JENGUK TEMAN: Petugas Unit Satwa Sabhara Polrestabes Semarang bersama petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang menunjukkan obat batuk yang dibaaw ADP dan DST. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JENGUK TEMAN: Petugas Unit Satwa Sabhara Polrestabes Semarang bersama petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang menunjukkan obat batuk yang dibaaw ADP dan DST. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Hanya karena kedapatan membawa dua kotak produk obat batuk Komix, dua pelajar kelas 2 SMK swasta di Semarang yakni ADP dan DST, 17, harus ditahan untuk diinterogasi oleh 6 tim Unit Satwa Sabhara Polrestabes Semarang bersama petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang bagian pengawal tahanan. Keduanya diamankan di pembatas ruang tahanan Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (15/6).

Saat diinterogasi, ADP dan DST mengaku kedatangannya ingin menjenguk sahabatnya Iwayan yang terjerat kasus pencurian di dalam tahanan PN Semarang. Keduanya lantas memberikan uang Rp 100 ribu sebagai bentuk tali persahabatan karena rekannya ditahan. Namun seketika itu, temannya Iwayan yang masih di dalam tahanan meminta tolong agar dibelikan Komix.

”Disuruh beli teman, untuk apa nggak paham. Kedatangan kami cuma mau jenguk teman. Kami kasihkan lewat pojok ruang tahanan, memang nggak lewat petugas, soalnya saya nggak paham caranya jenguk,” kata keduanya bergantian.

Sementara itu, Iwayan mengaku diberi uang Rp 100 ribu oleh kedua sahabatnya tersebut. Namun karena mayoritas teman di dalam tahanan PN Semarang meminta tolong untuk dibelikan Komix, akhirnya Rp 50 ribu kembali diserahkan kedua sahabatnya (Aditya dan Dandit, Red) untuk dibelikan Komix.

”Mereka (Aditya dan Dandit, Red) datang cuma mau menjenguk, saya minta belikan Komix untuk penghangat tubuh dan obat selama di Lapas, toh awalnya yang minta teman-teman di tahanan,” ungkapnya.

Terpisah, Unit Satwa Sabhara Polrestabes Semarang, Bripka Edy Kusno mengatakan, keduanya diamankan dirinya bersama 6 timnya saat akan memasukkan obat Komix ke dalam tahanan PN Semarang untuk sahabatnya, melalui pojok tahanan, tanpa melalui petugas tahanan. Padahal menurutnya, pemakaian Komix lebih dari 5 sachet dalam sekali pakai bisa fly (mabuk) karena mengandung semacam obat dextro.

”Nanti keduanya akan diberi sanksi pembinaan wajib lapor dan membuat surat pernyataan. Kami juga akan kordinasikan kepolisian terdekat, mengenai saksi apa yang paling tepat,” sebutnya. (jks/zal/ce1)