NASIONALIS: Deklarasi Advokat Pengawal Pancasila (APP) di Ballroom Hotel Kesambi, Semarang, Rabu (14/6) malam. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NASIONALIS: Deklarasi Advokat Pengawal Pancasila (APP) di Ballroom Hotel Kesambi, Semarang, Rabu (14/6) malam. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ratusan advokat yang tergabung dalam Advokat Jawa Tengah Bersatu (AJB) pastikan tidak akan membela individu yang menyimpang karena tergabung dalam organisasi radikalisme dan anti Pancasila.

Kesepakatan tersebut disampaikan dalam acara deklarasi Advokat Pengawal Pancasila (APP) di Ballroom Hotel Kesambi, Semarang, Rabu (14/6) malam. APP merupakan gabungan dari seluruh organisasi advokat di Jateng.

Sejumlah deklarator APP tersebut yakni, Ketua Peradi Semarang; Broto Hastono dan M. Reza Kurniawan, Ketua DPD KAI Jateng; John Richard Latuihamallo, Deklarator AJB; M. Rofian, Ketua IKADIN Jateng; Rangkei Margana, Ketua IPHI Jateng; Muharsuko Wirono.

”Kami jelas nggak mau bela untuk individu terlibat organisasi radikalisme, baik pribadi maupun organisasi KAI, deklarator maupun para advokat di Jateng juga harus konsisten, seperti halnya advokat yang bela koruptor, sebagai komitmen memberantas korupsi di Indonesia, seharusnya jangan dibela,” kata Ketua DPD KAI Jateng, John Richard Latuihamallo.

Dalam deklarasi tersebut juga menegaskan, advokat mendukung pemerintah untuk membubarkan semua organisasi radikal yang merusak keragaman di Indonesia. Advokat diminta harus menyatukan diri guna menentang tindakan radikalisme, intoleransi, anarkis, maupun main hakim sendiri.

”Kami memiliki latar belakang suku, agama, pandangan politik, dan pendapat hukum berbeda-beda, tapi NKRI adalah rumah, bagaimanapun Pancasila itu ibarat ibu saya,” imbuh John.

Sama halnya, Ketua Peradi Semarang versi Luhut Pangaribuan, secara tegas juga menolak membela individu yang terlibat organisasi radikal dan anti Pancasila. Menurutnya, dengan itu diberlakukan akan bisa memberikan efek jera.

”Kalau tak dibela advokat, maka mereka bisa berpikir dua kali melakukan tindakan radikal. Kami juga mengimbau seluruh advokat di Jateng ikuti hasil deklarasi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Peradi Semarang versi Fauzi Yusuf Hasibuan, M. Reza Kurniawan menyampaikan, pada prinsipnya advokat dilarang menolak klien. Namun karena Pancasila adalah dasar negara Indonesia maka harus dibela.

”Jadi hal-hal terkait advokat tidak boleh membela kepentingan klien tentu bertentangan dengan nilai kita. Akan tetapi AJB sudah komitmen tidak membela klien radikal dan anti Pancasila, jadi kami juga menolak,” ungkapnya. (jks/zal/ce1)