33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Pameran Carica di Perancis, Ekspor ke Thailand

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Trisila Juwantara, Owner Yuasafood

Trisila Juwantara, merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Wonosobo yang sukses. Produknya andalannya Carica, buah khas dataran tinggi Dieng. Berkat keuletannya, Trisila tidak hanya membuka usaha. Namun, kerap diundang sebagai motivator bagi mereka yang akan memulai usaha UMKM.
Sukses yang diraih Trisila hari ini, berawal dari situasi yang getir. Awalnya, pria kelahiran Magelang ini pindah ke Wonosobo pada 1989 sebagai karyawan di PT Dieng Djaya, sebuah pabrik makanan olahan jamur. Memasuki tahun 2000-an, perusahaan tempat dia bekerja mulai limbung.
Pada situasi seperti itu, Trisila mulai berpikir keras demi kelangsungan dapur rumah tangganya. Suami dari Samilah ini lantas mulai belajar mengolah buah khas dataran tinggi Dieng bernama Carica. Buah mirip pepaya ini, ia pelajari menjadi makanan kemasan. Hingga akhirnya, pada 2001, Trisila mulai memproduksi makanan carica kemasan kecil, sembari tetap bekerja di PT Dieng Djaya.
Melihat prospek pasar yang cerah, pada 2003, Trisila resmi keluar dari perusahaan tempat bekerja karena pailit. Dia melakukan berbagai observasi untuk memastikan produk Caricanya layak dan laku di pasaran, melalui bendera PT Yuasafood Berkah Makmur miliknya. “Saya melakukan penelitian terhadap buah Carica, dari mengenali tekstur buahnya, kesaman, sampai kandungan gizinya dan belajar mengemas.”
Awalnya, Trisila hanya mengunakan alat seadanya dalam memproduksi Carica. Lambat laun, produknya disukai pasar. Meroketnya industri wisata di Wonosobo, memberikan berkah. Banyak wisatawan menempatkan carica olahan menjadi buah tangan oleh-oleh khas Wonosobo. “Saat ini, saya sudah bisa memproduksi rata-rata satu bulan 5000 cup.”
Produksi Yuasafood saat ini laris manis. Ayah dua anak ini pun namanya semakin melambung. Dia kerap diundang menjadi motivator bagi pelaku UMKM pemula. Bahkan, pabrik tempat produksinya, disiapkan sebagai sarana pembelajaran. “Saya dengan senang hati membagi ilmu kepada siapa saja,” kata ayah dari Amelia Nabilla dan Luthfia Nabilla ini.
Kesuksesan yang diraih, membuatnya melebarkan sayap bisnis ke wilayah Banjarnegara. Di sana, Trisila mendirikan perusahaan serupa. Bahkan, saat ini memiliki PT BAMS sebagai pabrik pengemasan pengalengan. “Mulai 2016, kami ekspor Carica ke Prancis.”
Menariknya, dalam membesarkan perusahaan, Trisila tidak melupakan kawan kerjanya dulu. Sebagian besar pekerjanya, bahkan kawan senasib ketika bekerja di PT Dieng Djaya. Selain memproduksi Carica, Trisila kini memperoduksi berbagai makanan olahan lain. Di antaranya, cabai khas Dieng menjadi manisan. (ali/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Nikmatnya Sajian Pizza Bentuk Cone

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Keunikan visual suatu sajian seringkali menjadi salah satu pemantik dalam menggugah selera. Ragam kreasi pun hadir untuk menarik keinginan pecinta kuliner...

Jadi Ajang Sosialisasi dan Pupuk Kecintaan Anak Pada Olahraga

SEMARANG – Event Antangin Junior Sports Festival 2017 siap digelar Sabtu (9/12) hari ini di Lapangan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sampangan Semarang. Kota Semarang...

Andien Promosikan Kereta Api

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – PT KAI Daop 4 Semarang, mengandeng penyanyi Andien untuk mempromosikan Museum Kereta Api Ambarawa dan Lawang Sewu. Humas KAI Daops 4...

Bupati Bebaskan Pajak 10 Ribu Warga Miskin

KAJEN-Sebanyak 10 ribu warga miskin korban bencana banjir rob di Kecamatan Tirto dan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, dibebaskan dari kewajiban membayar pajak bumi dan bangunan...

Tumpukan Emas Batangan Senilai Ratusan Miliar Hingga Uang Laser

Museum hingga kini belum jadi lokasi favorit wisata. Perlu inovasi untuk menggaet wisatawan agar mau berkunjung ke museum. Seperti yang dilakukan di Museum Bank...

Seorang Dokter Segera Diadili

SEMARANG-Diduga menjadi pelaku penganiayaan, seorang dokter berinisial LW berurusan dengan hukum, kini sang dokter mendekam di jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ini, berkas...