31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Kanker Kulit Menahun, Tak Miliki Biaya Berobat

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

BATANG – Zaenab,42, warga Desa Tegalsari RT 2/5, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, sudah cukup lama menderita penyakit kanker kulit. Hampir di sekujur tubuh Zaenab dipenuhi benjolan kecil sebesar buah anggur. Terutama di bagian kepala yang jumlahnya lebih banyak, di bagian telinga kanan dan mulutnya, ada benjolan besar yang hampir menutupi wajahnya.

Kendati begitu, Zaenab mengaku tak merasakan sakit dari penyakit yang dideritanya. “Saya tak merasa kesakitan, namun sangat kesulitan beraktivitas,” katanya, saat ditemui di rumahnya, Kamis (1/6) kemarin.

Diungkapkan, awal dirinya menderita penyakit kanker kulit tersebut saat dirinya berumur setahun. Sejak bayi hingga sekarang, penyakit tumor kulit tersebut terus tumbuh. Terutama di bagian kepala dan muka yang semakin parah. Akibat penyakitnya ini, Zaenab tidak bisa beraktivitas seperti orang pada umumnya.

Kini dirinya hanya bisa berharap bantuan keluarganya dalam beraktivitas. Dia juga jarang keluar rumah, akibat kondisi tubuhnya tersebut. Selama ini, dirinya tinggal bersama ibu dan adiknya, di sebuah rumah semi permanen dari kayu.

Sebenarnya Zaenab sudah dua kali melakukan operasi di Rumah Sakit Semarang atas bantuan dari seorang dermawan, namun sakitnya tak kunjung sembuh.

Zaenab mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisinya. Apalagi keterbatasan ekonomi yang hanya ditopang oleh ibunya yang bekerja di sawah dan adiknya yang bekerja serabutan. Dirinya berharap, ada uluran tangan dari pemerintah ataupun dermawan untuk kesembuhan penyakitnya. “Saya sudah pasrah dengan keadaan. Untuk berobat lagi sudah tak ada biaya. Semoga ada dermawan lagi yang bisa membantu saya untuk berobat,” ucapnya. (han/ida)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...