31 C
Semarang
Senin, 10 Mei 2021

Usulan Ganjar Dianggap Tak Rasional

SEMARANG – Usulan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo agar pemkab/pemkot menghibahkan anggaran program SMA/SMK gratis kepada pemprov dianggap tidak rasional. Sebab, beban anggaran pemkab/pemkot dianggap masih berat dengan mengelola SD dan SMP.

”Tidak mungkin, masak kabupaten/kota mengibahkan anggaran SMA/SMK untuk provinsi. Apa kabupaten anggarannya sudah berlebih? Kan tidak juga,” ujar anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv. Politisi PKB ini mengungkapkan, kabupaten/kota masih memiliki tanggung jawab mengelola SD dan SMP yang jumlahnya lebih besar.

Sebelumnya Gubernur Ganjar mengatakan program SMA/SMK gratis yang dirintis oleh pemkab/pemkot masih bisa dilanjutkan. Asal, pemkab/pemkot menghibahkan anggaran program SMA gratis kepada pemprov sebagai pengelola SMA/SMK. Tanpa adanya hibah tersebut, pemprov tidak dapat merealisasikan program SMA gratis karena anggaran pendidikan yang dialokasikan melalui APBD terbatas.

”SMA gratis teruskan saja polanya seperti apa. Ketika kita sudah menganggarkan, anggarkan saja. Ada pertanyaan, tapi tidak ada kewenangannya? Kalau memang mau, hibahkan ke Pemprov Jateng duitnya. Nanti akan saya teruskan ke sana,” ungkap Ganjar.

Lebih lanjut Zen mengatakan jika pemprov akan menggratiskan biaya pendidikan di SMA/SMK, dapat memanfaatkan biaya operasional seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan lain sebagainya. Terlebih rencana anggaran biaya sekolah sudah dibuat cukup lama.

Dia meminta pemprov melakukan supervise agar kuota 20 persen siswa miskin di sekolah negeri benar-benar terpenuhi. ’Di Jateng masih ada 26 persen anak usia sekolah yang tidak sekolah karena faktor biaya. Ini yang harus jadi perhatian,” paparnya. (ric/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here