33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Disdukcapil Diserbu Ortu Siswa

Ingin Legalisasi Dokumen Kependudukan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG – Musim pendaftaran peserta didik baru (PPDB) membuat kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Magelang diserbu masyarakat. Mereka adalah orang tua yang ingin melegalisasir sejumlah dokumen milik keluarga dan anak. Diantaranya, kartu keluarga (KK), akta kelahiran, Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), dan Kartu Identitas Anak (KIA). Sementara pelayanan pengurusan lainnya tetap berjalan normal.

“Setiap hari sekitar 150-200 orang mengurus legalisir. Keramaian ini sejak pengumuman kelulusan SMA,” kata Kepala Disdukcapil Kota Magelang Hartoko, Jumat (9/6).

Ia mengimbau agar masyarakat mengurus legalisasi dokumen jauh-jauh hari sebelum digunakan. Tujuannya, menghindari terjadi penumpukan antrean. Ia memprediksi, suasana akan kembali normal saat memasuki tahun ajaran baru nanti.

“Jangan mepet-mepet, misal besok butuh, sekarang baru mengurus. Saya yakin sebentar lagi permintaan legalisir akan membludak,” ujarnya.

Melihat animo masyarakat tinggi, pihaknya memberlakukan pembatasan jumlah legalisasi untuk tiap dokumen. Yakni, masing-masing rangkap 10 lembar. Harapannya, semua pemohon bisa terlayani.

“Untuk nomor registrasi legalisir ditulis manual, dan yang kami tulis hanya satu saja. Lembar selanjutnya, kami minta pemohon untuk menulis sendiri sesuai nomor yang kami berikan.”

Sejumlah orangtua siswa datang untuk meminta legalisasi KIA. Erna, warga Potrobangsan, Kota Magelang rela mengantre untuk mendapatkan legalisasi beberapa dokumen penting yang dibutuhkan anaknya mendaftar sekolah jenjang SMA. Salah satunya KIA.

“Saya belum tahu KIA wajib dilampirkan atau tidak, tapi buat jaga-jaga saja kalau dibutuhkan, anak saya sudah punya (legalisasinya, Red),” akunya.

Sementara Hartoko mengaku tidak mengetahui apakah memang ada syrat pelampiran KIA untuk mendaftar sekolah. Berdasarkan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), pihaknya hanya menerbitkan KIA.

“Kalau ada sekolah yang mensyaratkan KIA untuk dilampirkan, itu juga tidak salah. Anak yang punya KIA, sudah dipastikan anak tersebut memiliki akta kelahiran.” (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Percantik Ikon Sejarah

RADARSEMARANG.COM - Pemkot Semarang kembali melakukan renovasi Tugu Muda yang tidak hanya saksi perjuangan para pahlawan, tapi juga menjadi ikon penting Kota Semarang. Tuga...

Spot Selfie Favorit

KAWASAN Jalan Kepodang di Kota Lama Semarang kini menjadi spot selfie favorit bagi pengunjung. Terlebih jalan tersebut kini bebas kendaraan bermotor. Bangunan tua dengan...

AIPI Diharapkan Hapus Kesenjangan Teori dan Praktik

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Bupati Kudus Dr H Musthofa berharap ke depan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Semarang dapat menjadi sebuah rumah besar yang dapat...

Tolak Pembangunan Mal

KEBUMEN—Rencana Pemkab Kebumen memberi ruang pada investor untuk membangun mal di wilayah perkotaan mendapat tentangan dari Fraksi Partai Gerindra DPRD setempat. Fraksi Partai Gerindra...

Lebih Baik Perbaiki Jalan Pantura

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pemprov Jateng diminta benar-benar memastikan infrastruktur di Jateng layak untuk menyambut mudik Lebaran 2018. Sejumlah ruas jalan yang masih berlubang harus dibenahi dikebut...

Tak Efektif, PPK Dibubarkan

PEKALONGAN–Pusat Pelayanan Kemiskinan (PPK) yang dimiliki Kota Pekalongan, kini sudah tidak efektif lagi. Lantaran ada tumpang tindih dalam penanganan kemiskinan, sehingga PPK akan ditiadakan...