MAGELANG—Sebanyak lima pemandu lagu, satu pasangan tidak resmi suami-istri, berhasil diamankan Tim Gabungan Satpol PP Kota Magelang dan kepolisian dalam razia pekat, Kamis (15/6) kemarin. Razia menyasar rumah kos di wilayah Magelang Utara.

Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat, dan Perlindungan Masyarakat, OT Rostrianto, mengatakan, razia pekat diintensifkan di rumah-rumah yang dijadikan tempat kos. “Razia kami lakukan di daerah Magelang Utara, karena kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa tempat kos menjadi ajang minum miras dan mengganggu ketertiban umum,” tandas OT Rostrianto seusai razia.

Rostrianto mengatakan, saat razia, lima perempuan mengaku sebagai karyawati dan SPG. Namun, ketika diminta menunjukkan KTP, mereka tidak bisa menunjukkannya. “Kami pastikan, kelima perempuan itu adalah pemandu karaoke. Sedangkan dua lainnya, pasangan selingkuh saat di kos. Mereka tidak bisa menunjukkan KTP dengan alamat yang sama,” beber OT Rostrianto.

Mereka dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan dibina. Selain menyisir rumah kos di wilayah Magelang Utara, Satpol juga menyisir rumah-rumah kos di kawasan Magelang Selatan. Tepatnya, di daerah Tidar. Namun, saat didatangi, tidak ada satu pun penghuni rumah kos.

“Berdasarkan laporan warga, rumah kos milik salah satu purnawirawan polisi, sering digunakan untuk pesta miras dan ada perempuan di sana. Saat kami ke sana, tidak ada penghuni. Namun, kami menemukan lima botol miras bekas yang sudah dikonsumsi.”

Satpol memberi peringatan kepada pemilik kos agar tidak menjadikan bisnis rumah kos mereka menjadi sarang pemandu karaoke dan lokasi pesta miras. “Kami langsung tegur pemilik. Kami juga sudah memperingatkan jika masih melanggar, maka izin rumah kos bisa kami cabut dan tindak.” (cr3/isk)