33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Pelayanan Kesehatan Harus Ditingkatkan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG- Pelayanan kesehatan di Jateng sampai saat ini masih saja terdapat beberapa kendala di lapangan. Mulai dari pelayanan kurang memuaskan, masyarakat kecil kurang mendapat perhatian, hingga masih banyaknya masyarakat yang belum memegang kartu BPJS Kesehatan. Padahal pemerintah mengharuskan masyarakat, tidak terkecuali warga Jateng, menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Ketua DPRD Jateng, Drs Rukma Setyabudi MM, meminta Pemprov Jateng meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.  Karena pihaknya mengaku masih kerap mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait dengan pelayanan kesehatan yang kurang maksimal.

“Kesehatan merupakan urusan wajib, dan semua berhak untuk mendapatkan pelayanan yang sama. Jangan ada perbedaan dalam memberikan pelayanan kesehatan di Jateng,” katanya.

Rukma menambahkan, selama ini banyak masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Namun seringkali pula masyarakat disulitkan dengan urusan administrasi yang terlalu banyak. Bahkan, tidak jarang masyarakat kecil selalu dihadapkan dengan rumitnya pelayanan kesehatan ketika mereka sakit.

“Hal inilah yang yang membuat masyarakat menjadi repot saat mengurus pelayanan kesehatan. Harusnya jangan ribet dan jangan bertele-tele dengan urusan administratif,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sebenarnya, kata dia, pemerintah sudah melakukan inovasi dengan adanya BPJS Kesehatan. Bahkan jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan di Jateng dan DI Jogjakarta sudah mencapai 23,4 juta atau sekitar 80 persen sampai Maret 2017. Tetapi sayang, dalam pelaksanaannya masih saja ada keluhan masyarakat di lapangan. Seperti pelayanan yang kurang maksimal dan pemegang kartu BPJS Kesehatan kurang mendapatkan perhatian. “Masih ada beberapa keluhan di daerah. Ini menjadi masalah bersama, dan harus segera diselesaikan, karena mereka pemegang kartu BPJS Kesehatan juga membayar,” katanya.

Politisi PDIP ini berharap, Pemprov Jateng bisa lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Terutama di rumah sakit milik pemerintah, baik di bawah naungan Pemprov Jateng maupun kabupaten/kota.

Selain itu, lanjut dia, keberadaan puskesmas harus bisa dijadikan sebagai langkah untuk meningkatkan pelayanan. Apalagi di daerah-daerah pelosok yang jauh dari rumah sakit. “Harus diutamakan pelayanan  kesehatan untuk masyarakat,” tegasnya.

Rukma berharap, sosialisasi pelayanan kesehatan yang tidak merepotkan harus terus dilakukan masing-masing lembaga penyelenggara kesehatan. Karena sampai sekarang pun masih banyak masyarakat yang belum memahami soal pengurusan pelayanan kesehatan yang murah seperti BPJS Kesehatan. “Pemerintah mewajibkan masyarakat harus menjadi anggota BPJS Kesehatan. Untuk itu, ke depan harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan kesehatan,” harapnya.

Di sisi lain, kata Rukma, BPJS Kesehatan harus terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, apalagi jika mengingat sejarah berdirinya BPJS Kesehatan merupakan amanah dari rakyat, dan amanah dari undang-undang yang memerintahkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan pelayananan yang lebih menyeluruh dan terpadu. (fth/adv/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sigit Meminta Kader PDI Perjuangan Bersatu

BANJARNEGARA – Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah dari PDI Perjuangan Sigit Widyonindito meminta seluruh kader PDI Perjuangan untuk bersatu. Sebab, dengan adanya persatuan...

Jawa Tengah Berhasil Turunkan TFR

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Total Fertility Rate (TFR) atau jumlah anak rata-rata yang akan dilahirkan seorang perempuan pada akhir masa reproduksinya di Jawa Tengah pada...

Penerimaan Pajak Capai 15 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penerimaan pajak dalam wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah hingga akhir Februari lalu telah mencapai 15 persen dari total target...

Masa Tenang, Awas Kampanye Gelap

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Mulai hari ini, Minggu (24/6), pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) masuk tahapan masa tenang. Artinya, seluruh kegiatan berbau kampanye harus dihentikan....

Empat Kendaraan Tabrakan

MUNGKID – Diduga akibat kurang konsentrasi, kecelakaan beruntun melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil pikap terjadi di Jalan Bandongan Raya, depan Gedung Sinta,...

JT Bukan untuk Dongkrak PAD

SEMARANG – Sebanyak 16 Jembatan Timbang (JT) yang ada di Jateng mulai dikelola pemerintah pusat mulai tahun ini. Langkah itu sebagai salah satu upaya...