33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

Ajarkan Memasak dengan Cinta

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Nanan Wiryono, Owner WL Home Kitchen Semarang. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

ENERJIK, cantik dan cekatan. Demikian yang bisa mengambarkan pendiri sekaligus owner sekolah masak WL Home Kitchen Semarang, Sarah Siti Kawiryan Wiryono. Bagi perempuan yang akrab disapa Nanan Wiryono ini, aktivitasnya dalam mengelola sekolah masak adalah bentuk pelayanan kepada Tuhan. Sebab, ia tak sekadar mengajarkan memasak, Nanan yang sangat mencintai anak-anak ini ingin mengajarkan kepada anak untuk bisa hidup mandiri sejak kecil, serta tidak bergantung pada orang lain. Melalui sekolah masaknya ini, ia ingin mengajarkan kreativitas anak melalui pengembangan soft skill.
”Ketika mereka diberikan oleh orangtuanya uang Rp 100 juta misalnya, mereka tidak hanya bisa menghabiskannya. Dengan kreativitas, mereka bisa mengembangkan uang tersebut,” kata ibu dari Nasya, Noel, Clara, dan Sean ini saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sela menerima Anugerah Jawa Pos Radar Kedu-Radar Semarang 2017 untuk kategori Owner School for Developing Soft Skills & Life Skill for Future Empowerment of Children di Semanggi Ballrom Artos Hotel and Convention Magelang, Selasa (23/5) lalu .
Adik kandung artis sinetron Ninok Wiryono ini menjelaskan, sejak berdiri 2003, sekolah memasak yang dikelolanya sudah meluluskan sekitar 400-an siswa. Bahkan beberapa di antaranya sudah menjadi master chef terkenal. Salah satunya Petrick James Rafferty Milligan atau akrab disapa Pedi.
“Siswa di sini mulai usia 5-19 tahun. Banyak juga kalangan ibu rumah tangga. Kalau menu yang diajarkan mulai Indonesia, Asia, dan Barat. Siswa juga diajarkan mengenal bumbu, mengenal sayuran, dan sebagainya,” ungkap alumnus Magister Manajemen (MM) Undip dan S1 di Sydney, Australia ini.
Nama sekolah WL Home Kitchen sendiri memiliki tiga arti khusus yang cukup unik. WL bisa berarti With Love, yakni sekolah masak yang dikelolanya dibangun dengan rasa cinta. Selain itu, ia juga ingin mengajarkan bahwa memasak itu harus penuh dengan rasa cinta, sehingga hasilnya akan terasa nikmat.
“WL juga berarti Wiryono dan Lutuihamallo, nama ayah dan marga suami saya. Juga bisa berarti Women and Ladies. Karena sekolah memasak ini bisa untuk pria dan wanita,” jelasnya.
MelaluiWL Home Kitchen, Nanan juga ingin mengajarkan bahwa makanan dapat digunakan untuk menunjukkan rasa kasih. Ia ingin menunjukkan bahwa makanan dapat menyatukan dan menumbuhkan rasa cinta dalam keluarga.
”Ketika di dapur, otomatis bisa menyatukan keluarga. Juga ketika masakan disajikan untuk keluarga, dan dinikmati bersama,” ujar istri dari Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jateng, John Richard Lutuihamallo ini.
”Cinta itu tumbuh dari perut. Jika kita bisa mengapresiasi makanan, bukan dari nilai harga makanan tapi kualitas bahan makanan, maka akan mempengaruhi pola hidup, kesehatan, dan akhirnya kebahagiaan untuk meraih tujuan hidup,” imbuh wanita yang juga seorang konsultan resto ini.
Helen Santoso, orang tua siswa WL Home Kitchen mengaku senang dua anaknya, Reagan Chen dan Darrell Chen, bisa belajar memasak di bawah bimbingan chef Nanan. Sekalipun dua anak kembarnya itu cowok, ia tetap mensupport dengan memasukkannya di WL Home Kitchen. “Anak saya ada tiga, cuma yang suka memasak yang nomor 1 dan 2, akhirnya saya salurkan di sekolah chef Nanan,”kata Helen.
Helen mengaku, sejak belajar di WL Home Kitchen, kedua anaknya sering browsing menu-menu masakan, kemudian mempraktikknya di rumah. Biasanya dirinya yang membelanjakan bahan-bahannya. “Nah, kalau menemui kesulitan, biasanya ditanyakan langsung ke chef Nanan,” ujarnya.
Tak dipungkiri, kedua anaknya pernah gagal dalam meracik masakan. Akan tetapi ia bangga karena chef Nanan selalu membesarkan hati siswanya. Sehingga sang anak tetap percaya diri dan tidak merasa down. “Anak-anak sering dibesarkan hatinya. Anak-anak juga sering dinasehati oleh chef Nanan. Jadi, kita senang di sini. Bahkan, anak saya sekarang susah kalau diajak jalan buat makan. Mereka pilih masak sendiri di rumah,”kata warga Candi Golf, Semarang ini sambil tersenyum. (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kenalkan Program Satu Guru Satu Buku

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Gerakan literasi membaca dan menulis buku atau karya ilmiah terus digencarkan disekolah sekolah. SMAN 1 Demak misalnya, untuk mengembangkan literasi sekolah,...

Info Palsu Rekrutmen TNI

JawaPos.com – Beberapa hari terakhir beredar kabar rekrutmen anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Agak aneh, sih. Rekrutmen tersebut hanya dibuka untuk perwira rohaniwan. Janjinya,...

Bupati Sarankan Petani Kelola Mina Padi

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, terkesan dengan kreativitas kelompok Mina Padi, yang memanfaatkan genangan air sawah untuk budidaya ikan air tawar, di Desa...

Pamerkan Batik Temanggungan

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Untuk memperkenalkan khasanah kebudayaan lokal kepada khalayak umum, puluhan sanggar tari dari berbagai penjuru di Kabupaten Temanggung menggelar pementasan seni tari kreasi...

Curi Durian Tetangga, Ditangkap oleh Warga

TEMANGGUNG—Warga kampung Kebonsari Desa Pendowo, Kecamatan Kranggan, Jumat (15/12), menangkap pencuri durian. Pelaku pencurian adalah Yatno, 33, warga Dusun Kebonsari. Ia tepergok mencuri durian...

Raih Penghargaan dari Menristekdikti

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Universitas Tidar Magelang mendapatkan penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satker dengan Rapor Terbaik ke-2 dalam Pelaksanaan Program, Kegiatan dan Anggaran...