31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Berkomitmen Memberikan Pelayanan Terbaik

TERIMA AWARD: Kepala BPJS Kesehatan Divre VI Jateng-DIY, Aris Jatmiko berfoto bersama dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Surmiyati.

Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Divisi Regional (Divre) VI Jateng-DIY berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, agar kemanfaatan program-programnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Utamanya, bagi 26.265.641 peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang terdaftar di database BPJS Kesehatan Divre VI, di bawah kepemimpinan Dr Aris Jatmiko, MM, AAK.
Program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) merupakan salah satu kegiatan yang serius digarap. Aris Jatmiko mengatakan, Prolanis merupakan pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN-KIS yang tidak hanya mengedepankan aspek kuratif saja. Namun juga tidak mengesampingkan promotif dan preventif. Dalam Prolanis, dibentuk klub-klub, seperti diabetes mellitus, hipertensi, serta penyakit kronis lainnya. “Kegiatannya seperti pemberian edukasi dan senam rutin,” kata Aris.
Pihaknya juga memiliki program pemeriksaan IVA dan papsmear gratis. Adanya program ini, ia berharap kesadaran masyarakat untuk mendeteksi dini penyakit kanker servik atau kanker leher rahim meningkat.
Menurut Aris, meningkatnya jumlah peserta setiap bulannya, tidak lain karena program-program atau benefit yang didapatkan peserta JKN-KIS terjamin. Ini sejalan dengan target pemerintah pusat untuk mencapai cakupan semesta pada 2019. “Program itu juga kami dukung dengan perluasan kanal pendaftaran peserta JKN-KIS.”
Antara lain melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500-400 yang terintegrasi dengan hotline service, lalu pendaftaran melalui drop box di kantor cabang BPJS Kesehatan dan di kecamatan hingga kelurahan. Serta pendaftaran melalui payment point online bank (PPOB) yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Artinya pendaftaran tidak hanya dilayani melalui Kantor Layanan Operasional Kesehatan (KLOK).
Namun demikian, pelayanan ini dikhususkan bagi calon peserta kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri dan Bukan Pekerja (BP).
Dirinya juga menjelaskan, dulunya—BPJS Kesehatan Care Center 1500-400 bernama BPJS Kesehatan Call Center. Fungsinya hanya pemberi informasi, penanganan pengaduan, teleconsulting dan pengelolaan media sosial. Kini ditambah melayani pendaftaran peserta mandiri dan mutasi perserta.
“Care Center juga disediakan layanan tanya dokter melalui metode teleconsulting di mana peserta JKN-KIS dapat melakukan konsultasi kesehatan kepada dokter umum yang siap memberikan informasi kesehatan yang dibutuhkan,” paparnya.
BPJS Kesehatan yang di Jateng-DIY memiliki 13 cabang, juga melakukan upaya perluasan kanal pemberian informasi dan penanganan pengaduan. Di antaranya melalui website BPJS Kesehatan pada Menu SIPP (Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan).
Masih menurut Aris, baru-baru ini, pihaknya merekrut kader JKN-KIS untuk menjangkau daerah-daerah penyangga. “Pendaftaran peserta juga bisa melalu website.”
Terbaru, BPJS Kesehatan mencanangkan program Donasi JKN-KIS. Yakni, program yang melibatkan partisipasi masyarakat secara perorangan, Badan Usaha (BU), lembaga, atau badan lainnya, yang bertujuan mewujudkan kepedulian kepada masyarakat di lingkungannya. “Tentunya diberikan pada keluarga yang membutuhkan uluran tangan untuk didaftarkan dan dibayarkan iurannya sebagai peserta JKN-KIS,” ujarnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Surmiyati menambahkan, adanya program donasi JKN-KIS yang memiliki tiga pola. Pertama, donasi perorangan. Ini bentuk partisipasi individu yang memiliki kemampuan membayar iuran dan kepedulian terhadap keluarga yang kurang beruntung di lingkungannya untuk didaftarkan dan dibayarkan iurannya selama keluarga tersebut masih membutuhkan bantuan.
Kedua, donasi BU. Adalah partisipasi BU terhadap sejumlah keluarga yang kurang beruntung di lingkungannya untuk didaftarkan dan dibayarkan iurannya selama keluarga tersebut masih membutuhkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Ketiga, donasi lembaga atau badan lainnya. Adalah partisipasi lembaga atau badan amal atau lembaga/badan lainnya salah satu fungsi lembaga atau badan terkait adalah sebagai penyantun dan memiliki kemampuan membayar iuran dan kepedulian terhadap sejumlah keluarga di bawah naungannya untuk didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS. “Pembayaran iurannya selama keluarga tersebut masih membutuhkan bantuan.” (put/isk)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here