Beranda Berita Normalisasi Kaliaji Terkendala Bangunan

Normalisasi Kaliaji Terkendala Bangunan

Others

KENDAL—Sungai Kaliaji Pasar Gladak hingga pertigaan Sekopek, mulai dinormalisasi. Hanya saja proses normalisasi terkendala akses. Alat berat terhalang rumah warga dan utilitas yang berdiri disepanjang saluran.

Pantuan di lapangan, sedimentasi saluran memang sudah sangat tinggi. Bahkan dari talut, hanya menyisakan setengah meter badan sungai. Padahal kedalaman sungai sekitar 2,5 meter.

Koordinator Lapangan dari Dinas PSDA Jateng Perwakilan Kendal, Adi Darmawan mengatakan pengerjaan pengerukan dilakukan atas perintah langsung dari Gubernur Jateng, saat meninjau Kaliaji, Mei lalu.

“Kondisi sedimentasi Kaliaji ini menjadi salah satu penyebab banjir di Kaliwungu. Pengerukan ini bukan berarti nantinya bebas banjir. Kami hanya mengurangi dampak banjir. Sehingga limpasannya ke pemukiman warga tidak terlalu besar,” katanya, kemarin (5/6).

Pengerukan dimulai dari pertigaan Plantaran sampai Jagalan dan dilanjutkan ke Kalibendo. “Nantinya akan terus sampai ke Selatan, tapi yang didahulukan di Gladak, karena sering banjir,” kata Adi.

Adi mengatakan, pengerukan mengalami kendala akibat jaringan kabel dan rumah warga. Sehingga alat berat tidak bisa leluasa bergerak. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan kecamatan dan desa terkait dengan bangunan di sepanjang bantaran agar bisa ditertibkan, sehingga normalisasi bisa dikerjakan.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa meminta kepada masyarakat agar bisa merubah perilaku hidup yang tidak baik, yaitu membuang sampah di sungai. “Sungai ini harus dijaga bersama dengan tidak membuang sampah sembarangan,” imbaunya.

Bupati Mirna berencana akan membuat Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur larangan buang sampah di sungai. Yakni pemberian sanksi  kepada oknum yang membuang sampah disungai. Tidak hanya sanksi, dalam Perbup rencananya ia juga akan memberikan hadiah kepada warga berani melapor ke Pemda jika ada yang membuang sampah di sungai.

“Perbup ini konsepnya sederhana saja. Jadi, warga yang melapor akan diberikan imbalan uang. Sedangkan yang membuang sampah akan dikenakan denda. Dengan begitu, Perbup baru bisa jalan. Sebab jika Pemerintah Desa yang  tanpa melakukan pengawasan akan sangat kesulitan,” tuturnya. (bud/zal)

Stay Connected

12,288FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here