31 C
Semarang
Jumat, 27 November 2020

Kunjungan Pansus Pajak Hotel dan Restoran

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SEMARANG – Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Peraturan Daerah Tentang Pajak Hotel,Pajak Restoran dan Pajak Hiburan DPRD Kota Semarang, melakukan tinjauan ke beberapa objek pajak. Kunjungan ditujukan pada sejumlah hotel dan restoran.  Tujuan dari tinjauan tersebut yakni untuk memperoleh informasi dari pelaku hotel dan restoran serta hiburan mengenai item-item apa saja yang terkena objek pajak.

Menurut Ketua Pansus Perubahan Peraturan Daerah Tentang Pajak Hotel,Pajak Restoran dan Hiburan, Wachid Nurmiyanto, perda ini bisa memperjelas sehingga jika objek pajak sudah terkena pajak nasional maka tidak kena pajak daerah. Artinya objek pajak tidak terkena dua pajak sekaligus.

“Dengan adanya Perda ini, diharapkan pajak hotel, yang dulunya dihasilkan item-itemnya apa saja yang terkena pajak belum spesifik, sehingga diperoleh lebih spesifik lagi. Dulu ada hotel dan losmen, tapi sekarang ada hotel, pondok wisata, motel, kondominium, apartement, yang menyatu dengan hotel, wajib dikenakan pajak, termasuk kos-kosan yang memiliki 10 kamar masuk kategori hotel,” katanya.

Wachid Nurmiyanto menambahkan, rencana besaran pajak berbeda, pajak hotel diluar kos-kosan dan pondok wisata akan dikenakan sebesar 10 persen. Sedangkan untuk kos-kosan dan pondok wisata sebesar 5 persen. “Kami hanya membahas regulasinya dan mengatur mekanisme sistem perpajakan tentang hotel saja,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Pajak Daerah  Bapenda, Agus Wuryanto mengatakan, akan menginventarisir item-item objek kena pajak, sehingga terdata semuanya. Pihaknya juga mendorong sistem online untuk membayar pajak terutama hotel, restoran dan hiburan, namun belum semuanya tercapai.

”Ditargetkan tahun ini semuanya objek pajak memakai sistem online,” ujarnya. General Manager Hotel Gumaya, Agik Sukarno mengatakan, tingkat okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel tersebut rata-rata sebesar 51 persen.

Pihaknya akan mengikuti saran atau masukan dari Pansus DPRD dan Pemkot Semarang untuk memisahkan pajak hotel dan restoran setelah tinjauan tersebut. “Selama ini, kami mengikuti aturan pajak pemkot, jika akan dionlinekan, kami meminta difasilitasi alat untuk intergrasi dengan sistem kami,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Martheas Mulyawan selaku Executive Assistant Manager Hotel Ibis Budget Semarang. Menurutnya, mekanisme pajak yang ditetapkan dalam perda akan diikuti selagi sesuai dengan sistem yang terintegrasi di pusat.

“Kami pada dasarnya mendukung regulasi yang ada. Yang penting terkoneksi dengan sistem di pusat. Sehingga kami pun tidak perlu menambah alat lagi,” pungkasnya. (HMS)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...