33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Mahasiswa UM Magelang Bangun Tradisi Sonjo di Menayu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG – Dusun Menayu yang terletak di Desa Menayu Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang merupakan dusun yang masih memegang nilai-nilai kearifan lokal, salah satunya budaya sonjo.

Orang kampung pada zaman dulu memaknai sonjo sebagai budaya bertamu yang tidak hanya bertujuan memiliki hajat tertentu melainkan sekedar berbincang-bincang hingga timbul suatu kekerabatan yang erat seperti layaknya rumah sendiri, sampai lupa bahwa ia sedang bertamu.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, budaya sonjo berubah maknanya dan semakin  jarang dirasakan. Di samping itu, kebiasaan yang dilakukan oleh orang  kampung seperti angon bebek, angon wedus, mijah iwak, tandur serta kegiatan menyatu dengan alam lainnya juga telah jarang ditemui.

Paradigma warga desa saat ini memandang bahwa kegiatan tersebut dianggap kuno dan tidak dapat dijadikan sebagai penopang kehidupan sehingga mereka berbondong-bondong pergi ke kota.

Bermula dari keprihatinan itulah, tim PKMM UM Magelang yang terdiri dari  Restu Widan Kapila, Anisah, Siti Umi Kulsum, Anisa Nursaida dan Didik Irawan yang merupakan mahasiswa FKIP UM Magelang  mengajukan proposal PKM-M. Proposal berjudul“Perintisan Kampung Wisata Sonjo Kampung Menayu, Upaya Pelestarian Kearifan Lokal sebagai Pelumas di Dusun Menayu Kecamatan Muntilan.”

Proposal tersebut berhasil lolos bersama 27 proposal lain dari UM Magelang. Galih Istiningsih, M.Pd merupakan dosen  FKIP UM Magelang yang menjadi dosen pembimbing dalam program pengabdian tersebut.

Restu Widan Kapila, ketua tim mengatakan,  perintisan Kampung Wisata Sonjo Kampung Menayu dilakukan dengan mengedukasi dan memberikan pelatihan serta pendampingan kepada warga. Program  ini dilakukan untuk menyadarkan bahwasanya nilai kearifan lokal mampu dikembangkan dalam bidang pariwisata. “Kegiatan tersebut dilakukan selama empat bulan mulai April hingga Juli 2017 dengan dana senilai Rp 9 juta dari Kemenristek Dikti,” jelas Restu.

Lebih lanjut dikatakan, pengabdian dilakukan dengan melibatkan warga Dusun Menayu. Di awal kegiatan tim melakukan penyuluhan dengan mendatangkan petugas dari Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang yakni Annis Latifa, SH. Selain itu praktisi Desa Wisata Brayut, Sudarmadi dan Rahmawan yang menyampaikan tentang pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata.

Pada tahap berikutnya, tim  membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) dalam bentuk Komunitas Sonjo Kampung Menayu yang diketuai oleh Hariyadi, tokoh masyarakat  Dusun Menayu. Tim  juga memberikan pelatihan di bidang  pertanian, perikanan, peternakan, kuliner, permainan tradisional dan kesenian.

Bentuk pelatihan lainnya berupa pelatihan administrasi dan pemasaran. Pada pelatihan administrasi diajarkan tentang cara pembukuan yang meliputi pembuatan buku kunjungan dan keuangan. Adapun teknik pemasaran diajarkan agar kampung wisata dapat dipasarkan melalui media cetak dan elektronik. Salah satu pemasaran yang dapat digunakan dengan basis IT yaitu menggunakan Instagram, blog, Twitter dan Facebook.

Tahap berikutnya tim melakukan pendampingan seperti pelatihan mina lumping dan manajemen pengelolaan dengan mendatangkan wisatawan. Restu menyampaikan kegiatan pengabdian ini disambut antusias oleh warga. Hal tersebut dilihat dari tingginya animo dan keaktifan warga untuk merintis kampung wisata yang sebenarnya mereka idam-idamkan.

Warga berharap adanya rintisan desa wisata ini mampu mengubah pandangan hidup orang desa bahwasanya mereka mampu menambah  peluang usaha dan perekonomian dengan merintis desa wisata yang menawarkan nilai kearifan lokal.

“Inilah kesempatan kita untuk membangun desa, dengan menjadi relawan untuk merintis desa wisata ini, “ungkap Hariyadi ketua pokdarwis. (*/sct/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Produksi Pangan Merosot

“Yang paling banyak terdampak banjir adalah padi. Paling banyak ada di Kabupaten Wonogiri disusul Kabupaten Sragen. Luasannya masing-masing mencapai ribuan hektare," Yuni Astuti, Kepala Dinas...

Kurangi Polusi, Pemkab akan Tambah Luasan RTH

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemkab Semarang berencana menambah luasan ruang terbuka hijau (RTH) guna mengurangi polusi dan sarana rekreasi masyarakat. Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha...

Jago Merah Hanguskan Rp 500 Juta

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN –  Sebanyak 27 motor, uang Rp 30 juta dan seluruh barang dagangan ludes akibat amukan si jago merah. Isro, 37, warga Pasir...

Jam Kerja Jadi 12 Jam

PEKALONGAN - Berbagai kebijakan baru muncul di Terminal Kota Pekalongan per 1 Januari 2017. Hal ini secara personal dirasakan oleh petugas terminal yang awalnya...

Hampir Pensiun, Baru Dilantik PNS

WONOSOBO - Lima pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Wonosobo resmi dilantik sebagai PNSdi gedung serba guna Kankemenag, Jumat (19/5). Kelimanya adalah pegawai...

Banyak Pengusaha Belum Punya NPWP

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Belum semua para pengusaha dan pelaku usaha di Kabupaten Magelang memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dalam menjalankan usahanya. "Yang sudah...