33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Salat Hajat Berjamaah, Mujahadah hingga Dini Hari

Tradisi Sambut Malam Lailatul Qadar di Musala Al Fadhillah Pandean Lamper

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Ramadan adalah bulan istimewa bagi umat Islam. Tradisi keagamaan digelar secara khusyuk tak memandang waktu. Salah satunya tradisi menyambut malam Lailatul Qadar di Musala Al Fadhillah, Pandean Lamper, Gayamsari. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS 

RAMADAN sudah memasuki 10 hari terakhir. Saat itulah malam Lailatul Qadar diyakini datang, terutama di malam-malam ganjil. Biasanya, umat Islam akan semakin meningkatkan ibadah di malam hari. Seperti halnya yang dilakukan jamaah Musala Al Fadhillah Jalan Bintoro III, Pandean Lamper, Gayamsari, Semarang.

Hingga menjelang tengah malam, sejumlah warga tampak berkumpul di musala setempat. Terdengar lantunan ayat suci Alquran di speaker musala. Gemericik air wudu tak henti-hentinya mengalir. Orang bergantian untuk bersuci. Mereka menjaga tradisi menyambut datangnya malam Lailatur Qadar.

Para jamaah merapatkan barisan untuk melaksanakan salat Hajat berjamaah dan dilanjutkan dengan mujahadah Nihadul Mustaghfirin hingga dini hari. Tradisi tersebut telah menjadi aktivitas rutin sejak musala berdiri pada 1966.

”Kami mengajak agar senantiasa selalu tholabul ilmi (menuntut ilmu) dengan menghadiri berbagai majelis. Terlebih, pada bulan Ramadan,” kata pemimpin mujahadah, Zaenal Ulum Al Hafidz kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia mengajak kepada jamaah untuk melanggengkan amalan kebaikan setiap hari semampunya. Apalagi iklim politik yang terjadi di negeri ini kerap memanas, sehingga membuat masyarakat awam dengan mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang kurang bermanfaat. Maka di bulan berkah seperti ini, diharapkan bisa menahan hawa nafsu dan berlatih sikap tawaduk.

”Pesan yang selalu saya ingat dari guru kami KH Achmad Muhammad atau Gus Muh dan KH Abdurahman Chudlori adalah mengutamakan sikap tawaduk,” kata santri Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang ini.

Dijelaskannya, tradisi menyambut malam Lailatur Qadar di kampung tersebut selalu dijaga, terutama memasuki malam 21 Ramadan. ”Tradisi itu diisi dengan salat malam, yakni salat Hajat dan mujahadah,” ujarnya.

Salah satu warga, Giono, mengatakan, malam 21 Ramadan juga dimanfaatkan untuk khataman Quran bersama. Tradisi yang sudah melekat di masyarakat setempat selalu diikuti oleh puluhan warga. Tentu saja, aktivitas relegius warga kampung yang terletak di tengah Kota Semarang ini cukup menarik.

”Tidak hanya di bulan Ramadan, warga cukup antusias mengikuti kegiatan-kegiatan keagaman. Pada malam 27 Ramadan, kegiatan serupa digelar di Masjid Miftakhul Jannah (tak jauh dari musala tersebut),” katanya.

Dia mengaku bersyukur hidup di tengah-tengah masyarakat yang multikultur dan berbeda keyakinan. Tetapi, mampu hidup rukun, damai dan kondusif.

”Saat malam Jumat juga adanya tradisi Yasin dan Tahlil. Begitu juga pada Senin malam, warga tak lupa menggelar tradisi pembacaan maulid, lengkap dengan tabuhan rebana,” ujarnya. (*/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemeriksaan IVA Gratis, Minim Peserta

KAJEN – Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) gratis di Puskesmas Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jumat (15/12) kemarin, sepi peminat. Salah satu faktor, masih kurangnya...

Tujuh Jaksa Disiapkan Tuntut

MUNGKID—AMR, 16, tersangka pembunuhan terhadap rekannya sesama siswa SMA Taruna Nusantara (TN), Kresna Wahyu Nurachmad, 15, segera disidang. Penyidik kepolisian telah menyerahkan berkas pemeriksaan...

Kapolsek Secang jadi Dirigen, Warga Menangis Bahagia

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Keluarga besar si kembar Bagas-Bagus dan ratusan warga Dusun Sindas, Desa Pancuranmas, Kecamatan Secang Kabupaten Magelang, menyambut gembira kemenangan Tim Nasional U-16,...

7 Wilayah Rawan Bencana

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang diimbau untuk ikut melaksanakan kegiatan mitigasi bencana. Pasalnya, sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang termasuk rawan...

Ajari Anak Peduli Sosial

KENDAL - Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Kendal melakukan bakti sosial dengan pemberian bantuan uang ke ke Panti Wredha Rindang III, Bebengan, Kecamatan Boja....

Mencipta Iklim Kompetitif Peserta Didik

RADARSEMARANG.COM - Pelajaran IPS sangat penting bagi peserta didik. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang...