31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Tindak Tegas PKL Bandel

SEMARANG – Puluhan pedagang Pasar Johar yang ’kabur’ dari tempat penampungan sementara kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan menempati Jalan Beteng, akhirnya ditindak tegas petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Senin (12/6).

Penertiban ratusan pedagang ini sempat tertunda, sedianya dilakukan pada Kamis (8/6) lalu. Tapi saat itu gagal dilakukan karena adanya miskomunikasi antara Dinas Perdagangan dengan Satpol PP dan baru terlaksana, kemarin.

Puluhan petugas langsung melakukan pembongkaran lapak-lapak yang didirikan di trotoar sepanjang Jalan Beteng. Sejumlah pedagang sempat menolak atas kedatangan aparat Satpol PP. Mereka tak mau lapaknya yang menjadi tempat mengais rezeki dibongkar. Tapi para PKL tidak bisa berbuat banyak karena memang berdiri di kawasan larangan berjualan. Mereka akhirnya pasrah.

”Semua lapak di Jalan Beteng kami bongkar,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang, Pudyo Endro Martantono, kemarin.

Dikatakannya, puluhan lapak PKL yang dibongkar tersebut merupakan pedagang eks relokasi Pasar Johar MAJT. Mereka meninggalkan tempat relokasi, kemudian menyebar di sejumlah titik, salah satunya di Jalan Beteng. ”Mereka sudah diarahkan oleh Dinas Perdagangan untuk kembali ke tempat relokasi Pasar Johar di kawasan MAJT, sama seperti yang lainnya. Di Jalan Beteng kurang lebih 31 lapak,” katanya.

Menurut Endro, kawasan ini merupakan kawasan padat aktivitas lalu lintas. Sehingga keberadaan lapak-lapak pedagang itu mengganggu ketertiban. Tidak hanya di Jalan Beteng, pedagang relokasi Pasar Johar MAJT ini juga bersebaran di titik lain seperti di Jalan Agus Salim, dan Jalan Pedamaran.

”Sementara ini kami tertibkan PKL di Jalan Beteng dulu sampai bersih betul. Selanjutnya nanti kawasan Jalan Agus Salim dan Jalan Pedamaran juga akan kami tertibkan,” tegasnya. Untuk tiga titik jalan yang berjubel pedagang pelarian dari tempat relokasi Pasar Johar MAJT ini ditargetkan selesai hingga Rabu (14/6) besok.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan para PKL yang bersebaran di Jalan Beteng, Jalan Pedamaran dan Jalan Agus Salim, harus kembali untuk menempati lapak maupun kiosnya di tempa relokasi kawasan MAJT. ”Jika mereka tetap tidak mau mengindahkan peringatan tersebut, maka hak-haknya untuk menempati lapak maupun kios di MAJT dicabut atau hilang,” katanya. (amu/zal/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here