33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Masuk Fakultas Hukum Keceelakaan yang Barokah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

TERLAHIR di keluarga yang memiliki latar belakang kemiliteran, sikap tegas dan gagah terlihat pada sosok Kepala Humas Universitas Diponegoro (Undip), Nuswantoro Dwiwarno. Bapak dua anak ini dulu bercita-cita menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengikuti jejak kakek dan ayahnya.

Baca Juga :

Ditemui Jawa Pos Radar Semarang diruangannya, Jumat (2/6), Nuswantoro bercerita bahwa sikapnya itu terbentuk oleh didikan orang tuanya dari kecil. Nuswantoro besar di lingkungan asrama TNI di Sragen. Ayahnya yang seorang prajurit TNI menerapkan pola disiplin dan jujur kepada anak-anaknya.

“Saya lahir di Magelang, tapi besar dan tumbuh di Sragen karena ikut bapak yang dinasnya di sana. Beliau selalu ngajarin disiplin ke anak-anaknya, mungkin bawaan profesi juga,” ujarnya.

Sayangnya ia tidak berhasil dalam mengikuti seleksi untuk masuk TNI di Akademi Militer (Akmil). Hal ini membuatnya tertarik pada bidang hukum, yang dirasa tidak terlalu jauh dari cita-citanya.

Pria yang berulangtahun setiap tanggal 23 Desember ini mengaku, keputusan memilih disiplin ilmu hukum merupakan sebuah kecelakaan. Pasalnya bidang ini kemudian menjadi jalan hidup yang ia lakoni hingga saat ini.

“Ya dulu inginnya meneruskan dari keluarga untuk militer, tetapi sudah daftar di Akmil tidak lolos. Makanya kemudian saya pilih ilmu hukum dan jadi jalan hidup ya saya pikir itu adalah kecelakaan yang barokah,” kata dia diikuti tawa.

Meski memiliki kesan serius dan galak, Nuswantoro gemar bersosialisasi. Ia senang berinteraksi baik dengan kawan lama maupun baru. Namun ia mengamini pendapat orang yang menyebutnya galak.

Keseriusannya menekuni bidang hukum dibuktikannya dengan terus mempelajari ilmu ini hingga S3.  “Mau nggak mau tuntutan sebagai seorang pengajar. Tapi juga menjadi kewajiban moral dan normatif untuk mengenyam pendidikan tertinggi,” bebernya.

Ketika ditanya tentang apakah kondisi hukum di Indonesia menjadi alasannya memilih bidang ilmu tersebut, Nuswantoro justru mengaku bahwa dirinya mulai paham tentang hukum-hukum di Indonesia sejak menjadi mahasiswa.

“Penyimpangan implementasi hukum yang ada di lapangan, bagaimana proses hukum itu dibuat. Saya baru tahu semua itu ya setelah jadi mahasiswa hukum dan saya makin tertarik, terlupa keinginan untuk jadi tentara,” ujarnya tertawa.

Besarnya rasa keingintahuan dirinya pada Hukum, dari setiap materi yang didapatkan selama belajar diperkuliahan, ia pun mempraktikkannya dengan mengikuti beberapa diskusi, kegiatan dan organisasi yang ada di Kampus.

Ia pun pernah menjabat sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum pada tahun 1990-1991. “Ya saya jadi ketua karena banyak teman saja, bukan apa-apa. Tapi saya lakoni itu sebagai amanah jadi tidak main-main,” katanya bercanda.

Mendapatkan beasiswa ikatan dinas dari Dikti pada saat memasuki semester 5 itulah yang kemudian membawanya pada profesi sebagai seorang dosen di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro sejak tahun 1993 hingga saat ini. Sehingga bisa dikatakan setengah hidupnya dihabiskan untuk mengabdi di Undip. (tsalisati/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dorong Pengentasan Kemiskinan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Keluarga Alumni STM Pembangunan Semarang atau disingkat Kamisetembang (Sekarang SMKN 7 Semarang) berkomitmen membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan. Kamisetembang terus berupaya dalam kontribusi mencetak...

Harga Rumah Naik 10 Persen

SEMARANG – Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah mengindikasikan terjadi kenaikan harga rumah di awal tahun antara 5 – 10 persen. Kenaikan terjadi seiring...

Ajak Bangun Persaudaraan, demi Keutuhan Bangsa

  SEMARANG - Perayaan Kamis Putih umat Katolik menjelang Paskah di Gereja Katedral Semarang, Kamis malam (13/4) kemarin, berlangsung khidmat. Ribuan umat Katolik menjalankan Misa...

Sopir Tronton Terjepit Kabin

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Diduga akibat sopir ugal-ugalan, sebuah truk tronton menabrak dump truk yang hendak memutar arah di jalur pantura Desa Rejosari, Kecamatan Brangsong, Minggu (27/5)....

BPJS TK Dicatut Penipu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Program pemerintah sering dijadikan sebagai modus penipuan. Salah satunya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan yang baru-baru ini dicatut namanya untuk...

Dewan Protes Inovasi Dishub

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Berbagai cara kreatif dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang untuk membuat pengguna jalan tertib, utamanya dalam menyeberang. Lebih mengoptimalkan fungsi zebra...