33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Pancasila Jangan Diperlakukan seperti Jimat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jateng Bambang Sadono mendukung pembentukan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP). Pembentukan organisasi ini menurutnya telah sesuai dengan rekomendasi dari Badan Pengkajian MPR RI yang dipimpinnya.

Menurutnya UKP PIP ini mirip dengan Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) pada masa Orde Baru. Tetapi yang paling penting, Pancasila jangan diperlakukan sama halnya dengan jimat.

”Kalau memperlakukan Pancasila seperti jimat, begitu mengaku dirinya Pancasila sudah merasa lebih baik dibandingkan yang lain. Tidak cukup misalnya, saya Bambang Sadono, Saya Indonesia, Saya Pancasila tetapi juga harus diamalkan,” kata Bambang Sadono saat acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di kantor DPD I Partai Golkar Jateng, Kamis (15/6).

Pancasila lanjutnya, harus dimengerti, dipahami, dihayati dan diamalkan. Persoalannya saat ini orang tidak tahu Pancasila itu apa tetapi justru mengamalkannya. Sebaliknya, ada orang tahu Pancasila tapi tidak mengamalkannya. ”Pancasila itu bukan orangnya tetapi perbuatannya,” tambahnya.

Ia kurang sepakat jika pembentukan UKP PIP yang dipimpin Yudi Latief tugasnya membumikan Pancasila. Jika tugasnya seperti itu menganggap Pancasila seolah-olah berada di langit, padahal Pancasila ada di tengah-tengah masyarakat.

Menurutnya Bung Karno saat berpidato pada 1 Juni 1945 di depan BPUPKI menyatakan, Pancasila bukan dikarang oleh orang pintar, dibuat oleh pemimpin tetapi digali dari Bumi Indonesia.

Lalu apa yang membuktikan jika Pancasila itu digali dari bumi pertiwi Indonesia. Menurut Bung Karno, kalau Pancasila diperas dan diperas lagi menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong.

Gotong royong merupakan budaya asli Indonesia yang terdapat di seluruh daerah di nusantara. ”Tetapi nilai-nilai itu sekarang mulai luntur dan orang lebih mengutamakan materi. Seperti halnya fenomena money politics di dunia politik,” katanya. (ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Brayan Gotong Royong Dilaunching

PEKALONGAN – Untuk menggugah masyarakat agar selalu bergotong royong, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) melaunching program 'Brayan...

Kesultanan Demak Jadi Spirit Muhammadiyah

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Kejayaan Kesultanan Demak menjadi salah satu spirit perjuangan Islam bagi organisasi keagamaan Muhammadiyah di Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr...

Langgar Lalin, Kaum Difable Ditilang

UNGARAN–Penertiban pengguna jalan di Kabupaten Semarang semakin tidak pandang bulu. Baik itu pengguna kendaraan yang normal maupun difable. Menyusul diterbitkannya SIM (Surat Izin Mengemudi)...

Harga Daging Ayam Mulai Melambung

TEMANGGUNG—Dua pekan menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, harga daging ayam di tingkat pasar tradisional di Kabupaten Temanggung, mengalami kenaikan. Suratimah, pegadang daging ayam di...

Optimistis Bisa Bersaing

KENDAL - Prestasi SD Negeri 2 Jotang Kendal Kota setiap tahun terus mengalami peningkatan baik akademik maupun non akademik. Salah satu kunci meraih kesuksesan...

Pastikan Hak Pilih Tak Hilang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PDDP) menyambangi rumah dinas Gubernur Jateng, Puri Gedeh, Jalan Gubernur Budiono, Gajahmungkur, Semarang untuk melakukan pencocokan dan...