31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Eks Kepala DPU Laporkan Pemalsuan Tanda Tangan

SALATIGA – Polres Salatiga mengklarifikasi sejumlah saksi berkait adanya laporan dugaan pemalsuan milik tanda tangan Saryono, pensiunan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Salatiga dalam sejumlah dokumen lelang proyek. Beberapa nama yang disebut berkait dengan kasus ini adalah Yuliyanto, yang kini menjabat wali kota Salatiga.

Laporan itu disampaikan ke Polres Salatiga pada 21 April 2017 dan diterima oleh Kasatreskrim AKP Moch Zazid. Dalam surat laporan itu, Saryono mengaku kaget karena ada beberapa dokumen lelang proyek yang dibubuhi tandatangannya. Padahal ia merasa tidak melakukannya.

Saryono selaku pejabat pembuat komitmen pembangunan Jalan Lingkar Salatiga tahap II saat itu menjabat sebagai Kepala DPU sampai 10 April 2008. Pada awal Maret tahun 2009, ia mengaku didatangi Yuliyanto untuk dimintai tanda tangan berita acara pernyataan prestasi pekerjaan, namun ia menolak.

Kejanggalan muncul saat ada berita acara pernyataan prestasi pekerjaan 100 persen no 620/101/2009 tanggal 16 Maret 2009 dengan tandatangannya. Padahal ia telah pindah jabatan dari Kepala DPU menjadi staf ahli wali kota per 19 Desember 2008. “Mengapa saya yang dijadikan tersangka, seharusnya polisi mengusut kepada pejabat pengganti saya, Yuliyanto dan Sugimin, bendahara proyek yang mengetahui perihal tanda tangan tersebut,” jelas Saryono dalam suratnya.

Laporan yang diterima Polres tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Kapolres Salatiga AKBP Happy Perdana Yudianto didampingi Kasatreskrim AKP Moch Zazid mengatakan, pihaknya telah memanggil dan menemui sejumlah pihak terkait laporan tersebut.

“Kita sudah mengklarifikasi permasalahan yang dilaporkan itu. Termasuk dengan membawa bukti tanda tangan ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri di Semarang,” jelas Happy. Hasilnya, sampel tanda tangan yang disebutkan palsu itu, dinilai memiliki nilai kesamaan yang sangat tinggi atau otentik.

Karena itu, pihak kepolisian menyatakan tidak akan meningkatkan status pelaporan tersebut berdasarkan hasil dari labfor. “Jika pelapor memiliki bukti baru, kami akan tindaklajuti lagi,” imbuh Zazid.

Terpisah, Wali Kota Yuliyanto langsung menggelar jumpa pers di ruang kerjanya berkait laporan tersebut. Didampingi sejumlah pengacaranya, Yuliyanto mengaku akan mempertimbangkan untuk melakukan reaksi atas pelaporan yang informasinya telah mencuat ke masyarakat tersebut. Ia menyerahkan semua masalah ini kepada kuasa hukum.

“Informasi mengenai kasus yang mencuat ini, sangat merugikan dan membunuh karakter klien kami, Wali Kota Yuliyanto. Kita akan mengklarifikasi kasus ini dan mempertimbangkan untuk melakukan tindakan hukum,” jelas Agus Pramono, kuasa hukum Yuliyanto. Ditambahkan pengacara lainnya Ucok Kuncoro, Yuliyanto tidak pernah mengurusi proyek, apalagi terkait dengan dokumen proyek JLS tersebut. (sas/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here