32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Mahasiswi UNNES Tewas dengan Mulut Berbusa

Tergeletak di Kamar Kos

SEMARANG Seorang mahasiswi Universitas Negeri Semarang (UNNES) ditemukan tewas di dalam kamar kosnya di Jalan Kalimasada Raya 88 Banaran, Gunungpati. Korban diketahui bernama Narumi Endhar Siwi, 21, mahasiswi jurusan manajemen Fakultas Ekonomi UNNES. Mahasiswi asal Jalan HOS Cokroaminoto Gang Asti No 5, Mlati Lor, Kudus ini ditemukan tergeletak di dekat kamar mandi dengan mulut berbusa.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, gadis berhijab itu ditemukan sudah tak bernyawa Kamis (15/6) sekitar pukul 10.00 kemarin. Kali pertama kejadian itu diketahui oleh pemilik kos, Santoso, yang membuka kamar tidur korban di lantai dua.

”Iya, tadi korban ditemukan sudah meninggal di dalam kamar kosnya. Korban tergeletak dalam posisi telentang di dekat kamar mandi di dalam kamar kosnya,” ujar Mabrur, warga sekitar.

Menurut pria yang membuka tempat cucian motor di depan rumah kos Santoso ini, belum diketahui penyebab pasti kematian korban. Mabrur sendiri sempat ikut masuk ke kamar kos korban. ”Tadi saya ikut melihat, di dekatnya (korban) ada tisu,” terangnya.

Salah satu penghuni kos tersebut, Vicky Dwi Asfiyah, warga Subah, Batang, mengaku tidak mengenal korban secara dekat. ”Iya, dia mahasiswi semester 6 Progdi Manjemen Keuangan Fakultas Ekonomi. Seangkatan dengan saya, tapi saya tidak kenal dekat,” akunya.

Vicky menceritakan, sehari sebelumnya, teman sekamar korban, Hana, sempat datang ke kos, namun mendapati pintu kamar terkunci. Setelah diketuk tidak ada jawaban, Hana memilih kembali meninggalkan kos tersebut.

”Mbak Hana datang ke sini Rabu (14/6) malam, tapi pintunya tutupan. Dikiranya dia (korban) lagi sedang keluar. Mbak Hana keluar lagi. Pagi tadi (kemarin) Mbak Hana datang lagi, pintu masih terkunci. Mbak Hana lalu meminta pemilik kos membuka pintu kamar dengan kunci duplikat. Saat pintu dibuka, dia (korban) sudah meninggal, tergeletak di lantai,” ujarnya.

Pemilik kos, Santoso, mengatakan, saat ditemukan, gadis kelahiran Kudus, 11 Mei 1996 itu tergeletak dalam posisi telentang mengenakan kaus hitam dan celana tiga perempat motif garis. Di mulut korban tampak mengeluarkan busa. Santoso mengaku kali terakhir melihat korban Senin (12/6) malam.

“Dia sedang duduk di lantai bersama temannya. Dia sempat ngobrol sama saya, katanya badannya lemas. Kemudian saya suruh ke dokter, dia bilang sudah minum obat juga,” jelasnya.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Gunungpati, dan Polrestabes Semarang. Tak berselang lama, petugas Inafis Poltestabes Semarang tiba di lokasi guna melakukan olah TKP. Hasil identifikasi sementara, tidak ditemukan tanda penganiyaan atau kekerasan di tubuh korban.

”Tidak ada penganiayaan. Korban diduga meninggal karena sakit. Dia sudah meninggal sekitar 24 jam. Mulutnya mengeluarkan busa karena proses pembusukan,” ujar Kapolsek Gunungpati, Kompol Bagyo Prayitno.

Pihaknya mengaku telah meminta keterangan sejumlah saksi, baik pemilik kos maupun penghuni kos lain. Polisi juga telah bertemu dengan pihak keluarga korban, dan menjelaskan jika sebelum meninggal, anaknya itu mengeluh sakit.

”Iya, disebabkan karena sakit. Hari sebelumnya, Selasa (13/6), korban pulang ke Kudus dalam kondisi sakit. Kemudian Rabu (14/6) karena ada ujian mid semester, korban diantar saudaranya ke kosnya,” terangnya.

Dikatakan, dari keterangan dokter yang memeriksa, mulut korban mengeluarkan busa bisa jadi karena menahan sakit. ”Jenazah korban sudah dibawa pulang, pihak keluarga menolak diotopsi, karena sudah tahu jika sebelumnya korban sakit,” katanya. (mha/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here