33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Rusunawa Khusus Lajang Sepi Peminat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jrakah yang berdiri megah di Jalan Stasiun Jrakah, Kecamatan Tugu, Semarang, dibangun Pemkot Semarang khusus bagi para pekerja pria ’jomblo’ alias berstatus lajang. Tapi entah kenapa, sejak selesai dibangun Desember 2015 silam hingga sekarang, rusunawa lima lantai itu sepi peminat. Sedikitnya ada 104 kamar dengan dilengkapi fasilitas tempat tidur bertingkat, dua lemari pakaian, kamar mandi dalam, shower, toilet duduk, dan dua meja kerja.

Meski fasilitasnya cukup nyaman hampir mirip kamar hotel, tetapi sampai saat ini tercatat hanya ada 8 penghuni. Rusunawa ini terkesan menganggur karena tak dimanfaatkan.

”Saat ini, baru ada 8 penghuni. Padahal ada 104 kamar dengan kapasitas untuk dua orang. Totalnya bisa menampung 208 orang,” kata koordinator keamanan Rusunawa Jrakah, Jumadi, kemarin.

Dijelaskan Jumadi, untuk biaya sewanya terbilang sangat murah. Untuk lantai 1, biaya sewanya hanya Rp 125 ribu per bulan per orang. Lantai dua Rp 110 ribu per orang, lantai tiga Rp 100 ribu, lantai empat Rp 90 ribu dan lantai lima Rp 80 ribu. Menurutnya, harga sewa tersebut terbilang sangat murah dibanding biaya kos atau kontrak rumah di Kota Semarang.

”Sangat disayangkan, kalau tidak ada yang menempati. Mungkin karena kurang dipromosikan,” katanya.

Salah satu penghuni, Joko Purnomo, 40, mengaku nyaman tinggal di rusunawa tersebut. ”Dulu saya kos sebulan Rp 400 ribu, kamarnya kecil. Di sini sangat murah, kamarnya besar, fasilitasnya nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, para calon penghuni banyak yang mengurungkan niat untuk tinggal di rusunawa karena khawatir soal keamanan. Sebab, rusunawa ini belum dilengkapi pagar pengamanan. ”Mungkin takut kalau motornya hilang, untuk pagar parkir motor memang belum ada pengaman,” katanya.

Sementara ini, para penghuni membawa motornya ke dalam kamar rusunawa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. ”Kalau motornya dibawa ke kamar, mereka merasa lebih tenang,” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Muthohar, mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan sosialisasi agar rusunawa di Kelurahan Jrakah tersebut dimanfaatkan. ”Saya sudah cek kondisi di lapangan. Sudah ada penghuninya 8 orang. Padahal ada kamar 104,” katanya.

Dijelaskan, Rusunawa Jrakah itu diperuntukkan bagi pekerja di Kota Semarang, khususnya yang berstatus lajang. Permohonannya melalui perusahaan masing-masing, kemudian mendaftarkan di UPTD Rusunawa. ”Saat ini, kami sedang melakukam koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang untuk mengumpulkan sejumlah pengusaha di Kota Semarang,” katanya.

Hal itu untuk melakukan sosialisasi kepada para pengusaha agar para karyawan yang berstatus lajang, bisa menempati rusunawa tersebut. Termasuk menjelaskan prosedur pendaftaran maupun syarat-syaratnya. ”Pendaftarannya di UPTD terkait. Soal teknisnya seperti apa, saya belum menerima laporan dari UPTD-nya,” ujarnya.

Dijelaskan Muthohar, rusunawa ini memang khusus bagi pekerja lajang atau belum menikah. ”Syaratnya ya pekerja lajang itu. Dari pemerintah membuat Rusunawa Jrakah ini memang khusus untuk pekerja lajang. Kalau berkeluarga tidak boleh. Desainnya memang untuk lajang. Misalnya, tidak ada dapur keluarga,” katanya.

Pihaknya mengaku telah mengumpulkan sejumlah pihak untuk memberikan surat edaran kepada manajemen perusahaan. ”Ada sejumlah perusahaan misalnya Indofood, Marimas dan lain-lain. Sebenarnya sudah jadi cukup lama, mulai dibangun 2015, selesai 2016. Tetapi selama ini ada keluhan belum adanya pagar pengaman untuk parkir sepeda motor. Mungkin dikhawatirkan motor hilang,” ujarnya.
Terkait masukan belum adanya pagar pengaman parkir tersebut, lanjut Muthohar, saat ini telah dianggarkan untuk pembangunan pagar mengelilingi rusunawa. Dia berharap, setelah dibangun pagar tersebut, pengelolaan rusunawa bisa optimal. Hal itu juga membantu ekonomi buruh. ”Tahun ini bisa dibangun pagar,” katanya. (amu/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PKG 360 Derajat (Plus Suplemen) Membuat Kinerja Guru Lebih Bermutu

RADARSEMARANG.COM - SEBUTAN guru sebagai sosok yang patut “Digugu” dan “Ditiru”, sudah biasa kita dengar. Dengan slogan seperti itu, siapapun yang menjadi guru, dituntut...

Beri Bekal Siswa Mandrasah Hadapi Bencana

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemerintah hingga kini terus berupaya memberikan pengetahuan khusus penanganan bencana bagi pelajar di sekolah, termasuk siswa di sekolah madrasah. Melalui penerapan program...

Bupati akan Tuntut Pencemar Nama Baiknya

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Bupati Kendal Mirna Annisa mengancam akan melakukan tuntutan pencemaran nama baik kepada kedua tersangka penipuan. Yakni Mugi Widodo dan Muhammad Sumaratono...

Waspadai Investasi Bodong

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN- Jangan tergiur dengan investasi yang menawarkan keuntungan berlipat. Bisa jadi itu investasi bodong alias fiktif. “Di zaman sekarang kita harus memilih bisnis dan...

Tusuk Penonton Pakai Pisau Lipat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Konser Nella Kharisma yang digelar di PRPP Semarang sebagai hiburan akhir tahun, Kamis (28/12) malam, diwarnai insiden berdarah. Seoarang penonton dalam...

Pembangunan Energi Perlu Pemerintahan Bersih

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pembangunan energi hanya bisa dilakukan oleh pemerintahan yang bersih. Pemerintahan yang korup, tidak jujur, dan mementingkan kepentingan kelompok di atas kepentingan nasional, sulit...