33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Mengambil Hasil Tilang, Mengular Sampai ke Jalan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Antrean panjang warga tampak memenuhi trotoar depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang Jalan Abdulrahman Saleh hingga tikungan Kalibanteng sepanjang kurang lebih 150 meter. Mereka bukan antre pembagian paket sembako ataupun zakat mal, namun mengantre untuk mengambil barang sitaan tilang (bukti pelanggaran) di Kejari Kota Semarang. Bahkan, warga rela harus antre hingga berjam-jam di tengah terik matahari yang menyengat. Padahal rata-rata mereka sedang berpuasa.

Efendi asal Kendal, mengaku, sudah antre sejak pukul 10.00 pagi. Ia hendak mengambil STNK motor yang tilang, karena sebelumnya melanggar marka jalan di dekat RSUP dr Kariadi Semarang saat perjalanan berangkat kerja. Dengan panjangnya antrean itu, ia mengaku cukup kecewa. Sebab, konsep tilang elektronik (e-tilang) yang diluncurkan kepolisian bukannya mempermudah urusan, tapi malah menyulitkan.

”Namanya e-tilang harusnya serbamudah. Tapi, ini pakai antre panjang begini. Lihat saja, antrean sampai jalan layang Kalibanteng, padahal kami ini sedang puasa, dijemur di tengah terik matahari seperti ini,” keluhnya.

Ia juga mengaku kecewa, sebab terkadang polisi saat razia seenaknya sendiri. ”Kadang nggak pasang plang pemberitahuan, kadang asal nilang. Katanya ada tilang elektronik, ternyata tidak berfungsi maksimal,” katanya.

Heru Kurniawan, warga Tembalang, Semarang mengaku sempat kaget saat menerima SMS dari BRI terkait biaya tilang mencapai Rp 1 juta. Namun saat sudah dibayar dan mengambil barang sitaan tilang, sisa uang langsung dikembalikan lagi.

Ia juga menyatakan konsep e-tilang tidak berfungsi optimal. Karena justru menyulitkan warga. Terutama saat akan mengambil hasil tilang di kantor kejaksaan. Ia sendiri harus mengantre selama 4 jam, sejak pukul 09.00, dan baru selesai pukul 13.00.

”Saya mau ngambil tilangan adik saya. Adik saya ditilang di daerah Sam Poo Kong karena nggak membawa SIM saat akan ke Manyaran. Saya juga kecewa, masak ditilang dan saat disidang ndak boleh ada pembelaan hukum, kadang polisi juga ndak adil saat nilang,” keluhnya.

Kepala Kejari Kota Semarang, Reza Pahlevi melalui Kasi Pidum, Bambang Rudi Hartoko, mengaku, kemarin warga yang hendak mengambil hasil tilang membeludak. Tercatat, dalam sehari kemarin lebih dari 4 ribu pelanggar yang mengambil hasil tilang di Kejari Kota Semarang.

”Jumlahnya kalau Jumat kurang lebih ada 4 ribu pelanggar Mas, bahkan antreannya sampai sore. Kebanyakan pelanggar ditilang karena tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) atau lupa membawa SIM,” kata Bambang Rudi Hartoko kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, para pelanggar harus mengambil surat-surat kendaraan ataupun SIM yang ditilang polisi di kantor kejaksaan, karena mereka  tak mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. ”Karena itu, para pelanggar harus mengambil hasil tilangan di sini (Kejari Kota Semarang, Red),” ujarnya.

Jaksa yang akrab disapa Rudi ini mengakui, tarif denda tilang bagi pengendara motor dan mobil yang melakukan pelanggaran saat ini semakin berat. Dalam undang-undang lalu lintas yang terbaru, sanksi denda atau tilang naik sekitar 10 kali lipat pada kisaran Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta.

Plt Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng,  Sabarudin Hulu, menilai membeludaknya warga yang mengambil hasil tilang di Kejari Kota Semarang menunjukkan tingginya jumlah pelanggaran lalu lintas. Karena itu, ia meminta hal ini menjadi perhatian khusus dari penyelenggara pelayanan publik. ”Apabila banyak warga kurang patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas, maka pihak kepolisian dan instansi terkait berkewajiban untuk mengedukasi masyarakat,” katanya.

Pihaknya meminta apabila pengendara motor dan mobil ditilang lantaran tidak memiliki SIM dan kelengkapan surat kendaraan lain, maka bisa diberi pemahaman kepada masyarakat pentingnya melengkapi administrasi kendaraan.

Terkait antrean panjang warga yang hendak mengambil hasil tilang di Kejari Kota Semarang, menurut Sabarudin, seharusnya hal itu bisa diatasi apabila dilakukan sidang di tempat. Karena itu, pihaknya menyarankan agar Kejari Kota Semarang, Polrestabes Semarang dan Pengadilan Negeri Semarang mempertimbangkan untuk melakukan sidang di tempat  saat melakukan razia kendaraan.

”Hal ini merupakan kewajiban penyelenggara negara untuk memberikan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat sesuai Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik,” ungkapnya. (jks/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Agung Hercules Berjuang Lawan Kanker Otak

Agung Hercules sedang terbaring sakit. Dia terkena glioblastoma alias kanker otak stadium IV. Tubuh pedangdut pemilik hit Barbel Melayang dan Astuti itu tak lagi...

30 Pemuda Tawuran, Tujuh Diamankan 

SEMARANG-Diduga sebanyak 30-an pemuda terlibat tawuran, di Jalan Pandanaran, sekitar kawasan Pekunden, Minggu pagi (10/9) kemarin. Namun hanya tujuh pemuda yang berhasil diamankan petugas...

Maulid Nabi dan Haul Para Auliya’

RADARSEMARANG.COM - YAYASAN Sunan Gunung Jati Ba’alawy Kampung Malon RT 01 RW 06 Gunungpati, Semarang akan menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Para...

Bayar Indihome Lebih Mudah Menguntungkan

SEMARANG – PT Telkom bekerjasama dengan PT Bank Mandiri melakukan penandatangan kerjasama program “Cashless Society”. Program ini bernama “Indihome Power Buy”,  yang memberikan kemudahan...

Ajak Generasi Muda Pertahankan Budaya Jawa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-DPRD Jateng mengajak seluruh generasi muda di Jateng untuk mempertahankan kebudayaan Jawa. Terlebih di era perkembangan teknologi dan pembangunan yang sangat gencar di...

Pasar Mobil Niaga Stabil

SEMARANG - Tidak adanya pertumbuhan yang signifikan pada bisnis di tanah air membawa dampak pada stabilnya penjualan kendaraan niaga di tahun 2017 ini. Sejumlah...