32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Disdukcapil Diserbu Ortu Siswa

Ingin Legalisasi Dokumen Kependudukan

MAGELANG – Musim pendaftaran peserta didik baru (PPDB) membuat kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Magelang diserbu masyarakat. Mereka adalah orang tua yang ingin melegalisasir sejumlah dokumen milik keluarga dan anak. Diantaranya, kartu keluarga (KK), akta kelahiran, Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), dan Kartu Identitas Anak (KIA). Sementara pelayanan pengurusan lainnya tetap berjalan normal.

“Setiap hari sekitar 150-200 orang mengurus legalisir. Keramaian ini sejak pengumuman kelulusan SMA,” kata Kepala Disdukcapil Kota Magelang Hartoko, Jumat (9/6).

Ia mengimbau agar masyarakat mengurus legalisasi dokumen jauh-jauh hari sebelum digunakan. Tujuannya, menghindari terjadi penumpukan antrean. Ia memprediksi, suasana akan kembali normal saat memasuki tahun ajaran baru nanti.

“Jangan mepet-mepet, misal besok butuh, sekarang baru mengurus. Saya yakin sebentar lagi permintaan legalisir akan membludak,” ujarnya.

Melihat animo masyarakat tinggi, pihaknya memberlakukan pembatasan jumlah legalisasi untuk tiap dokumen. Yakni, masing-masing rangkap 10 lembar. Harapannya, semua pemohon bisa terlayani.

“Untuk nomor registrasi legalisir ditulis manual, dan yang kami tulis hanya satu saja. Lembar selanjutnya, kami minta pemohon untuk menulis sendiri sesuai nomor yang kami berikan.”

Sejumlah orangtua siswa datang untuk meminta legalisasi KIA. Erna, warga Potrobangsan, Kota Magelang rela mengantre untuk mendapatkan legalisasi beberapa dokumen penting yang dibutuhkan anaknya mendaftar sekolah jenjang SMA. Salah satunya KIA.

“Saya belum tahu KIA wajib dilampirkan atau tidak, tapi buat jaga-jaga saja kalau dibutuhkan, anak saya sudah punya (legalisasinya, Red),” akunya.

Sementara Hartoko mengaku tidak mengetahui apakah memang ada syrat pelampiran KIA untuk mendaftar sekolah. Berdasarkan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), pihaknya hanya menerbitkan KIA.

“Kalau ada sekolah yang mensyaratkan KIA untuk dilampirkan, itu juga tidak salah. Anak yang punya KIA, sudah dipastikan anak tersebut memiliki akta kelahiran.” (put/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here