33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Kuota Kurang, Digelar PPDB Tahap II

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah akan menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahap II. Pasalnya, kuota peserta didik baru sejumlah SMA/SMK negeri belum terpenuhi. Namun secara makro, pelaksanaan PPDB online pertama dinilai lancar dengan tidak adanya kendala teknis yang berarti.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Gatot B Hastowo, mengatakan, PPDB online gelombang II rencananya akan dimulai pada hari yang sama dengan pengumuman hasil tahap I, yakni Senin (19/6) hingga Selasa (20/6) tepat pukul 10.00. Hal ini dilakukan sebagai langkah pemenuhan jumlah kuota penerimaan SMA/SMK yang belum tercapai.

”Nanti setelah pengumuman hasil PPDB online tahap I sudah bisa diakses mulai pukul 00.01, jam 10.00 pagi kita mulai buka PPDB online tahap II. Ini dilakukan sebab masih ada kuota yang belum terpenuhi. Misalnya, di Magelang, ada satu sekolah yang kelas MIPA-nya memiliki daya tampung 128 siswa, tapi baru terisi 60,” ungkap Gatot saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (16/6).

Nantinya, sejumlah sistem saat PPDB online pertama akan dihilangkan, sehingga siswa mendaftar murni menggunakan SHUN atau NEM saja. Sistem rayonisasi, penambahan nilai untuk siswa dengan kondisi tertentu akan dihilangkan, sehingga diharap PPDB online kedua akan menutup kekurangan kuota tersebut.

”Yang pasti kami terbuka kepada masyarakat bahwa masih ada sejumlah kuota yang belum terisi. Ini juga menjadi evaluasi bagi kami, kok bisa sampai terjadi sisa kuota, mengingat ini pelaksaan pertama oleh kami,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gatot juga menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah terkait keluhan orang tua siswa terhadap penambahan poin pendaftar yang melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang dinilai tidak fair karena menggeser siswa dengan NEM murni saja.

Gatot mengatakan, pihaknya tidak bisa menyalahkan siapa pun, termasuk camat yang mengeluarkan SKTM. Sebab, dalam Permendikbud sudah jelas bahwa dalam penerimaan siswa baru diberikan kuota khusus minimal 20 persen. ”Berdasarkan Permendikbud  pasal 16 ayat 1 itu harus ada kuota miskin paling sedikit 20 persen. Itu paling sedikit ya berarti tidak boleh ditambah lagi,” kata dia.

Namun, dirinya menyayangkan oknum orang tua siswa maupun calon siswa yang membawa SKTM, padahal sebetulnya dirinya mampu. Agaknya Gatot mengamini beberapa orang tua yang memalsukan data diri dan secara sengaja menggunakan SKTM untuk mendapat tambahan nilai.

”Yang pasti, mulai penutupan kemarin saya telah instruksikan kepada sekolah-sekolah untuk membentuk tim verifikasi agar mendatangi dan cek langsung. Jika sampai terbukti sanksinya sudah jelas dalam pasal 16 ayat (3) Permendikbud Nomor 17 tahun 2017,” paparnya.

Sementara berdasarkan data saat ini, persentase secara kumulatif se-Jawa Tengah calon peserta didik dari keluarga miskin untuk SMA Negeri sebanyak 10.076 (8,24 persen) dari total daya tampung yang tersedia 112.792 orang. Sedangkan, SMK Negeri sebanyak 12.777 (12,24 persen) dari total daya tampung 98.100 orang. ”Dengan data tersebut, terlihat bahwa persebaran calon peserta didik dari keluarga miskin kurang merata. Sehingga, dengan alasan tersebut, Disdikbud Provinsi Jateng segera melakukan persiapan kaitannya dengan pelaksanaan PPDB online tahap II,” katanya. (tsa/adv/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Intensifkan Razia Miras

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Ribuan botol minuman keras (miras) hasil sitaan operasi pekat selama Ramadan dimusnahkan di halaman belakang Mapolres Demak. Tercatat ada 6.237 botol...

Pak Dirman : Korupsi Itu Budaya Kuno

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said menyatakan bahwa korupsi adalah budaya kuno dan pasti akan ditinggalkan. Di era informasi seperti saat ini, kejahatan...

Pemalsu Dokumen Semen Rembang Dilimpahkan

SEMARANG- Kepolisian Daerah (Polda) Jateng tengah menyelesaikan berkas satu orang dugaan pemalsuan ribuan tanda tangan penolakan pabrik semen di Rembang. Berkas yang sudah dinyatakan...

Lagi, Belasan Botol Miras Diamankan

WONOSOBO - Sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten wonosobo diperiksa personel dalmas Polres Wonosobo pada Minggu (21/5) malam. Dari operasi yang dipimpin oleh...

Uang Pelicin Diberikan Rutin

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Fakta baru terus bermunculan. Ternyata Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) memberikan uang percepatan atau pelicin kepada pegawai Kantor Agraria dan Tata...

Parpol Wajib Isi Data Sipol

UNGARAN – Menjelang pelaksanaan Pemilu serentak mendatang, seluruh partai politik (Parpol) wajib untuk mengisi data di sistem informasi parpol (Sipol). Hal itu dikatakan oleh...