33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Banyak yang Masuk Angin, Pondok Siapkan Dokter

Melihat Aktivitas Santri Sepuh di Masjid Agung Payaman

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Setiap Ramadan tiba, Pondok Sepuh Masjid Payaman selalu dikunjungi orang-orang tua dari berbagai daerah. Mereka ingin beribadah dengan khusyuk hingga rela meninggalkan keluarga di rumah. Seperti apa?

Agus Hadianto, Magelang

USIA renta bukanlah sebuah halangan untuk beraktivitas dan beribadah. Seperti yang dilakukan para kakek dan nenek di Pondok Sepuh Masjid Agung Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, selama Ramadan. Tak banyak yang diinginkan para kakek nenek ini, kecuali berkonsentrasi dan mengisi hari dengan kegiatan ibadah.

Bagi kakek nenek yang hanya memiliki bekal minim, mereka rela berdesak-desakan tidur sehari-hari di lantai masjid yang dingin. Sedang yang mempunyai bekal berlebih, mampu membayar pondok kamar nan mungil, cukup dengan dipan sederhana.

Seperti Endang, 73, yang datang dari Kota Salatiga. Dengan kalimat yang tak begitu lancar mengalir, nenek lima cucu dan satu buyut ini bercerita bahwa ia sangat senang berada di lingkungan Pondok Sepuh. “Saya sudah hampir 7 tahun setiap Ramadan di sini, berkumpul dengan teman-teman sebaya rasanya hidup sudah lengkap. Ramadan ini saya isi dengan ibadah salat, mengaji, dan mendengarkan khotbah. Saya sudah bersiap untuk khusnul khatimah,” ujar Endang.

Untuk keperluan makan sehari-hari, Endang bersama rekan-rekan sepondok memasak. Menunya sederhana. “Yah namanya juga sudah sepuh, jadi masak ya sesuai kemampuan dan masak yang mudah.”

Tarman, 71, warga Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang mengatakan hal yang sama. Ia merasa damai dan senang bisa menjemput berkah Ramadan di Pondok Sepuh bersama teman sebayanya. “Saya sudah 4 tahun selama Ramadan di sini. Cuma tahun kemarin tidak ikut karena kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Saya biasanya hingga 20 hari Ramadan di sini” ungkap Tarman.

Kakek 4 cucu ini datang ke Pondok Sepuh bersama 35 kawan sebaya. Mereka ingin beribadah dengan tenang selama Ramadan. “Bulan puasa lebih khusyuk ibadahnya, senang juga ada teman-teman seusia juga,” imbuh Tarman.

Pengurus Pondok Sepuh Masjid Agung Payaman KH Muhammad Tybyan menjelaskan, pada Ramadan tahun ini ada 315 santri lanjut usia yang datang ke Pondok Sepuh. Jumlah ini berkurang dibanding tahun lalu yang bisa mencapai sekitar 400 orang.

“Karena sekarang sedang musim pancaroba, banyak santri yang sepuh agak masuk angin. Kami persiapkan dokter dekat daerah sini,” ungkap Tybyan.

Generasi keempat pendiri Pondok Pesantren Masjid Agung Payaman ini ini menjelaskan, santri berasal dari berbagai daerah. Contohnya 3 santri dari Kalimantan dan 1 orang dari Sumatera. Selain itu ada pula yang datang dari Bandung, Jakarta serta kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di luar Ramadan, katanya, santri yang bermukim di pondok sekitar 50 hingga 60 orang. Namun, saat Ramadan, pondok membuka program khusus dan peserta membeludak. Karena tempatnya terbatas maka mereka tidur di serambi masjid dan rumah penduduk sekitar pondok. “Untuk makan, para santri makan seadanya, bisa membeli atau memasak sendiri.”

Program Pondok Sepuh Masjid Agung Payaman saat Ramadan sudah dibuka sejak tahun 1980an. Kegiatan yang dilakukan para santri masih sama seperti dulu, yaitu mengikuti pengajian sebelum salat duhur, sebelum dan sesudah salat asar. Selain itu, tambah Tybyan, sebelum salat duhur diisi dengan pengajian tentang fikih. “Sebelum asar pengajian soal tasawuf, dan setelah asar diisi cerita para nabi atau cerita Islam. Di luar kegiatan tersebut, para santri mengaji Alquran. Apabila ada santri yang belum lancar bacaannya, ada guru pembimbing,” beber.

Tybyan.

Para santri, menurut Tybyan, sudah ikhlas dan proses menuju khusnul khatimah. “Jadi memang semua santri sudah khusnul khatimah. Sudah ridho. Rata-rata mereka sudah mempersiapkan diri dengan beribadah secara khusyuk.” (*/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...