33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Usulan Ganjar Dianggap Tak Rasional

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Usulan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo agar pemkab/pemkot menghibahkan anggaran program SMA/SMK gratis kepada pemprov dianggap tidak rasional. Sebab, beban anggaran pemkab/pemkot dianggap masih berat dengan mengelola SD dan SMP.

”Tidak mungkin, masak kabupaten/kota mengibahkan anggaran SMA/SMK untuk provinsi. Apa kabupaten anggarannya sudah berlebih? Kan tidak juga,” ujar anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv. Politisi PKB ini mengungkapkan, kabupaten/kota masih memiliki tanggung jawab mengelola SD dan SMP yang jumlahnya lebih besar.

Sebelumnya Gubernur Ganjar mengatakan program SMA/SMK gratis yang dirintis oleh pemkab/pemkot masih bisa dilanjutkan. Asal, pemkab/pemkot menghibahkan anggaran program SMA gratis kepada pemprov sebagai pengelola SMA/SMK. Tanpa adanya hibah tersebut, pemprov tidak dapat merealisasikan program SMA gratis karena anggaran pendidikan yang dialokasikan melalui APBD terbatas.

”SMA gratis teruskan saja polanya seperti apa. Ketika kita sudah menganggarkan, anggarkan saja. Ada pertanyaan, tapi tidak ada kewenangannya? Kalau memang mau, hibahkan ke Pemprov Jateng duitnya. Nanti akan saya teruskan ke sana,” ungkap Ganjar.

Lebih lanjut Zen mengatakan jika pemprov akan menggratiskan biaya pendidikan di SMA/SMK, dapat memanfaatkan biaya operasional seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan lain sebagainya. Terlebih rencana anggaran biaya sekolah sudah dibuat cukup lama.

Dia meminta pemprov melakukan supervise agar kuota 20 persen siswa miskin di sekolah negeri benar-benar terpenuhi. ’Di Jateng masih ada 26 persen anak usia sekolah yang tidak sekolah karena faktor biaya. Ini yang harus jadi perhatian,” paparnya. (ric/ce1)

Berita sebelumyaBagi-bagi Takjil ke Masyarakat
Berita berikutnyaAntisipasi DBD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Anggota Polisi Bebaskan Musala dari Rob

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Nasib warga Salam Manis RW 6 Kelurahan Panjang Baru Pekalongan Utara Kota Pekalongan yang musalanya terus terendam rob, semakin memprihatinkan. Karena...

Ruwat Pasar Rejowinangun Agar Usaha Pedagang Lancar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Arak-arakan ruwat Pasar Rejowinangun berlangsung meriah Minggu (30/7) kemarin. Kegiatan yang diikuti 59 komunitas seni dan budaya di Magelang ini dimulai dengan...

PSIS: Selamat Datang Liga 1

SEMARANG- Drama demi drama harus dilakoni tim PSIS Semarang sebelum akhirnya tim berjuluk Mahesa Jenar ini berhasil meraih tiket terakhir promosi ke kompetisi kasta...

Pembelajaran Matematika Menyenangkan dengan Model Konstruktivis

RADARSEMARANG.COM - PELAJARAN matematika sering menjadi momok yang menakutkan bagi peserta didik, baik dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah. Banyak siswa yang membolos...

Polres Demak Ungkap Berbagai Kasus Pekat

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Jajaran Polres Demak selama masa kepemimpinan Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo SIK  berhasil mengungkap berbagai kasus penyakit masyarakat (pekat).  Berdasarkan data...

Lunpia Delight Gelar Promo Beli 1 Gratis 1

SEMARANG – Tahun ini, Lunpia Delight kembali menggelar Tradisi Budaya Ramadan (TBR). Seperti TBR sebelumnya, sepanjang bulan puasa ini, penyedia lunpia di Jalan Gajahmada...