24.2 C
Semarang
Rabu, 14 April 2021

Suarakan Lagu Perlawanan terhadap Berita Hoax

Lebih Dekat dengan Olly Oxen, Band Indie Semarang

spot_img
spot_img

Mini album ”Bad Mantra Ep Showcase” mengawali perjalanan Band Indie asal Semarang, Olly Oxen. Lagu ini menyuarakan tentang protes atau perlawanan terhadap berita-berita hoax yang banyak tersebar di media sosial. Seperti apa?

AFIATI TSALATSATI

OLLY Oxen diambil dari istilah olly olly oxen free, yakni, budaya permainan petak umpet di Eropa. Kelompok band indie ini digawangi 4 personel, yakni Yanuar Gemby Kurniawan (gitar), Merenauval (vokal), Novelino Adam (bass), dan Gawank Kusumo (drummer). Project band Alter Ego ini terbentuk sejak Agustus 2016.

Band ini sejak awal telah memainkan lagu ciptaan mereka sendiri yang berisikan kritik sosial. Seperti lagu Bad Mantra. Lagu ini menyuarakan tentang protes atau perlawanan terhadap berita-berita hoax yang sekarang banyak tersebar di media sosial.

”Ini sebuah lagu tentang perlawanan terhadap berita-berita hoax yang menyesatkan dan bisa memecah belah pertemanan dan persatuan. Pahami dulu sebelum dikonsumsi atau disebarkan,” ungkap Merenauval kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sebab, lanjut dia, berita hoax berdampak sangat buruk pada kehidupan, khususnya di negeri ini yang penuh cinta damai. ”Ini buat teman-teman yang suka bermain media sosial, jangan telan mentah-mentah. Lebih dewasa dan bijak untuk memilih berita,” ujarnya.

Single mereka berjudul Adult’s Dream is a violation ini menjadi debut band beraliran Good Vibe Rock itu. Ketika single itu dibuat dan sudah di rekam, serta di-upload ke channel Youtube dalam format video lirik, mereka mendapat sambutan baik dari penikmatnya. ”Kami mendapatkan sambutan yang baik dari para penikmat saat melihat aksi panggung kami,” bebernya.

Serupa dengan lagu Bad Matra, lagu kedua berjudul Adult’s Dream is Violations yang didendangkan juga sarat dengan lirik sosial tentang anak-anak yang menjadi korban perang. Lagu tersebut juga disambut meriah penonton yang ternyata sudah hafal dengan lirik lagu tersebut.

”Anak-anak tak berdosa menjadi korban perang seperti di Suriah, masa depan mereka direnggut, nyawa tidak ada harganya, miris. Ini juga perlawanan kami terhadap perang,” jelasnya.

Yanuar Gemby, sang gitaris, mengatakan, minialbum yang dirilis oleh label lokal Semarang tersebut bermaterikan 4 lagu. ”Minialbum kami berisi 4 lagu, semua lagu kami bawakan secara live dalam launching album Minggu (14/5) lalu di salah satu bar Semarang,” ujarnya.

Terkait proses kreatif pembuatan minialbum tersebut, lanjut dia, memakan waktu lima bulan dari proses rekaman hingga jadi minialbum yang siap didistribusikan. ”Kami masuk dapur rekaman mulai September 2016 lalu, dilanjutkan dengan proses mixing dan mastering hingga pembuatan art work serta penggandaan. Semuanya selesai pada pertengahan Januari 2017,” ungkapnya.

Gemby membeberkan, untuk mendapatkan minialbum tersebut, bisa langsung kunjungi ke web www.ollyoxen.com. ”Untuk lebih lanjut kunjungi ke web saja, terkait info harga dan lain-lain bisa didapat di sana. Ini kami kelola secara indie,” ungkapnya.

Disinggung terkait proyek berikutnya, Gemby membeberkan, dalam waktu dekat band ini juga akan segera meluncurkan klip video. ”Secepatnya kami akan meluncurkan video klip Bad Matra, ini masih dalam proses, tinggal 20 persen lagi,” tandas pria yang menjadi motor dari grup band tersebut. (*/aro/ce1)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here