33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Pintar Mencari Peluang Bisnis

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RANGKAIAN bunga masih menjadi pilihan untuk ucapan selamat maupun pemanis dalam berbagai acara. Hal ini ditangkap oleh Ulya Rochmana sebagai peluang bisnis yang cukup menggiurkan.

”Awalnya saya sering bikin buket bunga untuk teman-teman yang wisuda. Lama-kelamaan banyak yang pesan,” ujar pemilik ”2016 Fleuriste” ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sejak menekuni bidang ini mulai pertengahan 2016 lalu, jumlah pemesan pun terus bertambah. Tak lagi berkutat seputar buket untuk wisuda, tapi juga untuk berbagai momen lain. Mulai dari perayaan ulang tahun, hari jadi hingga buket untuk pemotretan pre wedding.

Begitu juga dengan tema-tema rangkaian maupun pengemasan yang makin inovatif. Mulai dari buket konvensional hingga rangkaian dalam boks maupun bentuk-bentuk lain yang bisa disesuaikan dengan permintaan.

”Buket untuk wedding baru-baru ini banyak yang minta tema rustic, tapi nuansanya juga disesuaikan dengan warna baju yang dikenakan. Misalnya, baju bernuansa pink, nanti di buket minta ada bunga yang pink juga,” kata alumnus Administrasi Publik Undip ini.

Menurutnya, sejauh ini tidak ada kesulitan berarti dalam mengembangkan hobi yang kemudian menjadi bisnis ini. Untuk material berupa bunga-bunga segar didapat dari supplier. Sedangkan untuk bunga impor sejauh ini masih belum digunakan. Tema, jumlah maupun jenis rangkaian bunga pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pemesan.

”Sebetulnya lebih banyak menyenangkannya. Soalnya, setiap hari selalu ada bunga cantik-cantik di rumah. Paling suka lagi kalau klien merasa puas dengan hasil karya saya,” ujar perempuan yang juga berprofesi sebagai party planner ini.

”Dua bidang yang saya tekuni ini, sama-sama berangkat dari hobi. Jadi, menjalankannya juga dengan senang hati. Sekarang selain florist dan party planner, saya juga mulai merambah ke event organizer,” ucapnya. (dna/aro/ce1)

Berita sebelumyaPersijap Jadi Lawan Ideal
Berita berikutnyaLangganan Banjir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Durian Unggulan Akan Disertifikasi

SEMARANG - Dinas Pertanian Kota Semarang akan memberikan sertifikasi untuk durian unggulan asli Kota Semarang. Hal itu disampaikan dalam pembukaan Semarang Festival Durian 2017...

Pensiunan Pegawai RSJ Membusuk di Kamar

SEMARANG-Warga Jalan Sido Drajat Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan digegerkan adanya temuan mayat yang sudah membusuk. Mayat berjenis kelamin laki-laki ini, diduga telah meninggal lebih...

Soal Poster ”Garuda Ku Kafir”, Undip Minta Maaf

SEMARANG – Civitas akademika Universitas Diponegoro (Undip) meminta maaf atas pemasangan poster dan spanduk bernada provokatif ”Garuda Ku Kafir” yang sempat menghebohkan kampus FISIP...

Bank Bukopin Berhasil Tingkatkan Efisiensi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Selama Januari sampai April 2018, Bank Bukopin berhasil menurunkan biaya operasional sebesar 5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017....

Sehari, Dua Kali Rob Rendam Kaligawe

SEMARANG - Rob masih terus merendam Jalan Kaligawe Semarang. Bahkan, kini dalam sehari bisa terjadi dua kali rob. Selain dikeluhkan para pelaku bisnis di...

Kemarau, Embung Mulai Menyusut

UNGARAN – Imbas musim kemarau, beberapa embung di Kabupaten Semarang mengalami penyusutan. Seperti halnya yang terjadi di Embung Sebligo Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat. Kades...