26.3 C
Semarang
Sabtu, 31 Oktober 2020

Pelaku Curas Didor

Must read

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

BANJARNEGARA – Seorang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) berinisial AN yang beraksi di Desa Penawangan Kecamatan Madukara, ditangkap tim Reskrim Polres Banjarnegara. Namun lantaran hendak melawan, pria 28 tahun tersebut terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kakinya.

Tersangka yang merupakan warga Desa Rakitan RT 4 RW 2 Kecamatan Madukara ini, ditangkap di tempat persembunyiannya di Kecamatan Bawang. Sebelumnya, polisi menangkap BW, rekan AN.

“Pelakunya dua orang BW dan AN. Tetapi karena pada saat ditangkap AN melakukan perlawanan, terpaksa kami lumpuhkan. Yang bersangkutan juga merupakan residivis tiga kali yakni kasus kekerasan serta kasus pencurian,” ujar Kapolres Banjarnegara AKBP Saiful Anwar melalui Kasat Reskrim AKP T Sapto Nugroho.

Dalam penangkapan tersebut, diamankan barang bukti senjata tajam berupa parang yang digunakan untuk mengancam korban dan sepeda motor. Menurut Sapto, kedua tersangka tersebut dikenakan pasal 365 yakni pencurian dengan kekerasan. “Atas perbuatannya, mereka berdua terancam hukuman penjara minimal 7 tahun,” jelasnya.

Adapun modusnya, tersangka menanyakan alamat korban. Kemudian mereka mengancam dengan senjata tajam dan mengobrak-abrik isi rumah korban. “Tetapi yang dilakukan di Desa Penawangan, korban bisa kabur melarikan diri, sehingga kedua pelaku juga ikut melarikan diri,” ungkapnya.  (uje/din/jpg/ton)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...