33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Eks Kepala DPU Laporkan Pemalsuan Tanda Tangan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SALATIGA – Polres Salatiga mengklarifikasi sejumlah saksi berkait adanya laporan dugaan pemalsuan milik tanda tangan Saryono, pensiunan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Salatiga dalam sejumlah dokumen lelang proyek. Beberapa nama yang disebut berkait dengan kasus ini adalah Yuliyanto, yang kini menjabat wali kota Salatiga.

Laporan itu disampaikan ke Polres Salatiga pada 21 April 2017 dan diterima oleh Kasatreskrim AKP Moch Zazid. Dalam surat laporan itu, Saryono mengaku kaget karena ada beberapa dokumen lelang proyek yang dibubuhi tandatangannya. Padahal ia merasa tidak melakukannya.

Saryono selaku pejabat pembuat komitmen pembangunan Jalan Lingkar Salatiga tahap II saat itu menjabat sebagai Kepala DPU sampai 10 April 2008. Pada awal Maret tahun 2009, ia mengaku didatangi Yuliyanto untuk dimintai tanda tangan berita acara pernyataan prestasi pekerjaan, namun ia menolak.

Kejanggalan muncul saat ada berita acara pernyataan prestasi pekerjaan 100 persen no 620/101/2009 tanggal 16 Maret 2009 dengan tandatangannya. Padahal ia telah pindah jabatan dari Kepala DPU menjadi staf ahli wali kota per 19 Desember 2008. “Mengapa saya yang dijadikan tersangka, seharusnya polisi mengusut kepada pejabat pengganti saya, Yuliyanto dan Sugimin, bendahara proyek yang mengetahui perihal tanda tangan tersebut,” jelas Saryono dalam suratnya.

Laporan yang diterima Polres tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Kapolres Salatiga AKBP Happy Perdana Yudianto didampingi Kasatreskrim AKP Moch Zazid mengatakan, pihaknya telah memanggil dan menemui sejumlah pihak terkait laporan tersebut.

“Kita sudah mengklarifikasi permasalahan yang dilaporkan itu. Termasuk dengan membawa bukti tanda tangan ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri di Semarang,” jelas Happy. Hasilnya, sampel tanda tangan yang disebutkan palsu itu, dinilai memiliki nilai kesamaan yang sangat tinggi atau otentik.

Karena itu, pihak kepolisian menyatakan tidak akan meningkatkan status pelaporan tersebut berdasarkan hasil dari labfor. “Jika pelapor memiliki bukti baru, kami akan tindaklajuti lagi,” imbuh Zazid.

Terpisah, Wali Kota Yuliyanto langsung menggelar jumpa pers di ruang kerjanya berkait laporan tersebut. Didampingi sejumlah pengacaranya, Yuliyanto mengaku akan mempertimbangkan untuk melakukan reaksi atas pelaporan yang informasinya telah mencuat ke masyarakat tersebut. Ia menyerahkan semua masalah ini kepada kuasa hukum.

“Informasi mengenai kasus yang mencuat ini, sangat merugikan dan membunuh karakter klien kami, Wali Kota Yuliyanto. Kita akan mengklarifikasi kasus ini dan mempertimbangkan untuk melakukan tindakan hukum,” jelas Agus Pramono, kuasa hukum Yuliyanto. Ditambahkan pengacara lainnya Ucok Kuncoro, Yuliyanto tidak pernah mengurusi proyek, apalagi terkait dengan dokumen proyek JLS tersebut. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pengunjung RS Dilarang Bawa Anak Kecil

WONOSOBO - RSUD Setjonegoro bertekad mendisiplinkan pengunjung yang melanggar standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit maupun peraturan bupati. Pelanggaran tersebut antara lain banyaknya pengunjung...

Bangunan Cagar Budaya Nyaris Roboh

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Salah satu sudut bangunan cagar budaya milik PT Pelni di kawasan Kota Lama Semarang hampir roboh karena sejumlah bata bagian tengah...

Tiap Bulan Setor ke Bunda Sitha

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang kembali menggelar sidang dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Wali Kota Tegal Nonaktof Siti Mashita...

Penghargaan Prasidatama Balai Bahasa Jateng 2018

RADARSEMARANG.COM - BALAI Bahasa Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Penghargaan Prasidatama. Penghargaan yang dianugerahkan secara berkala kepada instansi/lembaga atau perorangan yang memartabatkan bahasa Indonesia dalam...

Serukan Salat Gerhana Bulan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng menyerukan kepada umat Islam untuk menyelenggarakan salat gerhana bulan (khusuf al-qomar) di daerah masing-masing. Hal tersebut...

Terapkan Pola Hidup Sehat

MEMILIKI bentuk tubuh ideal menjadi dambaan setiap wanita. Banyak cara untuk mendapatkan tubuh yang ideal, seperti rutin senam aerobik, yoga hingga fitness. Seperti yang...