33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Dapat Satu Sak, Petani Minta Tambah

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

TEMANGGUNG – Petani tembakau di wilayah Kecamatan Bulu, Ngadirejo, dan Wonoboyo menerima bantuan pupuk dari Pemkab Temanggung. Serah terima pupuk berupa 240 ton pupuk NPK, 56 ton pupuk jenis KNO3 dan 44 kultifator, disampaikan langsung oleh Bupati Bambang Sukarno kepada perwakilan kelompok tani. Tempatnya, di sebuah gedung tembakau milik Ketua APTI Jateng Wisnu Brata di Desa Campursari, Kecamatan Bulu.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Ir. C Masrik Amin Zuhdi mengatakan, penyerahan pupuk kepada para petani tergolong terlambat. Keterlambatan bukan unsur kesengajaan. Namun, karena ada kendala teknis. “Mohon maaf atas keterlambatan ini. Kami berusaha secepatnya dalam proses distribusi. Tidak lebih dari 5 sampai 6 hari ini semua pupuk harus sudah sampai di tangan para petani dan bisa langsung digunakan.”

Ketua Kelompok Tani Srintil Lestari, Desa Nglamuk Tlogomulyo, Subakir, menuturkan, bantuan pupuk dari pemerintah, sangat bermanfaat bagi para petani. Sebab, mampu meningkatkan kualitas tanaman, utamanya daun tembakau. Meski begitu, bantuan tersebut dirasa masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan petani. Selaku ketua kelompok tani dengan jumlah anggota 30 orang, ia hanya menerima bantuan pupuk NPK 1,6 kuintal. Sedangkan pupuk KNO3 hanya 375 kilogram. “Bantuan itu, jika kita bagi rata, per petani hanya mendapatkan satu sak atau 50 kilogram untuk pupuk NPK dan 10 kilogram untuk pupuk KNO3.”

Subakir menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan lahan satu hektare, setidaknya petani bisa mendapat minimal 5 sak untuk pupuk NPK dan 50-60 kilogram untuk KNO3. “Saya berharap tahun depan bisa ditambah,” kata pria yang juga Kepala Desa (Kades) Nglamuk Tlogomulyo itu. Bupati Bambang Sukarno menuturkan, pada 2017, alokasi anggaran dari APBD untuk pos bantuan pupuk kepada para petani hanya sebesar Rp 6 miliar. Tahun depan, pihaknya berjanji akan menambah alokasi serupa, menjadi Rp 15 miliar.

Peningkatan jumlah alokasi anggaran bukan tanpa alasan. Sebab, pada 2018 mendatang, Temanggung akan melakukan swasembada pangan dari sektor bawang putih. Yakni, dengan menanam di lahan seluas 1.000 hektare (ha) atau lebih serta cabe seluas 200 ha.

“Untuk catatan, pemberian bantuan pupuk untuk tahun depan jangan terlambat lagi, karena sangat berpengaruh terhadap kualitas tanaman tembakau petani,” pinta Bupati Bambang.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Herawati, menambahkan, Pemprov—dalam hal ini Gubernur Ganjar Pranowo—akan mendukung penuh pengembangan tembakau, khususnya di Temanggung. Bahkan, menurut Herawati, mayoritas anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dialokasikan ke Temanggung, dengan rincian 90 kelompok tani dari keseluruhan 150 kelompok yang ada atau mendekati angka 60 persen.

Herawati menyampaikan, pada 2017 ini, provinsi telah mengalokasikan bantuan berbagai jenis pupuk bagi 72 kelompok tani di Temanggung. Mulai pupuk NPK sebanyak 149 ton, KNO3 75,5 ton, pupuk organik 43 ton, ZA 6,25 ton melalui APBD dan APBN.

“Selain pupuk, kami juga memberikan bantuan berupa peralatan. Di antaranya, alat pengolah pupuk sebanyak 13 unit, traktor 25 unit, alat perajang 28 unit, alas perajang 70 unit, timbangan 42 unit, dan sarana angkut roda tiga sebanyak 14 unit,” bebernya. (san/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dinas Pasar Tak Telusuri Temuan Pungli

SEMARANG-Dinas Pasar Kota Semarang (sekarang Dinas Perdagangan, red) diketahui tidak menelusuri secara mendalam terkait temuan dugaan pungutan liar (pungli) di sejumlah pedagang pasar. Hal...

Ingin Tahu Cerita Relief, Cukup Unduh Aplikasi

MUNGKID--Wisatawan Candi Borobudur kini bakal dimudahkan mengetahui cerita tentang relief Candi Borobudur. Pengelola meluncurkan aplikasi Chattra Borobudur e-Guide. Direktur Utama PT TWCB, Edy Setijono mengatakan,...

Developer Masih Terkendala Harga Tanah yang Tinggi

Proyek pembangunan sejuta rumah untuk rakyat telah dimulai pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) bertepatan dengan peringatan Hari Buruh pada...

Semangat Kebhinekaan Harus Dipertahankan

WONOSOBO – Anggota Komisi VII DPR RI Tjatur Sapto Edy menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada 100 peserta yang terdiri dari Pengurus Komando Kesiapsiagaan...

Terapkan Konsep Simpel Elegan

Mobil jenis city car walaupun memiliki body yang ramping,  ternyata tidak menjadi halangan bagi para modifikator untuk melakukan modifikasi pada mobil kesayangannya agar tampak...

Tepergok Mencuri, Dimassa Warga

BATANG-Dua pemuda yang mengaku warga Depok Kabupaten Batang, menjadi bulan-bulanan warga Kramat Kelurahan Proyonanggan Selatan Kecamatan Batang, setelah tepergok mencuri sepeda motor di sebuah...