kepada DPP." KH Yusuf Chudlori - Ketua DPW PKB Jateng RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Koalisi...

50 Penyapu Jalan Buka Bersama

SEMARANG - Raut wajah lelah setelah seharian menyapu jalan dari ibu-ibu yang berprofesi menjadi penyapu jalanan di Kota Semarang hilang. Ya, sekitar 50 penyapu...

Empat Tokoh Akan Maju Jalur Independen

SEMARANG – Meski nuansa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 masih terasa adem ayem, ternyata sudah ada empat orang di Jateng yang diperkirakan akan maju...

Jadi MC karena Passion

NEELA Wijaya sudah 5 tahun menekuni profesi sebagai master of ceremony atau MC. Sebelumnya, ia pernah bekerja di sejumlah tempat. Namun karena passion, ia...

Diselundupkan Bareng Marerial

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan bukan isapan jempol. Personel gabungan Polres Pekalongan Kota bersama Kodim 0710 Pekalongan berhasil mengamankan narkotika...

Warga Desa Cepiring Geruduk Balai Desa 

KENDAL—Puluhan warga Desa Cepiring menggeruduk balai desa setempat, menuntut kejelasan pembayaran PBB. Pasalnya, mereka telah membayar melalui petugas desa, namun tidak dibayarkan. Sehingga warga...