33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Bentuk Satgas Khusus, Pasang Tanda WTP Harga Mati, di Pintu Setiap OPD

Perjuangan Pemkab Demak Raih Opini WTP Kali Pertama

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Pemkab Demak pada 2017 ini, baru kali pertama menerima status opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Untuk meraih opini tersebut, ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Bahkan, Pemkab harus membentuk tim satuan tugas (Satgas) khusus agar keinginan meraih WTP tersebut tercapai. Seperti apa?

WAHIB PRIBADI, Demak

PUNCAK pencapaian WTP ini menjadi tonggak bersejarah dalam sistem pengelolaan keuangan dan penataan aset yang dilakukan Pemkab Demak selama ini. Penerimaan opini WTP bagi Pemkab Demak terbaik di Jateng kemarin disampaikan langsung Bupati Demak HM Natsir dan Sekda dr Singgih Setyono MMR dalam jumpa pers di ruang Bina Praja.

Sekda dr Singgih menyampaikan bahwa pembentukan tim Satgas memang sudah tepat. Sebab, barangkali hanya Pemkab Demak saja yang telah membentuk tim tersebut. Perolehan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) tahun sebelumnya mendorong keinginan harus ada perubahan mendasar yang dilakukan agar dapat WTP.

Kemudian langkah yang dilakukan adalah dibentuklah tim Satgas. Tim Satgas beranggotakan 12 orang dan dikoordinatori langsung oleh sekda. Satgas tersebut juga dibantu langsung Asisten I (AN Wahyudi), Asisten II (Windu Sunardi) dan Asisten III (Agus Supriyanto). Mereka berperan sesuai tugasnya masing-masing. Dalam jangka waktu yang ditentukan, sebanyak 3.927 berkas berita acara dapat diselesaikan untuk kelengkapan administrasi untuk meraih WTP.

“Proses penyerahan berita acara tidak mudah. Sebab, mulai kabupaten hingga desa. Tim dibagi dan diberi tenggat waktu untuk mengejar kelengkapan itu semua. Kami juga belajar dari beberapa kabupaten/kota, termasuk ke Lombok Tengah NTB. Kuncinya ternyata memang harus bekerja keras,” kata Sekda.

Bahkan, tim Satgas yang dibentuk harus menelusuri dokumen-dokumen yang berdebu. Dokumen itu dibuka hingga ada yang kena sesak nafas dan dirawat di rumah sakit (RS). Ada pula keluarga dari tim Satgas yang beberapa hari ditinggal sempat komplain karena tidak pulang pulang.

“Kondisi seperti ini turut mewarnai perjuangan kami. Cerita yang sama juga pernah terjadi di Lombok tempat kami belajar. Kuncinya memang harus kerja keras,” imbuhnya lagi.

Menurut dr Singgih, penerapan aplikasi standar keuangan dan aset yang dipakai BPK di Pemkab Demak telah ter-install hingga ke UPTD dan desa. Mengingat, penataan pengelolaan keuangan dan administrasi aset memang tidak mudah, termasuk di bidang pendidikan.

“Di Demak saja ada 494 sekolah dasar (SD). Belum jumlah SMP hingga SMA/SMK. Aset yang ada, harus terdata lengkap. Bahkan, pot bunga pun terdata sehingga saat dicek dapat tercatat dengan baik,” katanya.

Bupati Demak HM Natsir pun menceritakan bahwa untuk memperoleh opini WTP dari BPK memang penuh perjuangan. “Sebagai bentuk motivasi, kami pun tulis di depan pintu kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tulisannya adalah WTP Harga Mati. Selama 6 bulan lebih, kami bekerja keras untuk meraih WTP ini. Alhamdulillah berhasil dan menjadi yang terbaik,” katanya.

Menurutnya, terkait WTP yang dinilai BPK fokus pada pengelolaan keuangan dan aset. Semua aplikasi keuangan telah tertata baik serta aset-aset daerah telah terdata dengan baik. “Kami bertekad, opini WTP ini dipertahankan terus,” ujarnya.

Inspekturat Pemkab Demak, Kurniawan Arifendi menambahkan, untuk meraih WTP memang butuh persiapan lama. Sebab, harus melihat awal tahun anggaran hingga akhir anggaran. Standar akuntansinya juga harus betul-betul dapat dipertanggungjawabkan yakni standar akuntansi accruel. Artinya, data tidak semata mendasarkan apa yang dilihat saja. Namun, harus pasti. “Sebab, akuntansi adalah ilmu pasti,” jelasnya.

Tahun 2016 yang lalu, Pemkab Demak masih menerima opini wajar dengan pengecualian (WDP). Sebab, masih ada beberapa pengecualian yang belum terpenuhi dan perlu penyempurnaan. Contohnya aset-aset gedung SD di Dinas Pendidikan. “Sekarang, pada 2017 ini semua aset sudah tercatat. Tidak ada temuan. Tentu ini kesungguhan semua komponen,” katanya.

WTP, kata dia, ada kajian dan analisas secara berjenjang. Bahkan, petugas BPK dalam penilaiannya juga akan dinilai secara berjenjang. Audit BPK pun diuji dengan standar internasional oleh BPK negara lain. Dia mengatakan, terkait WTP ini, yang telah dilakukan adalah terkoneksinya sistem informasi (SIM) keuangan dengan sistem informasi barang daerah. “Itu kuncinya. Aplikasi teknologi informasi (IT) keuangan dan barang terkoneksi. Sehingga semua dapat dilihat dan dikroscek,” katanya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Perbedaan Jadwal Imsakiyah

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Wr Wb. Romo Kiai Ahmad Izzuddin yang saya hormati dan dimuliakan Allah SWT, beberapa hari yang lalu saya mendapatkan selebaran yang berisi...

Jual Motor Kredit Divonis 5 Bulan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Akibat menjual motor kreditan yang belum lunas, Mulyadi, 29, warga Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, divonis pidana oleh majelis hakim Pengadilan Negeri...

Musthofa Tawadu dengan Ulama sejak Kecil

PEKALONGAN- Sudah menjadi rahasia umum bila Bupati Kudus H Musthofa seorang kepala daerah yang sangat dekat dengan ulama. Bahkan lebih dari itu, bupati dua...

Diduga KDRT, Anggota DPRD Jateng Dipolisikan

SEMARANG- Seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah berinisial FY, 40, warga Jalan Durian Raya, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik dilaporkan ke Polrestabes Semarang. Pelaporan ini...

Harus Pikirkan Dampak Penutupan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Penghuni resosialisasi Gambilangu (GBL) Kaliwungu Kendal dan Rowosari Kecamatan Tugu, Semarang, minta pemerintah pertimbangkan ulang penutupan resosialisasi Argorejo atau yang dikenal...

Mahasiswi Undip Diduga ‘Terjun’ dari Lantai 8

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Seorang tamu MG Suites Hotel di Jalan Petempen Raya, Kembangsari, Semarang Tengah ditemukan tewas secara tragis pada Rabu (3/1) sekitar pukul...