33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Ancam Tindak Penimbun Sembako

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

BATANG – Pemerintah akan terus memantau ketersediaan pangan selama Ramadan hingga Lebaran 2017. Para pedagang dilarang melakukan penimbunan sembako karena akan ditindak secara tegas oleh Satgas Mafia Pangan.

“Polri melalui Satgas Mafia Pangan akan terus melakukan pantauan dan pengawasan terkait peredaran sembako di masyarakat. Sehingga kami minta para pedagang jangan coba-coba melakukan penimbunan kebutuhan pokok menjelang Ramadan ini,” kata Kepala Bulog Subdivre Pekalongan, Muhson Chudori didampingi Kepala Bulog Kandeman Batang Tarno, Senin (5/6).

Sebab, kini Satgas Mafia Pangan juga memegang data-data pedagang besar yang penerima produk sembako dari Bulog. Jika dalam pelaksanaan tidak didistribusikan dengan benar, akan segera ditindak.

Selanjutnya, Bulog juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir terjadinya kenaikan harga maupun kelangkaan bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadan karena stoknya relatif cukup.

“Insya Allah menjelang Ramadan hingga Lebaran, kami menjamin stok kebutuhan pokok masih aman mencukupi kebutuhan masyarakat. Oleh karena masyarakat tidak perlu khawatir terjadinya kenaikan harga dan kelangkaan kebutuhan pokok,” katanya.

Ia menyebutkan saat ini stok beras yag tersimpan di Bulog masih mencapai sekitar 47 ribu ton, gula pasir 1.500 ton, daging kerbau 800 kilogram, bawang putih 2 ton yang siap digelontorkan ke pasar tradisional, 40 ton bawang merah, dan minyak goreng 1.400 liter.

Selain itu, Bulog juga menggelar ‘Gerakan Stabilisasi Pangan’. Yang mana telah menyiapkan 40 ton beras jenis premium, yang dijual pada masyarakat seharga Rp 9.500 per kilogram untuk kemasan 5 kilogram. Dan Rp 9.400 per kilogram pada kemasan 25 kilogram.

Serta untuk gula pasir, disediakan sebanyak 40 ton dengan harga Rp 12 ribu per kilogram. Daging kerbau beku seharga Rp80 ribu per kilogram, dan bawang merah yang dijual Rp22 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp 38 ribu per kilogram.

Wakil Bupati Batang Suyono mengungkapkan kesetersediaan pangan saat Ramadan hingga Lebaran 2017 masih mencukupi kebutuhan masyarakat. “Kebutuhan beras di Batang cukup, bahkan hingga enam bulan ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu kawatir kekurangan suplai beras,” katanya.

Untuk Kabupaten Batang dengan luasan lahan dan panen padi sebenarnya termasuk surplus. Sehingga Pemkab Batang berharap kepada manajemen Bulog jangan sampai masyarakat kekurangan beras. Namun tetap, ke depan jika masyarakat khawatir dengan gejolak harga yang tinggi Bulog harus siap mengantisipasi untuk melakukan pasar murah. (han/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Angkot Mogok, Pelajar Keleleran

MAGELANG–Mogok masal angkutan umum di Kota Magelang sebagai bentuk protes keberadaan ojek online, menyebabkan anak-anak sekolah dan warga kesulitan beraktivitas. Saat jam pulang sekolah...

Ulama Besar Syiria Doakan Ganjar-Yasin

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Rektor Universitas Ahmad Kaftaro Damascus Syaikh Muhammad Syarif As Showaf mengunjungi posko Santri Gayeng di Semarang, Rabu (14/3). Ulama berpengaruh Syiria...

4 Anak Panti Asuhan Diduga Ditelantarkan

DEMAK-Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) Pemkab Demak menemukan empat anak diduga ditelantarkan di sebuah Panti Asuhan di Desa Karangmlati, Kecamatan...

Ratusan Siswa Ikut Lomba MAPSI

  DEMAK-Sedikitnya 504 siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dari 14 kecamatan di Kabupaten Demak mengikuti Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) di...

Imbau Masyarakat Jangan Bakar Sampah

KENDAL—Masyarakat diminta agar mewaspadai bahaya kebakaran. Terutama di musim kemarau sekarang ini, agar tidak sembarangan membakar sampah. Pasalnya, kondisi kering ditambah angin kencang mengakibatkan...

Dancing Fountain Tugu Muda Telan Rp 3,8 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Taman Tugu Muda Semarang kembali dipercantik.  Ikon Kota Semarang yang berisikan perjuangan warga Semarang melawan penjajah tersebut akan dilengkapi dancing fountain...