33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Tinggi, Penderita Sakit Jiwa di Selomerto

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

WONOSOBO—Penyandang sakit jiwa di Kecamatan Selomerto tergolong tinggi. Terbukti, saat dilakukan pendataan keluarga sehat oleh Puskesmas Selomerto, petugas menemukan sedikitnya 5 penderita sakit jiwa dengan kondisi memprihatinkan.

Terdatanya 5 penyandang itu, menambah daftar orang sakit jiwa di wilayah Selomerto yang sebelumnya telah terdata 60 orang. Pendataan dilakukan kepada 30 warga di 16 desa di wilayah Selomerto. Pendataan dilakukan sesuai seruan Permenkes Nomor 39 Tahun 2016.

“Bedanya, kalau Puskesmas kecamatan lain pendataan dilakukan hanya satu dua desa, di sini 16 desa. Dari data yang sudah direkap, diketahui ada 5 warga yang mengalami gangguan kejiwaan,” ucap Numan Kumoro, staf Puskesmas Selomerto mewakili pimpinannya yang sedang rapat, Rabu (31/5) kemarin.

Pendataan diperkirakan rampung pada Juni 2017. Hasil pendataan, akan diunggah di Pusdatin Kemenkes. Harapannya, dalam waktu dekat, riwayat atau status kesehatan masyarakat terdata dengan baik.

Khusus sakit jiwa, Numan membeber, masyarakat dengan gangguan kejiwaan, umumnya tidak mendapatkan perlakuan semestinya. Baik dari sisi pengobatan maupun perawatan.

Yang memprihatinkan, justru terkesan ada pembiaran dari pihak keluarga maupun masyarakat. “Masih sedikit yang tahu bahwa gangguan mental atau kejiwaan itu sebetulnya bisa disembuhkan.”

Mengatasi hal itu, Puskesmas tak mampu berjalan sendiri. Butuh kerjasama lintas sektor dan dukungan lintas program. Selain itu, penting pula kesadaran dan pemahaman masyarakat agar tak memperparah kondisi psikis penderita.

“Stigma negatif masih melekat. Kesadaran untuk mengobatinya masih rendah. Yang ada seperti yang sudah-sudah, dibiarkan kalau tidak membahayakan. Ketika membahayakan dikunci atau dikerangkeng.” (cr2/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...