33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Eks Kepala DPU Laporkan Pemalsuan Tanda Tangan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SALATIGA – Polres Salatiga mengklarifikasi sejumlah saksi berkait adanya laporan dugaan pemalsuan milik tanda tangan Saryono, pensiunan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Salatiga dalam sejumlah dokumen lelang proyek. Beberapa nama yang disebut berkait dengan kasus ini adalah Yuliyanto, yang kini menjabat wali kota Salatiga.

Laporan itu disampaikan ke Polres Salatiga pada 21 April 2017 dan diterima oleh Kasatreskrim AKP Moch Zazid. Dalam surat laporan itu, Saryono mengaku kaget karena ada beberapa dokumen lelang proyek yang dibubuhi tandatangannya. Padahal ia merasa tidak melakukannya.

Saryono selaku pejabat pembuat komitmen pembangunan Jalan Lingkar Salatiga tahap II saat itu menjabat sebagai Kepala DPU sampai 10 April 2008. Pada awal Maret tahun 2009, ia mengaku didatangi Yuliyanto untuk dimintai tanda tangan berita acara pernyataan prestasi pekerjaan, namun ia menolak.

Kejanggalan muncul saat ada berita acara pernyataan prestasi pekerjaan 100 persen no 620/101/2009 tanggal 16 Maret 2009 dengan tandatangannya. Padahal ia telah pindah jabatan dari Kepala DPU menjadi staf ahli wali kota per 19 Desember 2008. “Mengapa saya yang dijadikan tersangka, seharusnya polisi mengusut kepada pejabat pengganti saya, Yuliyanto dan Sugimin, bendahara proyek yang mengetahui perihal tanda tangan tersebut,” jelas Saryono dalam suratnya.

Laporan yang diterima Polres tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Kapolres Salatiga AKBP Happy Perdana Yudianto didampingi Kasatreskrim AKP Moch Zazid mengatakan, pihaknya telah memanggil dan menemui sejumlah pihak terkait laporan tersebut.

“Kita sudah mengklarifikasi permasalahan yang dilaporkan itu. Termasuk dengan membawa bukti tanda tangan ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri di Semarang,” jelas Happy. Hasilnya, sampel tanda tangan yang disebutkan palsu itu, dinilai memiliki nilai kesamaan yang sangat tinggi atau otentik.

Karena itu, pihak kepolisian menyatakan tidak akan meningkatkan status pelaporan tersebut berdasarkan hasil dari labfor. “Jika pelapor memiliki bukti baru, kami akan tindaklajuti lagi,” imbuh Zazid.

Terpisah, Wali Kota Yuliyanto langsung menggelar jumpa pers di ruang kerjanya berkait laporan tersebut. Didampingi sejumlah pengacaranya, Yuliyanto mengaku akan mempertimbangkan untuk melakukan reaksi atas pelaporan yang informasinya telah mencuat ke masyarakat tersebut. Ia menyerahkan semua masalah ini kepada kuasa hukum.

“Informasi mengenai kasus yang mencuat ini, sangat merugikan dan membunuh karakter klien kami, Wali Kota Yuliyanto. Kita akan mengklarifikasi kasus ini dan mempertimbangkan untuk melakukan tindakan hukum,” jelas Agus Pramono, kuasa hukum Yuliyanto. Ditambahkan pengacara lainnya Ucok Kuncoro, Yuliyanto tidak pernah mengurusi proyek, apalagi terkait dengan dokumen proyek JLS tersebut. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kasi Diskominfo Dituntut Rp 1,2 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Merasa diintimidasi dan diminta membayar kekurangan hutang yang dianggap tidak sesuai dengan nilai awal pinjaman, Kurnia Tri Handayani, istri Taufan Yuristian...

Ridwan Jadi Pembeda

SEMARANG – Bergabungnya M Ridwan di tim PSIS Semarang benar-benar menjadi pembeda permainan tim berjuluk Mahesa Jenar itu. Meski belum sebulan bergabung, Ridwan cepat...

Untuk Beli Pulsa, KIP Dicabut

SALATIGA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP)  menggunakan dana bantuan pendidikan tersebut untuk membeli pulsa telepon seluler. KIP...

Nasdem Satukan Visi Menangkan Pemilu 2019

DEMAK-DPD Partai Nasdem Kabupaten Demak, kemarin, menggelar rapat kerja daerah (Rakerda I) digedung Ikatan Haji Muslimat (IHM), Kampung Domenggalan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak Kota....

Pesertanya Mahasiswa, Dokter Hingga Kontraktor

RADARSEMARANG.COM - Di sela kuliah di UIN Walisongo Semarang, Syahrul Falikh, mengelola lembaga pembelajaran bahasa asing. Dia juga menjadi pengajar Bahasa Arab di MTs...

Pemkab Diminta Bangun Museum

PENGAMAT kesenian asli Temanggung, Bambang Setyadi menilai, Temanggung merupakan ibu dari kesenian cengklungan. Sebab, cengklungan lahir dari Kota Tembakau. “Khazanah kekayaan budaya yang luar...