33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Menolak Dioperasi Agar Tetap Bisa Kerja

Penyandang Penyakit Langka, Habdi Ahwadin, Tubuhnya Ditumbuhi Kutil

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

HABDI Ahwadin, 51, warga Kampung Mertosari, Kelurahan Selomerto, Kecamatan Selomerto, terserang penyakit cukup langka yang disebabkan virus papiloma. Sekujur tubuhnya, mulai dari ujung kepala sampai kaki ditumbuhi kutil. Bahkan, benjolan di kakinya sampai sebesar buah kelapa.

Walau demikian kondisinya, Habdi tetap tidak minder. Ia tetap bekerja keras menafkahi keluarga dengan bekerja serabutan. Sampai sejauh ini ia masih mampu menafkahi istri dan ketiga anaknya.

Saat akan dioperasi atas bantuan pemerintah, ia memilih menolak. Alasannya, ia tak mau jadi beban keluarga usai menjalani operasi. Sebab, desas desus yang didengarnya dari tetangga, operasi yang dimaksud sampai pada tindakan amputasi kaki. “Banyak yang bilang kalau dioperasi risikonya seperti itu, jadi saya memilih menolak,” tutur Habdi kepada rombongan komunitas Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI) Wonosobo yang mengunjunginya, Kamis (15/6).

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Selomerto Tri Astuti menjelaskan, rencana operasi sedianya dijadwalkan pada pertengahan Mei lalu. Habdi terdaftar sebagai penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Selain itu, Habdi juga telah menerima dana asistensi sosial setiap bulan. “Semua berkas yang dipersyaratkan untuk operasi sudah siap, dan diagnosa dari dokter Rumah Sakit Margono pun telah dikantongi, namun Habdi memilih tidak berangkat,” terangnya.

Ternyata, keputusan Habdi untuk tidak menjalani operasi juga mendapat dukungan sang istri, Anik Usmah, 38, dan ketiga anaknya. Sebab, Habdi masih diandalkan sebagai tulang punggung keluarga.

Anik membeberkan, kendati dengan kondisi seperti itu, tenaga Habdi terus dibutuhkan warga sekitar. Walau hasil hariannya tak seberapa, namun itu cukup untuk memenuhi keperluan harian.

Yang Anik kagumi dari suaminya ialah Habdi tak pernah minder dengan kondisi tubuhnya. Habdi selalu terlihat semangat ketika hendak berangkat bekerja. Adapun ketiga anaknya, tak pernah mempersoalkan kondisi ayahnya. Mereka telah menerima keadaan ayahnya dengan lapang dada.

“Mereka (anak anak) tumbuh sehat dan normal. Mujiyati sekarang sudah bekerja, Wawan mau masuk SMP, dan Agus masih di kelas 4 SD,” urai Anik.

Penasehat AABI Wonosobo Agus Purnomo mengaku sangat prihatin dengan kondisi Habdi. Selain untuk memberikan bantuan pendukung hidup sehari-hari, kedatangan mereka juga untuk menyemangati.

“Pak Habdi Ahwadin ini layak menjadi teladan bagi kita, karena meski secara fisik terlihat demikian, beliau tidak pernah merasa rendah diri atau minder,serta tetap semangat mencari rizki halal,” tutur Agus. (cr2/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...