33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Bistik Solo hingga Ayam Sarang Tawon ala Gaza

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Ingin menikmati bistik yang lezat? Datanglah ke Gaza. Jangan berfikir lokasi konflik di Palestina, tapi Gaza ada di Jalan Sawojajar I Nomor 34 Semarang. Aneka bestik nan menggigah selera bisa anda dapatkan di sini.

THOMAS Deny Setiawan sengaja menamai kedainya Gaza Café, agar mudah diingat dan menarik perhatian orang untuk datang. “Dengan nama Gaza, banyak yang mengira masakannya dari Timur Tengah, padahal sajian yang tersedia adalah masakan tradisional Indonesia serta beberapa menu western. Gaza sendiri sebetulnya terinspirasi dari tempat dan jalannya, jadi kami memanfaatkan garasi rumah dan rumahnya ada dijalan sawojajar, garasi di sawojajar, Gaza,” selorohnya.

MANFAATKAN GARASI: Gaza Café, menyajikan menu khas dan takjil gratis selama Ramadan. (Foto-foto: Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

Salah satu menu andalannya adalah Bistik Solo. Kuliner berbahan dasar daging sapi ini di Gaza diramu berbeda dari yang lain. Penggunaan rempah sebagai bumbu masaknya menambah cita rasa dalam kuah serta daging bistiknya, dan itu jadi pembeda. “Banyak yang bilang kalau bistik milik kami berbeda dengan bistik pada umumnya,” ujar alumni Universitas Negeri Semarang ini.

Selain sebagai pemilik, Deny sekaligus juru masak di kedainya. Diakui dia, keterampilan masak ia pelajari secara otodidak. Sarjana musik ini mengaku, kegemarannya memasak ini menjadi dasarnya untuk membuka kedai. Sebelumnya, ia membantu bisnis kue keluarga yang juga berada dilokasi yang sama. “Ya jadi intinya saya mengembangkan usaha keluarga, tadinya kan cuma toko kue dan roti saja. saya pikir kuliner ini kan bisnis yang tidak ada matinya, jadi saya putuskan untuk buka kedai disini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, dalam mempelajari proses dan cara memasak bistik solonya ia memerlukan riset beberapa waktu. pasalnya ia harus berulangkali membuat penyempurnaan dikarenakan ia belajar secara otodidak.

MEMIKAT: Bistik Solo dan Hazelnut Chocolate. (Foto-foto: Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

Daging dan sayuran yang digunakan, Deny mengklaim seluruhnya adalah bahan yang fresh. Karena ia ingin semua menu yang disajikan benar-benar melalui proses pematangan dan pengelolaan yang baik sehingga tidak instan. “Kedai kami ini buka mulai pukul 11.00 – 14.00 dan buka lagi mulai 18.00 – 22.00, hal itu dengan alasan, pada waktu jeda kami cari bahan sayuran dan daging jadi semua serba fresh,” kata dia.

Selain bistik solo, menu andalan lainnya adalah Ayam Sarang Tawon. Menurutnya menu ini laris lantaran daging ayamnya yang empuk serta sambal koreknya. Dimasak dengan menggunakan telur, inilah yang kemudian disebut sebagai sarang tawons sebab menyelimuti potongan ayam dan serupa dengan sarang tawon. “Ayamnya kami presto ya dengan bumbu, semacam ungkep tapi pakai presto. sebenarnya sama kaya ayam goreng pada umumnya, tapi karena kita kombinasikan dengan telur jadi telurnya yang mewujud sarang tawon,” terangnya tertawa.

GUGAH SELERA: Ayam Sarang Tawong dan Marble Blue Lagoon. (Foto-foto: Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
GUGAH SELERA: Ayam Sarang Tawong dan Marble Blue Lagoon. (Foto-foto: Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

Tak hanya makanan, minumannya pun diakui oleh Deny tidak ada yang instan. bahkan, Gaza cafe memiliki barista yang berpengalaman dalam bidang membuat minuman. Andalannya adalah Hazelnut Chocolate dan Marble Blue Lagoon. “Marble Blue Lagoonnya ini perpaduan sirup dengan soda serta ada semacam jelly yang bentuknya seperti kelereng, jadi sangat cocok untuk buka puasa karena rasanya segar,” ujar dia.

Selama Ramadan, Gaza Resto & Cafe menyediakan takjil gratis setiap harinya. Meski tidak menjalankan ibadah puasa, bagi Deny memberikan takjil gratis ini sebagai bentuk berbagi dan menghormati perbedaan umat beragama. “Sebetulnya berbagi ini tidak kami lakukan saat puasa saja, sebelum ramadahan setiap sabtu kami rutin berbagi makanan gratis untuk masyarakt sekitar, tujuannnya ya murni berbagi saja, biar dapat berkat dari Tuhan juga,” tutupnya. (tsa/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ratusan Tumpeng Dikirab, Gunungan Diperebutkan

Tradisi Saparan di lereng gunung Merbabu, Kabupaten Magelang, masih begitu kuat. Ratusan warga, secara swadaya, membuat tumpeng sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha...

Lima Hari, Angkut 11.940 Pemudik dan 5.550 Motor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Kapal Perintis yang mengangkut para pemudik dan sepeda motornya mulai berdatangan di Pelabuhan Tanjung Emas. Senin (11/6) kemarin, merupakan gelombang ketiga mudik gratis...

Harga Tahu Naik

RADARSEMARANG.COM - Pekerja mengoreng tahu di sentra industri tahu Jombang, Kota Semarang Kamis (4/1). Harga tahu mengalami peningkatan sebesar Rp 2.000 per kilogram akibat...

Hutan Wisata

RADARSEMARANG.COM - HUTAN Tinjomoyo kini ramai dikunjungi wisatawan. Pemkot Semarang telah menyulap tempat yang dulunya terkenal angker dan mangkrak tersebut menjadi lebih instagramable. Banyak...

Sepekan Mengajar 24 Jam, Honor Rp 450 Ribu

Meskipun sebagian guru sudah menerima sertifikasi dan tingkat kesejahteraan yang lebih baik, namun masih banyak Guru Tidak Tetap (GTT) yang berada di bawah garis...

Pemkab Tak Serius Kembangkan Desa Wisata

UNGARAN – Pemkab Semarang dinilai tidak serius menggarap potensi desa wisata. Terbukti sejumlah desa wisata kondisinya memprihatinkan. Tidak terurus dengan baik. Seperti Desa Bejalen. Desa...