SIAP PASANG: Sejumlah papan petunjuk arah yang disiapkan Dishub Kota Salatiga untuk masa mudik dan balik Lebaran 2017. (IST)
SIAP PASANG: Sejumlah papan petunjuk arah yang disiapkan Dishub Kota Salatiga untuk masa mudik dan balik Lebaran 2017. (IST)

SALATIGA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga memprediksi titik kemacetan pada masa arus mudik tahun ini akan berubah. Dari sebelumnya di ruas Bawen–Blotongan, kini berpindah ke Tingkir. Kondisi ini berkaitan dengan dibukanya ruas tol Bawen–Salatiga.

Dishub telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif mengantisipasi kemacetan di exit tol Tingkir. “Ada beberapa jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan. Kita mulai memasang aneka macam rambu mulai dari rambu portabel hingga rambu imbauan di jalur–jalur alternatif tersebut,” jelas Kepala Dishub Kota Salatiga Adi Suprapto, Jumat (9/6) pagi.

Jalur alternatif yang dimaksud adalah jalur masuk dan keluar tol Tingkir. Jalur keluar tol, nanti bisa melalui jalur biasa, yakni dari tol belok ke kiri menuju terminal Tingkir. Apabila macet, maka akan dialihkan dari exit tol belok ke kanan melalui Tegalwaton dan keluar di Kembangsari atau Senjoyo.

“Demikian juga untuk arus masuknya juga akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Yang penting adalah meminimalisasi kemacetan dan juga menjaga kenyamanan para pemudik,” paparnya.

Hal sama dilakukan apabila arus balik. Jalur-jalur alternatif juga difungsikan sama. Namun yang jelas, ada kemungkinan jalur utama Terminal Tingkir sampai dengan gerbang tol diberlakukan satu arah. Hal itu akan dilakukan jika ada penumpukan yang sangat panjang untuk arus mudik atau balik.

“Jika sudah diberlakukan satu arah, maka pengguna lalu lintas lainnya bisa menyesuaikan melalui jalur alternatif yang ada. Sementara untuk warga dari arah Salatiga yang hendak ke Suruh, bisa melalui Ujung–Ujung,” papar dia.

Adi juga sudah berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten Semarang dan Polres Semarang termasuk penyedia jasa tol untuk mengantisipasi hal ini.

Budi, 34, salah satu warga Sidomukti Salatiga memang senang dengan adanya jalan tol karena arus lalu lintas lebih lancar. Namun, ia tetap berharap kota Salatiga tetap disinggahi para pemudik dan tetap ramai.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Salatiga M Teddy Sulistio menilai selesainya jalan tol ruas Bawen-Salatiga itu bukan merupakan prestasi daerah. Teddy mengaku tidak antusias dengan keberadaan jalan tol ruas Bawen-Salatiga ini, termasuk keindahan pemandangannya.

“Pemkot Salatiga sejauh ini tidak mempunyai konsep yang jelas tentang cara mengantisipasi Salatiga menjadi kota mati setelah berfungsinya jalan tol ini. Salatiga harus punya magnet sehingga berkorelasi dengan kesejahteraan rakyat,” ujar Teddy.

Ia menegaskan, keberadaan jalan tol ruas Bawen-Salatiga dan ke depan adalah tol Salatiga-Boyolali, Salatiga harus membuat Pemkot melakukan antisipasi agar Salatiga tidak hanya dilewati masyarakat yang akan ke Solo. (sas/ton)