33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Inovasi Salep Ekstrak Cobek sebagai Obat Bisul

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

MUNGKID– Tim PKM UM Magelang melakukan penelitian untuk membuktikan pemanfaatan daun cocor bebek sebagai obat bisul dalam bentuk salep. Daun cocor bebek dapat digunakkan untuk mengobati bisul, hanya saja belum banyak produk sediaan obat yang mengandung ekstrak daun cocor bebek ini.

Penelitian ini dilakukan selama lima bulan mulai Maret hingga Juli dengan metode ektraksi yang dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Kesehatan UM Magelang. Penelitian melibatkan seluruh anggota PKM dengan arahan dari dosen pembimbing.

Rani Okta Friliana bersama anggotanya Eko Nurhidayah, Zulda Sarah Kusumawati, Annisa Fitri dan Rizki Setyo Dwipasari mengajukan proposal PKM penelitian yang berjudul “Inovasi Salep Ekstrak Cobek (Cocor Bebek) Sebagai Obat Bisul”.

Penelitian bertujuan untuk menguji efektivitas salep ekstrak daun cocor bebek sebagai obat bisul dan menentukan konsentrasi ekstrak daun cocor bebek dalam salep yang efektif sebagai obat bisul.

Proposal tersebut menjadi salah satu dari 27 proposal lain berasal dari mahasiswa UM Magelang yang berhasil lolos dalam PKM Dikti tahun 2017.

Ketua tim PKM mengungkapkan, penelitian menggunakan metode ekstraksi dengan desain penelitian eksperimental. Untuk dapat melakukan penelitian, sebelumnya harus dilakukan identifikasi tanaman dan pembuatan salep dari ekstrak daun cocor bebek ini.

Dengan mengetahui konsentrasi ekstrak pengujian, Rani Okta Friliana dan empat anggota timnya melakukan uji antibakteri dengan media cawan petri dan metode sumuran untuk mengetahui daya hambat salep terhadap bakteri.

“Hasil pengukuran diameter zona hambat dianalisis dengan anova (analysis of varian) dan dilanjutkan dengan uji dengan taraf kepercayaan 99 persen,” ujar Rani.

Outputnya adalah salep ekstrak daun cocor bebek yang sudah terbukti menyembuhkan penyakit bisul. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa UM Magelang khususnya mahasiswa kesehatan untuk lebih mempelajari tentang pemanfaatan tanaman herbal.

Dosen pembimbing PKM – P, Heni Lutfiyati, M.Sc.,Apt menambahkan, penelitian tersebut didanai Dikti senilai Rp 10 juta selama lima bulan dengan lima mahasiswa sebagai pelaksananya.

Mahasiswa kesehatan memiliki kesempatan dan kemampuan yang lebih untuk melakukan penelitian ilmiah tentang tanaman herbal dibanding mahasiswa jurusan lainnya. (*/sct/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...