31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Puasa dan Ketahanan Sosial

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

PUASA dan ketahanan sosial merupakan dua variabel yang berbeda, namun memiliki relasi yang saling berkait. Kaitan relasi antara dua variabel tersebut akan tampak gamblang ketika kita mengelaborasi lebih dalam soal pemaknaan puasa. Sebagaimana dimaklumi, secara etimologis puasa (shiyam atau shoum) berarti menahan diri dari melakukan sesuatu (al-imsak ‘an asy-syai’) dan secara terminologis berarti menahan diri untuk tidak makan, minum dan senggama dari fajar hingga terbenamnya matahari selama bulan Ramadan.

Pemaknaan secara etimologis dan terminologis tersebut menyiratkan arah dan maksud disyari’atkan dan diwajibkannya puasa bagi umat Islam. Pensyari’atan puasa tentu tidak sekedar hanya dimaksudkan agar umat Islam menahan diri dari rasa lapar, dahaga dan desakan nafsu birahi pada siang hari di Bulan Ramadlan. Menahan diri dari tiga hal tersebut hanya bentuk pengendalian diri yang paling minimal bagi orang yang berpuasa. Lebih dari  itu, puasa disyari’atkan  agar umat Islam baik pada level personal maupun komunal menjadi figur-figur yang bertakwa. Orang yang bertakwa akan senantiasa melaksanakan segala hal yang diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan apapun yang dilarang-Nya. Orang yang bertakwa akan senantiasa berhati-hati dalam mengambil keputusan baik yang menyangkut dirinya sendiri maupun orang lain. Segala tindakan yang dilakukannya akan senantiasa dia pertimbangkan dari sisi maslahat dan mafsadatnya bagi diri sendiri maupun orang lain.

Pada level personal, seseorang yang berpuasa dengan benar akan memiliki kepribadian yang matang dan senantiasa mampu menahan diri dari  melakukan tindakan-tindakan destruktif yang merugikan orang lain. Ia tidak akan mudah melakukan tindakan intimidasi atau aksi persekusi terhadap orang lain. Ia juga tidak akan gampang terprovokasi oleh hasutan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...