32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Tak Beri THR, Satu Perusahaan Dilaporkan

SEMARANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng telah menerima aduan terkait perusahaan yang diindikasi tidak akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya. Aduan tersebut dilayangkan karyawan salah satu perusahaan yang berada di Kota Semarang.

”Beberapa waktu lalu sudah ada yang mengadu. Tapi, batas waktu pemberian THR kan H-7 Lebaran. Nanti akan kami mediasi dulu. Semoga bisa dicairkan sebelum Lebaran,” ucap Kepala Disnakertrans Jateng, Wika Bintang di sela tinjauan ke dua pabrik besar di Kabupaten Ungaran, Selasa (13/6).

Wika enggan memberi informasi lengkap mengenai identitas perusahaan yang diadukan tersebut. ”Perusahaannya tidak begitu besar,” bebernya.

Dia mengimbau, jika ada karyawan yang merasa perusahaan tempat bekerja tidak akan memberi THR, bisa segera mengadukan ke Disnaker Jateng. Pihaknya juga menyiapkan kanal aduan untuk menampung laporan. Yakni, via email di jatengpantauthr@gmail.com atau Twitter @disnakerjateng.

Kanal tersebut dibuka hingga 3 Juli mendatang. Identitas pelapor bisa disembunyikan jika merasa kurang nyaman. ”Tapi, nama perusahaannya harus jelas,” terangnya.

Dikatakan, jika ada perusahaan yang memang sedang mengalami kondisi sulit hingga tidak bisa memberikan THR, sebaiknya segera melakukan dwipartit dengan karyawan untuk mencapai kesepakatan. Kalau tidak ada komunikasi dengan karyawan, perusahaan bisa dikenai sanksi. Yakni, perusahaan wajib membayar 5 persen dari total THR yang seharusnya diberikan kepada seluruh karyawan. Nantinya, dana tersebut akan dikelola untuk kesejahteraan karyawan di perusahaan tersebut.

”Kalau masih tidak mau membayar, akan kena sanksi administrasi yang ujungnya bisa sampai rekomendasi pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Wika membeberkan, aturan besaran THR yang harus dibayarkan adalah 1 kali gaji untuk karyawan yang punya masa kerja 1 tahun atau lebih. Sementara yang di bawah 1 tahun, bisa dihitung secara proporsional. Misalnya, masa kerja baru 3 bulan, maka hitungannya 3/12 dikali gaji satu bulan.

Dibeberkan, tahun lalu, ada sekitar 20 aduan yang ditangani Disnakertrans Jateng. Semuanya berhasil diselesaikan meski sebagaian perusahaan mencairkan THR setelah Lebaran.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di dua industri produsen minuman kemasan di Kabupaten Ungaran, yakni PT Sinar Sosro dan PT Bapak Djenggot, semuanya sudah membayar THR.

Vice General Manager, PT Sinar Sosro, Ine Indrawati, menegaskan, seluruh karyawan sudah diberikan THR sejak 9 Juni lalu. Terhitung ada 111 karyawan yang semuanya sudah pegawai tetap. ”Di sini paling baru, masa kerjanya 5 tahun. Jadi, diangkat tetap semua,” tegasnya.

Tidak hanya mencairkan THR, pihaknya juga memberikan bingkisan berupa produk minuman dan kue. Jika produk bonus itu dirasa kurang, karyawan diberi kesempatan membeli dengan harga khusus.

Selain itu, PT Sinar Sosro juga memberikan hak cuti Lebaran selama lima hari, 24-28 Juni. Setelah itu, semua karyawan wajib kembali bekerja untuk memproduksi minuman kemasan. ”Biasanya, produk kami habis pas Lebaran. Jadi. harus segera kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan pasar,” terangnya.

Setali tiga uang, seluruh karyawan PT Bapak Djenggot yang berjumlah sekitar 250 orang, juga sudah mendapatkan THR. Besarannya 1,25 kali gaji. ”Semua karyawan sudah mendapatkan hak mereka, kecuali 9 karyawan karena masa kerja mereka belum satu tahun dan masih dalam masa percobaan,” tegas Kepala Pabrik, Johanes. (amh/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here