33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Data Warga Miskin Belum Valid

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

WONOSOBO – Data warga miskin di Wonosobo hingga saat ini belum juga valid. Kondisi ini mempengaruhi hak yang harus diterima warga miskin karena terkait alokasi anggaran.

Menurut Ketua Komisi A DPRD Wonosobo Suwondo Yudhistiro, sampai saat ini, ketimpangan data warga miskin sangat kentara, meski basis data yang digunakan selalu dimutakhirkan tiap tahun. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, sebanyak 407.100 warga miskin sudah ikut serta sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), baik itu penjaminan dari daerah dengan APBD maupun BPJS. Sedangkan versi Badan Pusat Statistik (BPS) yang ditetapkan Kemensos tahun 2015, ada 240 ribu lebih warga miskin.

“Namun menurut keterangan dari pihak BPJS sendiri yang berdasar pada basis data terpadu (BDT), ada 294.848 warga tidak mampu yang sudah dijaminkan oleh BPJS. Jadi data dari paparan berbagai instansi tersebut jelas-jelas sangat diragukan validitasnya,” terang Suwondo ketika mengikuti Forum Group Discussion (FGD) Peningkatan Layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Aula Dinas Kesehatan.

Perbedaan mencolok, lanjut Suwondo, karena adanya data ganda dan data warga yang telah meninggal namun belum terhapus. Ia menyebut, perlu adanya pendataan ulang dari semua instansi terkait dengan indikator yang seragam dan waktu pendataan secara bersama. “Saya memprediksi penyebab ketimpangan data itu karena indikator yang digunakan dari tiap-tiap instansi berbeda,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo Junaedi mengatakan, alokasi APBD untuk penjaminan mutu kesehatan warga miskin sebanyak Rp 7 mililar sudah diplot dalam dua skema. Yakni untuk membayar iuran peserta Kartu Indonesia Sehat KIS atau BPJS warga miskin senilai Rp 3 miliar. Dan sisanya Rp 4 miliar untuk warga miskin yang belum memiliki kartu atau dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Alur yang selama ini dalam rekrutmen penerima bantuan KIS mulai dari TKSK di kecamatan, hingga ke basis data di Bappeda untuk disaring dan verifikasi di BPJS memang masih ada warga miskin yang belum masuk.

“Tetapi jika melihat angka total sebanyak 407.100 warga penerima bantuan iuran KIS seharusnya sudah bisa mencakup semua warga tidak mampu,” katanya.

Perwakilan Kantor BPJS Wonosobo Anang Baja menyatakan, pihaknya pernah mendata hingga lebih dari 1.500 data ganda. Jumlah ini masih lebih sedikit jika dibandingkan kemungkinan seluruh data ganda yang ada saat ini. “Dari pihak BPJS sendiri memiliki kewenangan untuk menonaktifkan langsung jika ada data ganda dan hasilnya kami kirim ke dinas terkait atau pemkab. Jika tidak segera dilakukan sinkronisasi maka bisa pengaruhi jumlah klaim,” tandasnya. (ali/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ratusan Umat dari Berbagai Kota Doakan Negara Aman

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Ratusan umat Tri Dharma dari berbagai kota di Jateng dan kota lainnya di tanah air, mengikuti ritual perayaan Dewi Kwan Sim Im Po...

Kubur Sabu, Tandai dengan Asbes

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penjual mainan anak yang kerap mangkal di Simpang Lima, dibekuk Satresnarkoba Polreatabes Semarang. Warga Sawah Besar, Gayamsari, bernama Ari Setiyawan, 33,...

Raperda Hiburan Butuh Masukan Tokoh Masyarakat

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) hiburan hingga kini masih terjadi pro dan kontra. Setidaknya ini terlihat dalam hearing antara Pansus A...

Diduga Selingkuh, PNS Disporapar Diadukan ke BKD

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dua pegawai Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng, Aldina Fitri KD yang merupakan pegawai honorer dan Yudi Purnomo merupakan PNS, dianggap telah...

Takut, ASN Menghindari Tugas PPK

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Memiliki risiko berurusan dengan hukum, aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Batang merasa takut menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK), sehingga mereka...

Pangdam Jadikan Museum, Ikon Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Museum Mandala Bahkti milik Kodam IV Diponegoro yang selama ini terkesan kuno dan kumuh, kini terus dibenahi. Rencananya akan dilengkapi dengan penataan lampu...