31 C
Semarang
Senin, 10 Mei 2021

Operasi Gratis 38 Penderita Katarak

SEMARANG – Pemkot Semarang merayakan Hari Jadi Ke-470 dengan melayani operasi katarak tanpa biaya bagi 38 penderita yang kurang mampu dan belum memiliki kartu jaminan kesehatan. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Ikatan Alumni Soegijapranoto (Ikasoepra) dan program CSR Bhakti Sosial Djarum Foundation, Minggu (21/5) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro, Ketileng, Semarang.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu hadir sekaligus membuka kegiatan. Hevearita berterima kasih atas dukungan Djarum Foundation dan Ikasoepra atas usaha Pemkot Semarang dalam memperhatikan warga. ”Dukungan itu menunjukkan kepekaaan sosial karena ikut membantu pemkot dalam usaha pemerataan kesehatan bagi masyarakat. Hal ini, selaras dengan konsep Semarang Hebat,” papar Ita, sapaan akrab Hevearita.

Dirut RSUD KRMT Wongsonegoro, dr Susi Herawati, MKes, menyampaikan, operasi katarak gratis merupakan rangkaian kegiatan sosial menyambut HUT Kota Semarang. Aksi lainnya adalah pelayanan KB dan pap smear. ”Dari sosialisasi ada 78 pendaftar. Setelah seleksi kondisi mata dan pemeriksaan lanjutan, 38 penderita katarak diperkenanan operasi karena sudah mature (matang). Kalau yang belum dapat operasi itu karena tekanan darahnya tinggi, jadi secara medis belum bisa operasi,” tuturnya.

Menurut Susi, operasi katarak dilakukan 4 dokter mata menggunakan alat pecho di instalasi bedah sentral. Sedangkan pelayanan pasien pra dan pascaoperasi bertempat di Paviliun Gatotkaca. ”Gedung Paviliun Gatotkaca merupakan fasilitas baru kami. Memiliki 42 kamar inap dan satu bed tiap kamar, terdiri atas 22 VIP, 18 VVIP dan 2 President Suite,” urainya.

Perwakilan Djarum Foundation, Arvi Oktaviandra, memaparkan, pihaknya peduli kepada penderita katarak agar dapat kembali melihat seperti sebelumnya. ”Tujuan lainnya membantu pemerintah menurunkan jumlah penderita buta yang disebabkan oleh katarak di Indonesia. Kebutaan karena katarak bisa dicegah dengan tindakan yang tepat pada saat yang tepat. Pada kondisi tertentu, pencegahan itu dilakukan melalui operasi,” ungkapnya. (fiq/ric/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here